Pemain PSMS pun menjadi korban dualisme

Kamis, 25 Oktober 2012 - 19:28 WIB
Pemain PSMS pun menjadi...
Pemain PSMS pun menjadi korban dualisme
A A A
Sindonews.com - Gonjang-ganjing PSMS Medan belum mereda. Skuad PSMS Medan besutan Suimin Diharja terancam gagal merekrut pemain. Itu menyusul hadirnya PSMS yang diketuai Benny Sihotang.

Betapa tidak menjadi ancaman. Pasalnya di tengah upaya PSMS yang diketuai Indra Sakti Harahap untuk merekrut pemain-pemain terbaik yang dimiliki Kota Medan melalui proses seleksi, gaung tanpa seleksi yang digembar-gemborkan kubu Benny Sihotang soal pemain yang bakal direkrut tak dimungkiri bakal membuat pemain-pemain yang sudah bernegosiasi dengan kubu Indra Sakti bisa saja berpaling.

Benny Sihotang yang ditemui pada hari pertamanya sebagai ketum PSMS di Mes PSMS Medan, Komplek Stadion Kebun Bunga kemarin, mengatakan, perekrutan pemain tidak lagi akan melalui proses seleksi.

''Masalah pemain, namanya kompetisi sudah profesional, kami percaya bahwa pemain tidak perlu diseleksi. Kalau skill bermain bolanya tidak perlu dites lagi karena sudah ada data base-nya, tinggal mengecek kesehatannya. Tinggal pelatih yang mengomunikasikan pemain mana saja yang mau dipakai kemudian disampaikan ke pengurus,” ujarnya kemarin.

Untuk sosok pelatih, pihaknya juga sudah memanggil tiga nama yang bakal menjadi arsitek PSMS musim ini, yakni Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih kepala, asisten Edy Syahputra dan Sugihar sebagai pelatih penjaga gawang.

''Mereka sepakat untuk membantu PSMS. Ya, tentunya di awal, kami berharap, pelatih PSMS Medan merupakan orang Medan dan besar karena PSMS. Ada beberapa yang diproyeksikan, tapi akhirnya kami klop dengan Abdul Rahman Gurning dan asistennya,” ungkap direktur utama (Dirut) PD Pasar itu.

Tidak hanya pemain dan pelatih, bahkan, Benny memperkirakan, awal November mendatang, seluruh skuad sudah diharapkan sudah terbentuk untuk memulai latihan persiapan. ''Mungkin satu November diharapkan sudah selesai kontrak dan sudah akan latihan,” ungkapnya..

Kondisi tersebut jelas menjadi warning bagi kerangka tim besutan Suimin Diharja. Ibarat pepatah minang ''Cinto di Awak, Ka win di Orang” (Cinta pada saya, nikah dengan orang lain), kedekatan sebagian pemain dengan pihak Abdul Rahman Gurning dan pengurus lainnya dengan beberapa pemain, berpotensi membuat pemain berpaling.

Bahkan, asisten pelatih, Edy Syahputra yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, baik Gurning, pengurus PSMS dan dirinya sudah mengantongi nama-nama pemain yang bakal direkrut, kendati belum mau menyebutkan siapa saja.

''Bang Gurning sudah memiliki daftar nama-nama pemain yang akan direkrut, yang berasal dari dirinya sendiri, rekomendasi pengurus dan saya sendiri yang nantinya akan dirembukkan sebelum dipilih. Yang jelas tanpa seleksi,” ungkap mantan asisten pelatih PSMS Divisi Utama musim 2010/2011 lalu itu.

Pemain profesional yang notabene menggantungkan hidupnya dari bermain sepakbola tentunya mengharapkan kejelasan sebelum bergabung dalam sebuah tim. Apa lagi, kondisinya saat ini, seleksi tahap akhir skuad besutan Suimin Diharja, yakni tes fisik dan kesehatan mengalami penundaan dengan alasan pengurus masih ingin meminta penegasan komitmen klub anggota PSMS yang mendukung Indra Sakti Harahap pada RULB yang lalu.

Jecky Pasarela, salah satu pemain seleksi skuad Suimin Diharja yang lolos pada fase penentuan mengatakan, dirinya pribadi masih bingung menentukan mau berlabuh ke PSMS yang mana. ''Yang jelas, saya pilih mana yang serius.Saya sudah ada dihubungi orang dari PSMS-nya pak Benny, memang masih sebatas pemberitahuan bahwa saya sebagai satu pemain yang dipertimbangkan dan disebutkan, kelanjutannya akan ditentukan setelah rapat,” ungkap striker PSMS versi IPL musim 2011/2012 lalu itu.

Diakuinya, PSMS Suimin Diharja saat ini sudah melakukan langkah yang lebih maju dengan menggelar seleksi, kendati belum jaminan. ''PSMS bang Suimin sudah ada pergerakan, sementara yang satu lagi masih akan menggelar rapat. Tapi intinya kejelasan,” ungkapnya.

Namun, Indra Sakti Harahap mengaku tidak risau dengan hal tersebut. Menurutnya, program yang diusung PSMS kepemimpinannya yakni reformasi ke arah yang lebih baik menjadi pertimbangan bagi pemain. ''Saya rasa enggak masalah, Lahirnya PSMS ini adalah untuk mereformasi ke arah yang lebih baik. Pemain ibarat penumpang bus, dan bus yang kami tawarkan saat ini adalah bus yang nyaman, aman dan membawa penumpangnya selamat sampai ke tujuan,” bebernya.

Diakuinya, pemain berhak menentukan jalan yang ditempuh. ''Diberikan kebebasan kepada pemain untuk menentukan sikapnya. Tapi kami tegaskan, kami akan tetap berjalan terus dan saya juga yakin, mereka (pemain) tidak akan lari,” pungkas Indra.
(aww)
Berita Terkait
Manajemen PSM Makassar...
Manajemen PSM Makassar Respons Kabar Ferdinand Sinaga Bela PSMS
Penampilan Ferdinand...
Penampilan Ferdinand Sinaga Saat Latihan Bareng Skuad PSMS Medan
Babak 8 Besar Liga 2:...
Babak 8 Besar Liga 2: PSIM Siap Redam Agresivitas PSMS
PSSI Hentikan Liga 2,...
PSSI Hentikan Liga 2, PSMS Medan Kecewa Berat
Manajemen PSMS Geruduk...
Manajemen PSMS Geruduk Kantor PSSI dan Berikan Ultimatum
PSMS Kesulitan Kumpulkan...
PSMS Kesulitan Kumpulkan Pemain Jelang Kick-off Liga 2 2023/2024
Berita Terkini
Drama 120 Menit! Argentina...
Drama 120 Menit! Argentina Pulangkan Cape Verde
2 menit yang lalu
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
46 menit yang lalu
Mesir Lolos ke 16 Besar...
Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
3 jam yang lalu
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
5 jam yang lalu
Inggris vs Meksiko Terancam...
Inggris vs Meksiko Terancam Ditunda akibat Badai Petir
7 jam yang lalu
VAR Batalkan Gol Kroasia...
VAR Batalkan Gol Kroasia atas Portugal, FIFA: Teknologi Canggih Bola Trionda Deteksi Sentuhan Matanovic
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved