Ancaman Bandung Raya
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 11:49 WIB
Ancaman Bandung Raya
A
A
A
Sindonews.com – Keputusan PT. Retower Asia selaku perusahaan pemilik saham mayoritas klub PS Bandung Raya mengambil alih pengelolaan Pelita Jaya, membuat Bandung Raya tak perlu menapak dari bawah untuk kembali ke kasta tertinggi.
Bandung Raya yang berstatus sebagai klub Divisi III, hanya memerlukan sebuah tanda tangan kerjasama untuk kembali naik ke permukaan seperti sekitar 16 tahun silam, ketika klub yang didirikan pada 17 Juni 1987 itu masih tercatat sebagai salah satu klub peserta Divisi Utama Liga Indonesia, sebelum memutuskan mundur pada tahun 1997 akibat kesulitan dana.
Kehadiran Bandung Raya ini, tentu saja bagi sebagian pihak akan menumbuhkan kembali memori masa lalu ketika sepak bola Bandung dan Jawa Barat sempat menjadi kiblat menyusul keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Ligina I musim 1994/1995 yang dilanjutkan kesuksesan Bandung Raya merebut gelar serupa, pada musim berikutnya.
“Dulu Bandung Raya dikenal sebagai klub yang cukup disegani pada pertengahan 1990’an. Kalau sekarang muncul lagi dan memiliki kekuatan yang setara dengan tim-tim ISL lainnya, jika kembali bertemu Persib tentu menjanjikan pertandingan yang menarik,” ungkap pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.
Sebelum Bandung Raya memutuskan mundur, Persib dan Bandung Raya pernah terlibat pertemuan sebanyak lima kali. Meski memiliki massa lebih sedikit, namun statistik menunjukkan Bandung Raya lebih unggul dari Maung Bandung. Dari lima kali pertemuan, satu pertandingan diantaranya dimenangkan Bandung Raya sementara sisanya berakhir imbang termasuk saat kedua tim bertemu di babak 12 besar Ligina III musim 1996/1997.
Dengan mengambil alih Pelita Jaya, otomatis PT. Retower Asia memiliki kewenangan penuh untuk melakukan perubahan secara struktural perusahaan atau klub maupun yang kaitannya dengan kepentingan teknis tim. Termasuk diantaranya penggunaan nama klub di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan.
“Termasuk masalah nama, kita berhak menentukannya. Apakah akan mengggunakan nama Bandung Raya atau nama lainnya, yang jelas kita harus membahasanya lagi di tingkat manajemen,” terang Komisaris Yayasan Bandung Raya, Tri Goestoro.
Lebih lanjut Tri menjelaskan proses pengambil alihan saham mayoritas Bandung Raya oleh PT. Retower Asia sudah dilakukan sejak setahun lalu. PT. Retower Asia yang didirikan pada tahun 2007 merupakan anak perusahaan dari PT. Recapital Advisors (Recapital) dan berkecimpung di bidang prasarana telekomunikasi.
Yang menarik Presiden Direktur PT. Retower Asia adalah mantan salah satu Direktur PT. PBB yakni Ari D. Sutedi. Sosok yang satu ini pernah membuat heboh ketika mendatangkan pelatih asal Prancis berdarah Serbia, Daniel Darko Janackovic pada pertengahan tahun 2010 lalu.
Keputusan tersebut dianggap tidak mewakili suara klub dan menimbulkan kongsi di internal klub. Daniel Darko pun akhirnya pergi meninggalkan Maung Bandung hanya sekitar dua pekan sebelum kompetisi dimulai.
Keputusan memecat Darko di lakukan manajemen dengan dalih setelah di desak pemain yang menyatakan kurang sreg dengan berbagai kebijakan dan metode latihan maupun program pembentukan tim yang dilakukan Darko. Posisi Darko kala itu, digantikan asistennya Jovo Cuckovic.
Seiring dengan berlalunya Darko yang kerap berselisih tegang dengan manajemen. Nama Ari D Sutedi pun seperti hilang terbawa angin. Hingga kemudian namanya kembali muncul setelah dikabarkan datang mewakili PT. Retower Asia dalam proses penandatangan kesepakatan pengambilalihan Pelita Jaya dari PT. Nirwana Pelita Jaya, Rabu (24/10) lalu
Bandung Raya yang berstatus sebagai klub Divisi III, hanya memerlukan sebuah tanda tangan kerjasama untuk kembali naik ke permukaan seperti sekitar 16 tahun silam, ketika klub yang didirikan pada 17 Juni 1987 itu masih tercatat sebagai salah satu klub peserta Divisi Utama Liga Indonesia, sebelum memutuskan mundur pada tahun 1997 akibat kesulitan dana.
Kehadiran Bandung Raya ini, tentu saja bagi sebagian pihak akan menumbuhkan kembali memori masa lalu ketika sepak bola Bandung dan Jawa Barat sempat menjadi kiblat menyusul keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Ligina I musim 1994/1995 yang dilanjutkan kesuksesan Bandung Raya merebut gelar serupa, pada musim berikutnya.
“Dulu Bandung Raya dikenal sebagai klub yang cukup disegani pada pertengahan 1990’an. Kalau sekarang muncul lagi dan memiliki kekuatan yang setara dengan tim-tim ISL lainnya, jika kembali bertemu Persib tentu menjanjikan pertandingan yang menarik,” ungkap pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.
Sebelum Bandung Raya memutuskan mundur, Persib dan Bandung Raya pernah terlibat pertemuan sebanyak lima kali. Meski memiliki massa lebih sedikit, namun statistik menunjukkan Bandung Raya lebih unggul dari Maung Bandung. Dari lima kali pertemuan, satu pertandingan diantaranya dimenangkan Bandung Raya sementara sisanya berakhir imbang termasuk saat kedua tim bertemu di babak 12 besar Ligina III musim 1996/1997.
Dengan mengambil alih Pelita Jaya, otomatis PT. Retower Asia memiliki kewenangan penuh untuk melakukan perubahan secara struktural perusahaan atau klub maupun yang kaitannya dengan kepentingan teknis tim. Termasuk diantaranya penggunaan nama klub di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan.
“Termasuk masalah nama, kita berhak menentukannya. Apakah akan mengggunakan nama Bandung Raya atau nama lainnya, yang jelas kita harus membahasanya lagi di tingkat manajemen,” terang Komisaris Yayasan Bandung Raya, Tri Goestoro.
Lebih lanjut Tri menjelaskan proses pengambil alihan saham mayoritas Bandung Raya oleh PT. Retower Asia sudah dilakukan sejak setahun lalu. PT. Retower Asia yang didirikan pada tahun 2007 merupakan anak perusahaan dari PT. Recapital Advisors (Recapital) dan berkecimpung di bidang prasarana telekomunikasi.
Yang menarik Presiden Direktur PT. Retower Asia adalah mantan salah satu Direktur PT. PBB yakni Ari D. Sutedi. Sosok yang satu ini pernah membuat heboh ketika mendatangkan pelatih asal Prancis berdarah Serbia, Daniel Darko Janackovic pada pertengahan tahun 2010 lalu.
Keputusan tersebut dianggap tidak mewakili suara klub dan menimbulkan kongsi di internal klub. Daniel Darko pun akhirnya pergi meninggalkan Maung Bandung hanya sekitar dua pekan sebelum kompetisi dimulai.
Keputusan memecat Darko di lakukan manajemen dengan dalih setelah di desak pemain yang menyatakan kurang sreg dengan berbagai kebijakan dan metode latihan maupun program pembentukan tim yang dilakukan Darko. Posisi Darko kala itu, digantikan asistennya Jovo Cuckovic.
Seiring dengan berlalunya Darko yang kerap berselisih tegang dengan manajemen. Nama Ari D Sutedi pun seperti hilang terbawa angin. Hingga kemudian namanya kembali muncul setelah dikabarkan datang mewakili PT. Retower Asia dalam proses penandatangan kesepakatan pengambilalihan Pelita Jaya dari PT. Nirwana Pelita Jaya, Rabu (24/10) lalu
(wbs)