Umuh meragukan Bandung Raya
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 12:53 WIB
Umuh meragukan Bandung Raya
A
A
A
Sindonews.com - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar meragukan kiprah Bandung Raya musim depan, bisa menyamai prestasi fenomenal klub alumnus kompetisi Galatama tersebut seperti 16 tahun lalu kala Bandung Raya meraih gelar juara Liga Indonesia II musim 1995/1996.
Proses comeback Bandung Raya yang instan jadi salah satu alasan Umuh meragukan Bandung Raya bisa kembali mendapatkan kejayaan seperti dulu. Seperti diketahui Bandung kembali naik ke level tertinggi setelah mengambil alih pengelolaan Pelita Jaya Karawang dari PT. Nirwana Pelita Jaya.
“Membentuk sebuah tim itu memang tidak boleh instan karena perlu proses. Kalau asal-asalanya hasilnya juga pasti asal-asalan. Saya harap Bandung Raya tidak seperti itu. Kalau di Bandung ada lima sampai enam klub, itu bagus. Saya harap, prestasi Bandung Raya nanti bisa bagus seperti dulu,” ujar Umuh.
Selain berprestasi, Umuh juga berharap, Bandung Raya tidak hanya numpang lewat seperti yang terjadi sebelumnya. “Usahakan jangan sampai hanya muncul sebentar lalu menghilang,” harapnya.
Secara pribadi Umuh menyatakan masih ragu dengan kiprah Bandung Raya. Terlebih proses pembentukan timnya pun baru akan dilakukan. Jika melihat pada jadwal pelaksanaan ISL yang bakal dimulai pada Januari 2013. Manajemen Bandung Raya hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan pembentukan tim. “Jika Bandung Raya masuk ISL, sepertinya mereka tidak akan bertahan lama,” ujar Umuh.
Terlepas dari itu, Umuh menyatakan tidak khawatir popularitas Persib bakal terancam dan tergerus Bandung Raya seperti yang nyaris terjadi pada pertengahan tahun 1990-an. “Buat saya tetap saja Persib milik Jawa Barat dan Bobotohnya pun sudah mendarah daging dan juga sangat setia mendukung Persib,” tandasnya.
Meski diragukan, Komisaris Bandung Raya, Tri Goestoro menyatakan optimistis perlahan tapi pasti Bandung Raya akan kembali diterima secara terbuka oleh masyarakat sepak bola Bandung dan Jawa Barat. Nilai tinggi kultur sepak bola Jabar yang dalam satu dekade terakhir seolah hilang, akan coba dikembalikan Bandung Raya.
“Kita dulu pernah cukup diterima masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Saya tak ingin dan tak berharap jika kehadiran kami dianggap tidak mewakili sepak bola Jawa Barat. Sebab kami ingin ikut memajukan sepak bola Jawa Barat dan nasional pada umumnya,” tandas Tri.
Proses comeback Bandung Raya yang instan jadi salah satu alasan Umuh meragukan Bandung Raya bisa kembali mendapatkan kejayaan seperti dulu. Seperti diketahui Bandung kembali naik ke level tertinggi setelah mengambil alih pengelolaan Pelita Jaya Karawang dari PT. Nirwana Pelita Jaya.
“Membentuk sebuah tim itu memang tidak boleh instan karena perlu proses. Kalau asal-asalanya hasilnya juga pasti asal-asalan. Saya harap Bandung Raya tidak seperti itu. Kalau di Bandung ada lima sampai enam klub, itu bagus. Saya harap, prestasi Bandung Raya nanti bisa bagus seperti dulu,” ujar Umuh.
Selain berprestasi, Umuh juga berharap, Bandung Raya tidak hanya numpang lewat seperti yang terjadi sebelumnya. “Usahakan jangan sampai hanya muncul sebentar lalu menghilang,” harapnya.
Secara pribadi Umuh menyatakan masih ragu dengan kiprah Bandung Raya. Terlebih proses pembentukan timnya pun baru akan dilakukan. Jika melihat pada jadwal pelaksanaan ISL yang bakal dimulai pada Januari 2013. Manajemen Bandung Raya hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan pembentukan tim. “Jika Bandung Raya masuk ISL, sepertinya mereka tidak akan bertahan lama,” ujar Umuh.
Terlepas dari itu, Umuh menyatakan tidak khawatir popularitas Persib bakal terancam dan tergerus Bandung Raya seperti yang nyaris terjadi pada pertengahan tahun 1990-an. “Buat saya tetap saja Persib milik Jawa Barat dan Bobotohnya pun sudah mendarah daging dan juga sangat setia mendukung Persib,” tandasnya.
Meski diragukan, Komisaris Bandung Raya, Tri Goestoro menyatakan optimistis perlahan tapi pasti Bandung Raya akan kembali diterima secara terbuka oleh masyarakat sepak bola Bandung dan Jawa Barat. Nilai tinggi kultur sepak bola Jabar yang dalam satu dekade terakhir seolah hilang, akan coba dikembalikan Bandung Raya.
“Kita dulu pernah cukup diterima masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Saya tak ingin dan tak berharap jika kehadiran kami dianggap tidak mewakili sepak bola Jawa Barat. Sebab kami ingin ikut memajukan sepak bola Jawa Barat dan nasional pada umumnya,” tandas Tri.
(wbs)