Firman Utina: Jangan tanyakan nasionalisme
Senin, 29 Oktober 2012 - 18:43 WIB
Firman Utina: Jangan tanyakan nasionalisme
A
A
A
Sindonews.com - Perasaan Firman Utina sedang gundah. Keinginan berlaga di ajang Piala AFF 2012 sekaligus membuka peluang membayar kegagalan dua tahun silam, kemugkinan besar tidak bisa diwujudkan gelandang Persib Bandung tersebut.
Firman tak mendapatkan restu dari klub karena persoalaan konflik dan kepentingan. Turnamen sepak bola paling akbar di Asia Tenggara itu, sepertinya harus dilupakan mantan pemain Persita Tangerang, Arema Indonesia dan Sriwijaya itu.
''Dalam kondisi seperti saat ini, hanya membuat pemain terbebani. Saya harapkan semuanya bisa cepat selesai. Akan jauh lebih baik jika kita memiliki satu timnas untuk Indonesia,” ujar Firman yang baru bergabung dengan Persib, Minggu (28/10) lalu
Gelandang kelahiran Manado itu, akhirnya memilih menolak. Namun, dia sendiri menolak disebut rasa nasionalismenya rendah karena keputusannya untuk lebih fokus membela klub. ''Jangan tanyakan soal nasionalisme, semua pemain pasti mau memperkuat timnas. Membela timnas adalah pencapaian tertinggi seorang pemain. Tapi, jika keadaanya seperti ini, saya memutuskan untuk fokus bermain di klub saja,” ujar Firman.
Firman menuturkan, jika memang timnas masih merasa membutuhkan seorang pemain, seharusnya mereka melakukannya dengan cara yang baik. Semisal, meminta izin kepada manajemen klub yang sedang diperkuat pemain itu.
''Suatu saat ada pihak tertentu yang mendekati saya secara personal. Mereka datang dengan menjanjikan sesuatu, bahkan ada juga pihak yang sampai mengancam. Buat saya itu kan tidak baik, karena justru bisa semakin memperuncing keadaan,”ujar Firman.
Saat ini Firman hanya berharap situasi serba tidak kondusif berangsur membaik. Baginya paling penting bagi seorang pemain adalah mendapat kenyaman ketika bermain. Untuk saat ini, menurutnya tidak mungkin bisa bermain fokus karena tekanan dari kedua belah pihak yang bersebrangan seringkali dialami para pemain.
''Pikiran para pemain pasti akan terkotak-kotak dan tidak fokus. Daripada saya tidak bisa bermain dengan fokus, lebih baik sekalian tidak. Sekarang saya fokus saja bermain untuk Persib dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik,” tandasnya.
Firman tak mendapatkan restu dari klub karena persoalaan konflik dan kepentingan. Turnamen sepak bola paling akbar di Asia Tenggara itu, sepertinya harus dilupakan mantan pemain Persita Tangerang, Arema Indonesia dan Sriwijaya itu.
''Dalam kondisi seperti saat ini, hanya membuat pemain terbebani. Saya harapkan semuanya bisa cepat selesai. Akan jauh lebih baik jika kita memiliki satu timnas untuk Indonesia,” ujar Firman yang baru bergabung dengan Persib, Minggu (28/10) lalu
Gelandang kelahiran Manado itu, akhirnya memilih menolak. Namun, dia sendiri menolak disebut rasa nasionalismenya rendah karena keputusannya untuk lebih fokus membela klub. ''Jangan tanyakan soal nasionalisme, semua pemain pasti mau memperkuat timnas. Membela timnas adalah pencapaian tertinggi seorang pemain. Tapi, jika keadaanya seperti ini, saya memutuskan untuk fokus bermain di klub saja,” ujar Firman.
Firman menuturkan, jika memang timnas masih merasa membutuhkan seorang pemain, seharusnya mereka melakukannya dengan cara yang baik. Semisal, meminta izin kepada manajemen klub yang sedang diperkuat pemain itu.
''Suatu saat ada pihak tertentu yang mendekati saya secara personal. Mereka datang dengan menjanjikan sesuatu, bahkan ada juga pihak yang sampai mengancam. Buat saya itu kan tidak baik, karena justru bisa semakin memperuncing keadaan,”ujar Firman.
Saat ini Firman hanya berharap situasi serba tidak kondusif berangsur membaik. Baginya paling penting bagi seorang pemain adalah mendapat kenyaman ketika bermain. Untuk saat ini, menurutnya tidak mungkin bisa bermain fokus karena tekanan dari kedua belah pihak yang bersebrangan seringkali dialami para pemain.
''Pikiran para pemain pasti akan terkotak-kotak dan tidak fokus. Daripada saya tidak bisa bermain dengan fokus, lebih baik sekalian tidak. Sekarang saya fokus saja bermain untuk Persib dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik,” tandasnya.
(wbs)