Suimin legawa ditinggal Donny dan Jecky
Senin, 29 Oktober 2012 - 19:13 WIB
Suimin legawa ditinggal Donny dan Jecky
A
A
A
Sindonews.com - Perekrutan beberapa pemain oleh PSMS versi RALB Hotel Santika di Mes Kebun Bunga Medan, menjadi tamparan bagi kepengurusan PSMS yang diketuai Indra Sakti Harahap. Gara-gara lamban mengikat pemain, tiga pemain yang diroyeksikan bergabung akhirnya batal rekrut.
Irwanto, Donny F. Siregar, dan Jecky Pasarela yang sebelumnya mengikuti seleksi yang digelar Suimin akhirnya malah berlabuh ke tim PSMS besutan Abdul Rahman Gurning. Kondisi itu jelas sedikit membuat proyeksi tim bentukan Suimin berkurang soliditasnya.
Dikonfirmasi, Suimin Diharja mengaku tidak meempermasalahkan. Menurutnya, dari 30 pemain dan empat penjaga gawang yang lolos ke tahap penentuan, hanya berkurang dua pemain. "Dari 34 pemain, hanya dua yang pergi, Jecky dan Irwanto. Sementara Donny tidak. Ya, kami hargai keputusannya karena sepak bola itu pekerjaan," ujar Suimin.
Sebagai pesepak bola, Suimin mengatakan, keputusan beberapa pilar untuk mundur dari tahap akhir seleksi ke klub yang lain adalah wajar. "Lebih cepat kepastiannya, itu yang duluan. Wajar-wajar saja seperti itu. Tapi, kami juga tetap berjalan dengan program kami," ucap pria berjuluk Pelatih Kampung itu.
Sosok pemain menurut Suimin menjadi faktor penting untuk menumbuhkan semangat publik untuk memberikan dukungan. Dirinya tidak khawatir, karena masih memiliki beberapa pilar penting di PSMs seperti Saktiawan Sinaga, Markus Haris Maulana. Fajar Handika, dan M Afan Lubis. "Apalagi, penggemar sepak bola Medan kritis. Sepak bola bukan cuma menang-kalah, tapi ada seninya. Tim yang baik yang akan mendapat dukungan publik," ucapnya.
Lantas apa upayanya menahan pemain lain agar tidak pergi? Pembicaraan empat mata dia katakan sudah dilakukan dengan pemain-pemain tersebut. "Ya, mereka berkomitmen untuk berada di sini. Dan kami harap mereka tetap hadir," ungkapnya.
Tidak mau berpolemik dengan dualisme PSMS, Suimin menyatakan, PSMS besutannya akan mengikuti pertandingan pemanasan di Lhokseumawe November mendatang menghadapi tim Divisi Utama asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), PSLS Lhokseumawe. "Ada delapan tim yang akan ikut turnamen pemanasan itu, di antaranya PSMS dan PSLS Lhokseumawe. Turnamen itu menerapkan sistem gugur," bebernya.
Mantan pelatih Persijap Jepara, Sriwijaya FC dan Persitara Jakarta Utara itu menyatakan, dirinya merencanakan membawa 25 pemain pada ajang tersebut. Namun, bukan menargetkan juara, pertandingan pemanasan tersebut menurutnya dilakukan untuk mengetahui seperti apa kemamuan fisik pemain.
"Latihan akan digelar terus sampai Kamis. Ada 25 pemain yang akan dibawa. Kami akan menerapkan permainan ressing, untuk mengetahui tenaga pemain, sebelum nantinya akan digembleng kemampuan fisiknya pada pemusatan latihan," pungkasnya.
Irwanto, Donny F. Siregar, dan Jecky Pasarela yang sebelumnya mengikuti seleksi yang digelar Suimin akhirnya malah berlabuh ke tim PSMS besutan Abdul Rahman Gurning. Kondisi itu jelas sedikit membuat proyeksi tim bentukan Suimin berkurang soliditasnya.
Dikonfirmasi, Suimin Diharja mengaku tidak meempermasalahkan. Menurutnya, dari 30 pemain dan empat penjaga gawang yang lolos ke tahap penentuan, hanya berkurang dua pemain. "Dari 34 pemain, hanya dua yang pergi, Jecky dan Irwanto. Sementara Donny tidak. Ya, kami hargai keputusannya karena sepak bola itu pekerjaan," ujar Suimin.
Sebagai pesepak bola, Suimin mengatakan, keputusan beberapa pilar untuk mundur dari tahap akhir seleksi ke klub yang lain adalah wajar. "Lebih cepat kepastiannya, itu yang duluan. Wajar-wajar saja seperti itu. Tapi, kami juga tetap berjalan dengan program kami," ucap pria berjuluk Pelatih Kampung itu.
Sosok pemain menurut Suimin menjadi faktor penting untuk menumbuhkan semangat publik untuk memberikan dukungan. Dirinya tidak khawatir, karena masih memiliki beberapa pilar penting di PSMs seperti Saktiawan Sinaga, Markus Haris Maulana. Fajar Handika, dan M Afan Lubis. "Apalagi, penggemar sepak bola Medan kritis. Sepak bola bukan cuma menang-kalah, tapi ada seninya. Tim yang baik yang akan mendapat dukungan publik," ucapnya.
Lantas apa upayanya menahan pemain lain agar tidak pergi? Pembicaraan empat mata dia katakan sudah dilakukan dengan pemain-pemain tersebut. "Ya, mereka berkomitmen untuk berada di sini. Dan kami harap mereka tetap hadir," ungkapnya.
Tidak mau berpolemik dengan dualisme PSMS, Suimin menyatakan, PSMS besutannya akan mengikuti pertandingan pemanasan di Lhokseumawe November mendatang menghadapi tim Divisi Utama asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), PSLS Lhokseumawe. "Ada delapan tim yang akan ikut turnamen pemanasan itu, di antaranya PSMS dan PSLS Lhokseumawe. Turnamen itu menerapkan sistem gugur," bebernya.
Mantan pelatih Persijap Jepara, Sriwijaya FC dan Persitara Jakarta Utara itu menyatakan, dirinya merencanakan membawa 25 pemain pada ajang tersebut. Namun, bukan menargetkan juara, pertandingan pemanasan tersebut menurutnya dilakukan untuk mengetahui seperti apa kemamuan fisik pemain.
"Latihan akan digelar terus sampai Kamis. Ada 25 pemain yang akan dibawa. Kami akan menerapkan permainan ressing, untuk mengetahui tenaga pemain, sebelum nantinya akan digembleng kemampuan fisiknya pada pemusatan latihan," pungkasnya.
(aww)