Jatim jaring atlet wushu muda berprestasi
Senin, 29 Oktober 2012 - 22:10 WIB
Jatim jaring atlet wushu muda berprestasi
A
A
A
Sindonews.com - Gagal memenuhi target KONI Jatim di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/ Riau, membuat Pengprov Wushu Indonesia (WI) berbenah diri. Salah satunya, Pengporv WI Jatim menggelar kejuaraan wushu tingkat daerah, Desember mendatang.
Ketua Harian Pengprov WI Jatim Pudjianto mengatakan, kejuaraan ini akan berbeda dengan even-even sebelumnya. ''Ini salah satu program pembinaan. Kejuaraan ini nantinya, hanya akan melibatkan atlet-atlet usia muda. Dari situ, kami akan bisa melihat bakat-bakat atlet wushu yang ada di Jatim,” ujarnya.
Ditambahkan Pudjianto, kejuaraan ini digelar sebagai salah bentuk hasil evalusai Pengprov WI Jatim pasca atletnya berlaga di PON XVIII/2012 di Riau, September lalu. "Kami sudah melakukan evaluasi di internal Pengprov dan salah satu hasilnya harus menggelar kejuaraan secepat mungkin, " tambahnya.
Dari hasil PON XVIII lalu, lanjut Pudjianto, potensi atlet Jatim yang sukses meraih medali rata-rata usainya masih berkisar 23 dan 24 tahun. "Melihat hasil itu, tidak ada salahnya jika Jatim mulai sekarang menyiapkan atlet usia muda dengan maksimal 20 tahun, " ucapnya.
Dengan menyiapkan atlet berkisar usai 20 tahun, Pudjinto berharap pada PON 2016 yang digelar di Jawa Barat nanti, wushu Jatim bisa berbicara banyak. “Kita harus memulai dari sekarang sehingga saat PON empat tahun mendatang, kualitas mereka sudah benar-benar bisa diandalkan,” jelasnya.
Pudjianto sangat optimistis, dengan digelarnya kejuaraan usia muda, respons pengurus Wushu di Kabupaten dan Kota yang tersebar di Jatim akan lebih besar. "Ini juga akan menghidupkan pembinaan di daerah. Nantinya, Jawa Timur tidak akan kesulitan dalam mendapatkan bibit-bibit potensi baru," ujar Pudjianto.
Dalam ajang ini, Pengprov WI Jatim mengincar sedikitnya bisa mendapatkan sekitar 40 atlet usia muda. "Jumlah ini sangat ideal untuk dipersiapkan menuju ke PON 2016 di Jawa Barat. Nantinya tentu akan mengerucut lagi sesuai dengan perkembangan, " ucapnya.
Di PON XVIII/2012, prestasi wushu Jatim sebenarnya tidak terlalu jeblok seperti cabang olahraga panjat dan renang. Dari target lima emas, wushu mendapatkan empat emas. Salah satunya dari Ntahalie. Hanya, Jatim tidak mampu bersaing di kelas tarung (sanshou) karena tidak mendapatkan medali emas.
Ketua Harian Pengprov WI Jatim Pudjianto mengatakan, kejuaraan ini akan berbeda dengan even-even sebelumnya. ''Ini salah satu program pembinaan. Kejuaraan ini nantinya, hanya akan melibatkan atlet-atlet usia muda. Dari situ, kami akan bisa melihat bakat-bakat atlet wushu yang ada di Jatim,” ujarnya.
Ditambahkan Pudjianto, kejuaraan ini digelar sebagai salah bentuk hasil evalusai Pengprov WI Jatim pasca atletnya berlaga di PON XVIII/2012 di Riau, September lalu. "Kami sudah melakukan evaluasi di internal Pengprov dan salah satu hasilnya harus menggelar kejuaraan secepat mungkin, " tambahnya.
Dari hasil PON XVIII lalu, lanjut Pudjianto, potensi atlet Jatim yang sukses meraih medali rata-rata usainya masih berkisar 23 dan 24 tahun. "Melihat hasil itu, tidak ada salahnya jika Jatim mulai sekarang menyiapkan atlet usia muda dengan maksimal 20 tahun, " ucapnya.
Dengan menyiapkan atlet berkisar usai 20 tahun, Pudjinto berharap pada PON 2016 yang digelar di Jawa Barat nanti, wushu Jatim bisa berbicara banyak. “Kita harus memulai dari sekarang sehingga saat PON empat tahun mendatang, kualitas mereka sudah benar-benar bisa diandalkan,” jelasnya.
Pudjianto sangat optimistis, dengan digelarnya kejuaraan usia muda, respons pengurus Wushu di Kabupaten dan Kota yang tersebar di Jatim akan lebih besar. "Ini juga akan menghidupkan pembinaan di daerah. Nantinya, Jawa Timur tidak akan kesulitan dalam mendapatkan bibit-bibit potensi baru," ujar Pudjianto.
Dalam ajang ini, Pengprov WI Jatim mengincar sedikitnya bisa mendapatkan sekitar 40 atlet usia muda. "Jumlah ini sangat ideal untuk dipersiapkan menuju ke PON 2016 di Jawa Barat. Nantinya tentu akan mengerucut lagi sesuai dengan perkembangan, " ucapnya.
Di PON XVIII/2012, prestasi wushu Jatim sebenarnya tidak terlalu jeblok seperti cabang olahraga panjat dan renang. Dari target lima emas, wushu mendapatkan empat emas. Salah satunya dari Ntahalie. Hanya, Jatim tidak mampu bersaing di kelas tarung (sanshou) karena tidak mendapatkan medali emas.
(aww)