Efek Garuda terbawa ke Persib Bandung
Selasa, 30 Oktober 2012 - 10:48 WIB
Efek Garuda terbawa ke Persib Bandung
A
A
A
Sindonews.com – Bergabungnya para pemain yang baru membela tim nasional Indonesia asuhan pelatih Alfred Riedl berdampak positif terhadap kualitas permainan Persib Bandung.
Meski PS UPI Bandung lawan yang dihadapi Persib pada uji coba di Stadion Siliwangi, Senin (29/10) di akui striker Persib, Herman Dzumafo Epandi berada di bawah Persib. Namun, ia merasakan betul perbedaan antara bermain dengan dan tanpa penggawa Garuda versi kubu PSSI KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mataliti.
Menurut Dzumafo suplai bola ke depan yang biasanya sepi, kini lebih tinggi intensitas maupun variasinya. Kehadiran Supardi, M. Ridwan dan Firman Utina, cukup memudahkan Dzumafo membuka ruang dan mencetak gol. Pada laga persahabatan yang berakhir dengan skor telak 13-1 untuk Maung Bandung itu, Dzumafo mencetak enam gol.
“Firman, Ridwan dan Supardi membuat bola gampang sampai ke depan. Suplai bola pun menjadi lebih bagus. Saya sudah tahu kapasitas mereka. Saya hanya tinggal mencari ruang saja,” jelas striker asal Kamerun tersebut.
Hal senada diungkapkan pelatih Djadjang Nurdjaman dengan menyebut kehadiran lima pemain nasional membuat permainan Persib lebih berwarna. Meskipun dalam kondisi kelelahan karena baru memperkuat tim nasional, I Made Wirawan, Jajang Sukmara, Supardi, Muhammad Ridwan dan Firman Utina menunjukkan diri bisa membuat permainan Persib lebih efektif dan efesien.
“Harus diakui, kehadiran mereka (pemain nasional) berpengaruh besar terhadap tim secara keseluruhan. Paling tidak, serangan menjadi lebih efektif. Dalam kondisi lelah, mereka mampu tampil cukup baik. Ke depan, kita berharap mereka akan tampil lebih baik lagi,” ucapnya.
Selama ini Djadjang memang tak bisa cukup maksimal untuk memoles skema permainan yang bakal dikembangkannya. Dengan bergabungnya sejumlah pemain nasional, Djadjang kini lebih leluasa dalam menyusun komposisi pemain utama dan skema permainan yang bakal dikembangkannya.
Bersama mereka, kini asa Maung Bandung membumbung tinggi untuk menguasai turnamen pra musim seperti Celebes Cup 2012, awal November dan Inter Island Cup (IIC) selang satu bulang kemudian. Tak ada alasan bagi Persib untuk tidak melewatkan turnamen Celebes Cup 2012 tanpa status juara.
Maung Bandung memiliki materi pemain yang jauh lebih baik dibandingkan Makasar United, Barito Putera dan Sriwijaya FC kendati klub asal Palembang tersebut berstatus sebagai juara ISL musim lalu. Kehilangan banyak pemain penting membuat Laskar Wong Kito diragukan bisa mengulang kejayaan seperti musim lalu.
“Bukan perkara bisa juara dan tidak. Saya lebih mengharapkan kita pada turnamen tersebut (Celebes Cup) sudah bisa menunjukkan kekompakan. Dengan modal kekompakkan kita bisa lebih membuka peluang untuk meraih prestasi tinggi,” ucap Ridwan.
Meski PS UPI Bandung lawan yang dihadapi Persib pada uji coba di Stadion Siliwangi, Senin (29/10) di akui striker Persib, Herman Dzumafo Epandi berada di bawah Persib. Namun, ia merasakan betul perbedaan antara bermain dengan dan tanpa penggawa Garuda versi kubu PSSI KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mataliti.
Menurut Dzumafo suplai bola ke depan yang biasanya sepi, kini lebih tinggi intensitas maupun variasinya. Kehadiran Supardi, M. Ridwan dan Firman Utina, cukup memudahkan Dzumafo membuka ruang dan mencetak gol. Pada laga persahabatan yang berakhir dengan skor telak 13-1 untuk Maung Bandung itu, Dzumafo mencetak enam gol.
“Firman, Ridwan dan Supardi membuat bola gampang sampai ke depan. Suplai bola pun menjadi lebih bagus. Saya sudah tahu kapasitas mereka. Saya hanya tinggal mencari ruang saja,” jelas striker asal Kamerun tersebut.
Hal senada diungkapkan pelatih Djadjang Nurdjaman dengan menyebut kehadiran lima pemain nasional membuat permainan Persib lebih berwarna. Meskipun dalam kondisi kelelahan karena baru memperkuat tim nasional, I Made Wirawan, Jajang Sukmara, Supardi, Muhammad Ridwan dan Firman Utina menunjukkan diri bisa membuat permainan Persib lebih efektif dan efesien.
“Harus diakui, kehadiran mereka (pemain nasional) berpengaruh besar terhadap tim secara keseluruhan. Paling tidak, serangan menjadi lebih efektif. Dalam kondisi lelah, mereka mampu tampil cukup baik. Ke depan, kita berharap mereka akan tampil lebih baik lagi,” ucapnya.
Selama ini Djadjang memang tak bisa cukup maksimal untuk memoles skema permainan yang bakal dikembangkannya. Dengan bergabungnya sejumlah pemain nasional, Djadjang kini lebih leluasa dalam menyusun komposisi pemain utama dan skema permainan yang bakal dikembangkannya.
Bersama mereka, kini asa Maung Bandung membumbung tinggi untuk menguasai turnamen pra musim seperti Celebes Cup 2012, awal November dan Inter Island Cup (IIC) selang satu bulang kemudian. Tak ada alasan bagi Persib untuk tidak melewatkan turnamen Celebes Cup 2012 tanpa status juara.
Maung Bandung memiliki materi pemain yang jauh lebih baik dibandingkan Makasar United, Barito Putera dan Sriwijaya FC kendati klub asal Palembang tersebut berstatus sebagai juara ISL musim lalu. Kehilangan banyak pemain penting membuat Laskar Wong Kito diragukan bisa mengulang kejayaan seperti musim lalu.
“Bukan perkara bisa juara dan tidak. Saya lebih mengharapkan kita pada turnamen tersebut (Celebes Cup) sudah bisa menunjukkan kekompakan. Dengan modal kekompakkan kita bisa lebih membuka peluang untuk meraih prestasi tinggi,” ucap Ridwan.
(wbs)