Kalah bersinar, Ridwan penasaran
Selasa, 30 Oktober 2012 - 13:27 WIB
Kalah bersinar, Ridwan penasaran
A
A
A
Sindonews.com – Muhammad Ridwan mengaku merasa heran melihat kenyataan Persib Bandung kalah bersinar dibandingkan Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Arema Indonesia dan klub lainnya di Indonesia.
Eks pemain PSIS Semarang itu, heran sejak 1995 Persib tak pernah mampu menjadi juara meski memiliki modal komplet untuk menjadi sebuah tim juara. Dukungan finansial yang melimpah, materi pemain mumpuni, sejarah dan suporter yang fanatik.
Rasa penasaran itu juga yang membuat Ridwan memilih Persib jadi lintasan cerita karir sepak bola dirinya. Meski Bandung bukan kampung kelahirannya, Ridwan ingin menorehkan cerita membanggakan untuk suporter Maung Bandung musim depan.
“Setiap tahun Persib selalu memiliki materi pemain bagus. Tapi yang menjadi pertanyaan dan tidak saya mengerti adalah mengapa Persib selalu gagal menjadi juara. Buat saya pribadi ini adalah tantangan ketika saya memutuskan untuk bergabung ke Persib. Saya berharap bisa membawa Persib juara,” ungkap Ridwan.
Gelar juara ISL musim lalu adalah gelar pertama yang di raih Ridwan sepanjang karir sepak bola profesional yang sudah di rintisnya sejak tahun 1999 bersama PSIS Semarang. Ia cukup optimistis Maung Bandung bisa berprestasi, pasalnya materi pemain musim ini dinilainya cukup meyakinkan untuk menyabet gelar juara.
“Mayoritas para pemain Persib musim ini merupakan para pemain yang memiliki pengalaman bermain. Beberapa pemain juga sudah cukup saya kenal karena pernah sama-sama satu klub maupun sama-sama pernah membela timnas seperti Firman Utina, Supardi dan Atep,” jelasnya.
Kendati terlambat bergabung ke Persib namun Ridwan tidak khawatir bakal kesulitan melakukan adaptasi. “Sekarang hanya masalah adaptasi saja. Tapi itu pun saya kira tidak akan lama. Walaupun 60 persen adalah pemain baru, tapi kita sudah tahu karakter masing-masing karena sudah sering ketemu,” papar Ridwan.
Eks pemain PSIS Semarang itu, heran sejak 1995 Persib tak pernah mampu menjadi juara meski memiliki modal komplet untuk menjadi sebuah tim juara. Dukungan finansial yang melimpah, materi pemain mumpuni, sejarah dan suporter yang fanatik.
Rasa penasaran itu juga yang membuat Ridwan memilih Persib jadi lintasan cerita karir sepak bola dirinya. Meski Bandung bukan kampung kelahirannya, Ridwan ingin menorehkan cerita membanggakan untuk suporter Maung Bandung musim depan.
“Setiap tahun Persib selalu memiliki materi pemain bagus. Tapi yang menjadi pertanyaan dan tidak saya mengerti adalah mengapa Persib selalu gagal menjadi juara. Buat saya pribadi ini adalah tantangan ketika saya memutuskan untuk bergabung ke Persib. Saya berharap bisa membawa Persib juara,” ungkap Ridwan.
Gelar juara ISL musim lalu adalah gelar pertama yang di raih Ridwan sepanjang karir sepak bola profesional yang sudah di rintisnya sejak tahun 1999 bersama PSIS Semarang. Ia cukup optimistis Maung Bandung bisa berprestasi, pasalnya materi pemain musim ini dinilainya cukup meyakinkan untuk menyabet gelar juara.
“Mayoritas para pemain Persib musim ini merupakan para pemain yang memiliki pengalaman bermain. Beberapa pemain juga sudah cukup saya kenal karena pernah sama-sama satu klub maupun sama-sama pernah membela timnas seperti Firman Utina, Supardi dan Atep,” jelasnya.
Kendati terlambat bergabung ke Persib namun Ridwan tidak khawatir bakal kesulitan melakukan adaptasi. “Sekarang hanya masalah adaptasi saja. Tapi itu pun saya kira tidak akan lama. Walaupun 60 persen adalah pemain baru, tapi kita sudah tahu karakter masing-masing karena sudah sering ketemu,” papar Ridwan.
(wbs)