Pengurus lamban soal unifikasi Persis
Rabu, 31 Oktober 2012 - 13:22 WIB
Pengurus lamban soal unifikasi Persis
A
A
A
Sindonews.com - Penyatuan duo Persis, versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan Liga Indonesia (Liga) tidak akan terwujud, jika pengurus Persis tidak mengambil inisiatif mengundang dua managemen. Jika pengurus tidak segera bertindak, musim depan dualisme Persis masih terjadi, apalagi kick off musim depan semakin mepet.
Manager Persis versi PT Liga Totok Supriyanto mengatakan, pihak yang seharusnya berinisiatif menyatukan dua Persis ada di tingkat pengurus Persis. Logikanya, kata dia, saat kompetisi sudah berakhir maka tanggung jawab dikembalikan kepada pengurus Persis. "Kalau pengurus tidak berinisiaif mempertemukan dua managemen, sulit Persis musim depan bisa bersatu lagi," kata dia, Rabu (31/10/2012).
Menurut dia, kapasitasnya sebagai manager Persis PT Liga sudah tidak akan berlaku saat kompetisi sudah berakhir. Sehingga tidak mungkin dirinya yang mengambil inisiatif menyatukan duo Persis. "Saya dan Pak Joni (Manager Persis versi PT LPIS) tidak punya kewenangan untuk mengundang membahas penyatuan dua Persis. Tugas saya dan Pak Joni (sebagai manager) sudah berakhir saat liga sudah berakhir," jelasnya.
Totok sangat menyayangkan minat yang begitu besar penyatuan dua Persis tidak direspon secara cepat oleh jajaran pengurus. "Saat ini bolanya ada di pengurus. Semua pihak, baik managemen (Persis) PT LPIS dan PT Liga sudah satu visi menyatukan Persis, demikian warga Solo, termasuk wali kotanya juga menginginkan Persis hanya satu. Tapi itu tidak direspon secara cepat oleh pengurus," bebernya.
Seharusnya, kata dia, saat Wali Kota FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo mengeluarkan statemen Persis harus bersatu, pengurus Persis langsung merespon dan megambil inisiatif mempertemukan stakeholder. "Sayangnya, lampu hijau dari beliau (wali kota Solo) tidak direspon," ungkapnya seolah menyayangkan pengurus Persis yang dinilai lamban.
Dia mengakui, saat ini selain sebagai manager Persis PT Liga juga menjabat sebagai pengurus Persis Solo. Namun, sesuai tupoksi seharusnya langkah menyatukan dua Persis diemban oleh Bidang Organisasi. "Saya memang pengurus Persis, selaku koordinator bidang umum. Sesuai tupoksi seharusnya yang bekerja adalah Bidang Organisasi," ungkapnya.
Senada diungkapkan Mantan Ketua Umum Persis yang juga Wali Kota Solo FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo. Bahkan Rudy siap memfasilitasi unifikasi Persis jika mendapat amanah dari pengurus Persis. "Jika saya ditunjuk memfasilitasi pertemuan itu (penyatuan dua Persis), saya sangat siap. Dalam hal ini, saya menunggu dari pengurus (Persis) saja," kata dia.
Menurut dia, dualisme Persis seperti yang terjadi pada musim lalu jangan terulang lagi di musim depan. "Idealnya Persis hanya satu dan mengikuti satu kompetisi saja. Mau ikut kompetisi di bawah PT LPIS atau PT Liga, itu urusan nanti. Yang utama adalah Persis bersatu dulu," tegasnya.
Manager Persis versi PT Liga Totok Supriyanto mengatakan, pihak yang seharusnya berinisiatif menyatukan dua Persis ada di tingkat pengurus Persis. Logikanya, kata dia, saat kompetisi sudah berakhir maka tanggung jawab dikembalikan kepada pengurus Persis. "Kalau pengurus tidak berinisiaif mempertemukan dua managemen, sulit Persis musim depan bisa bersatu lagi," kata dia, Rabu (31/10/2012).
Menurut dia, kapasitasnya sebagai manager Persis PT Liga sudah tidak akan berlaku saat kompetisi sudah berakhir. Sehingga tidak mungkin dirinya yang mengambil inisiatif menyatukan duo Persis. "Saya dan Pak Joni (Manager Persis versi PT LPIS) tidak punya kewenangan untuk mengundang membahas penyatuan dua Persis. Tugas saya dan Pak Joni (sebagai manager) sudah berakhir saat liga sudah berakhir," jelasnya.
Totok sangat menyayangkan minat yang begitu besar penyatuan dua Persis tidak direspon secara cepat oleh jajaran pengurus. "Saat ini bolanya ada di pengurus. Semua pihak, baik managemen (Persis) PT LPIS dan PT Liga sudah satu visi menyatukan Persis, demikian warga Solo, termasuk wali kotanya juga menginginkan Persis hanya satu. Tapi itu tidak direspon secara cepat oleh pengurus," bebernya.
Seharusnya, kata dia, saat Wali Kota FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo mengeluarkan statemen Persis harus bersatu, pengurus Persis langsung merespon dan megambil inisiatif mempertemukan stakeholder. "Sayangnya, lampu hijau dari beliau (wali kota Solo) tidak direspon," ungkapnya seolah menyayangkan pengurus Persis yang dinilai lamban.
Dia mengakui, saat ini selain sebagai manager Persis PT Liga juga menjabat sebagai pengurus Persis Solo. Namun, sesuai tupoksi seharusnya langkah menyatukan dua Persis diemban oleh Bidang Organisasi. "Saya memang pengurus Persis, selaku koordinator bidang umum. Sesuai tupoksi seharusnya yang bekerja adalah Bidang Organisasi," ungkapnya.
Senada diungkapkan Mantan Ketua Umum Persis yang juga Wali Kota Solo FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo. Bahkan Rudy siap memfasilitasi unifikasi Persis jika mendapat amanah dari pengurus Persis. "Jika saya ditunjuk memfasilitasi pertemuan itu (penyatuan dua Persis), saya sangat siap. Dalam hal ini, saya menunggu dari pengurus (Persis) saja," kata dia.
Menurut dia, dualisme Persis seperti yang terjadi pada musim lalu jangan terulang lagi di musim depan. "Idealnya Persis hanya satu dan mengikuti satu kompetisi saja. Mau ikut kompetisi di bawah PT LPIS atau PT Liga, itu urusan nanti. Yang utama adalah Persis bersatu dulu," tegasnya.
(wbs)