Fisik digenjot, pemain Persebaya DU muntah-muntah
Rabu, 31 Oktober 2012 - 19:46 WIB
Fisik digenjot, pemain Persebaya DU muntah-muntah
A
A
A
Sindonews.com - Gaya kepelatihan Miroslav Janu tidak pernah berubah. Meski turun kasta melatih tim Divisi Utama, Persebaya, tapi pria asal Republik Ceko tetap dikenal tegas tanpa kenal kompromi.
Setelah terlibat adu mulut dengan asisten manajer Gangsar Yudhi, giliran para pemain seleksi ''disiksa". Seluruh pemain diwajibkan melahap menu latihan fisik di Lapangan Nanggala, Surabaya, Rabu siang (31/10). Akibatnya, beberapa pemain harus muntah-muntah di tepi lapangan.
Agenda latihan digelar tidak seperti biasanya karena baru dimulai pukul 09.00 WIB. Ketika sinar matahari sudah mulai panas, pemain disuruh berlari mengelilingi lapangan. Sebelumnya, para pemain melakukan pemanasan selama 15 menit.
Sebanyak 25 pemain dibagi empat kelompok menjadi enam hingga tujuh pemain. Sekilas lari mengelilingi lapangan tak ubahnya seperti pemanasan biasa. Namun ternyata mereka diharuskan berlari selama 15 menit tanpa berhenti. Setelah selesai pemain, hanya diberikan waktu istirahat selama dua menit untuk minum.
Setelah minum, Janu kembali meminta semua pemain berlari hingga agenda latihan pukul 11.00 berakhir. Memasuki putaran terakhir, salah satu pemain, Zainal Abidin, terpaksa menepi ke lapangan. Tak lama, dia tertunduk dan dan muntah-muntah.
Melihat pemainnya muntah, Janu justru tidak menyuruh istrahat bahkan terlihat marah dan menyuruh kembali berlari. Tidak hanya Zainal, salah satu pemain asing teppa Hele Kathieu juga menepi, meski tidak sampai muntah. "Pemain mengelilingi lapangan sejauh 7,5 km. Pemain harus tahan kalau ingin bermain bagus di kompetisi nanti," jelas Janu.
Dalam latihan kemarin, Janu dibantu dua asistennya, yakni Yusuf Ekodono dan Tony Ho. Tidak ada muka baru dalam latihan, Rabu (31/10/2012). Justru beberapa pemain yang ikut seleksi sejak awal sudah menghilang seperti Basuki dan Agustiar 'Ucok' Batubara, "Ini sudah menjadi program latihan fisik sebelum masuk ke teknik dan strategi tim, " ucapnya.
Sebelum "menyiksa" pemain dengan menu latihan fisik berat, sebelumnya Janu juga sempat melakukan kontroversi. Salah satunya menyebut manajemen Persebaya disusupi "agen pemain" karena banyak pemain seleksi datang tanpa melapor pada tim pelatih. Di hari pertama, Janu juga sudah ribut dengan asisten manajer Gangsar Yudhi, karena 20 bola yang diminta tidak tersedia.
Setelah terlibat adu mulut dengan asisten manajer Gangsar Yudhi, giliran para pemain seleksi ''disiksa". Seluruh pemain diwajibkan melahap menu latihan fisik di Lapangan Nanggala, Surabaya, Rabu siang (31/10). Akibatnya, beberapa pemain harus muntah-muntah di tepi lapangan.
Agenda latihan digelar tidak seperti biasanya karena baru dimulai pukul 09.00 WIB. Ketika sinar matahari sudah mulai panas, pemain disuruh berlari mengelilingi lapangan. Sebelumnya, para pemain melakukan pemanasan selama 15 menit.
Sebanyak 25 pemain dibagi empat kelompok menjadi enam hingga tujuh pemain. Sekilas lari mengelilingi lapangan tak ubahnya seperti pemanasan biasa. Namun ternyata mereka diharuskan berlari selama 15 menit tanpa berhenti. Setelah selesai pemain, hanya diberikan waktu istirahat selama dua menit untuk minum.
Setelah minum, Janu kembali meminta semua pemain berlari hingga agenda latihan pukul 11.00 berakhir. Memasuki putaran terakhir, salah satu pemain, Zainal Abidin, terpaksa menepi ke lapangan. Tak lama, dia tertunduk dan dan muntah-muntah.
Melihat pemainnya muntah, Janu justru tidak menyuruh istrahat bahkan terlihat marah dan menyuruh kembali berlari. Tidak hanya Zainal, salah satu pemain asing teppa Hele Kathieu juga menepi, meski tidak sampai muntah. "Pemain mengelilingi lapangan sejauh 7,5 km. Pemain harus tahan kalau ingin bermain bagus di kompetisi nanti," jelas Janu.
Dalam latihan kemarin, Janu dibantu dua asistennya, yakni Yusuf Ekodono dan Tony Ho. Tidak ada muka baru dalam latihan, Rabu (31/10/2012). Justru beberapa pemain yang ikut seleksi sejak awal sudah menghilang seperti Basuki dan Agustiar 'Ucok' Batubara, "Ini sudah menjadi program latihan fisik sebelum masuk ke teknik dan strategi tim, " ucapnya.
Sebelum "menyiksa" pemain dengan menu latihan fisik berat, sebelumnya Janu juga sempat melakukan kontroversi. Salah satunya menyebut manajemen Persebaya disusupi "agen pemain" karena banyak pemain seleksi datang tanpa melapor pada tim pelatih. Di hari pertama, Janu juga sudah ribut dengan asisten manajer Gangsar Yudhi, karena 20 bola yang diminta tidak tersedia.
(aww)