Dua PSMS berebut Stadion Kebun Bunga
Rabu, 31 Oktober 2012 - 20:47 WIB
Dua PSMS berebut Stadion Kebun Bunga
A
A
A
Sindonews.com - Dualisme kepengurusan PSMS Medan mengancam eksistensi tim berjuluk Ayam Kinantan besutan pelatih Suimin Diharja. Pasalnya, Stadion Kebun Bunga yang menjadi venue latihan bakal diambil alih oleh tim PSMS yang diarsiteki Abdul Rahman Gurning yang saat ini sedang menggelar perekrutan pemain.
PSMS besutan Gurning yang berada di bawah kepemimpinan Benny Sihotang dipastikan akan mengambil alih penggunaan stadion tersebut dengan persetujuan dari Wali Kota Medan, Rahudman Harahap lewat Dinas Pertamanan kota. Hal itu ditegaskan Benny yang dikonfirmasi Rabu (31/10).
"Home base sebagai penginapan dan latihan PSMS tetap di stadion Kebun Bunga. Meskipun, saat ini digunakan tim Suimin Diharja, setelah pengurus dikukuhkan, secepatnya akan melayangkan surat minta izin penggunaan stadion Kebun Bunga. Untuk menentukan siapa yang berhak menduduki stadion kebun bunga kita lihat saja PSMS mana yang diizinkan Pemko Medan" ujar Benny.
Disebutkannya, saat ini, PSMS yang diproyeksikan bernaung di kompetisi PSSI sedang mempersiapkan tim dan masih mencari figur-figur pemain profesional untuk menjadi skuad PSMS tanpa adanya penyeleksian.
Dia menambahkan, setelah pemain memenuhi kuota tim dengan 23 pemain lokal dan 3 pemain asing, maka akan segera melakukan latihan di Kebun Bunga yang ditangani pelatih Abdul Rahman Gurning dan asistennya Edi Syahputra dan Sugiar. ''Pemusatan latihan PSMS tetap dilakukan di kebun bunga, sehingga masyarakat sebagai pecinta PSMS dapat melihat secara langsung tim kesayangannya berlatih setiap harinya," tandas Benny.
Namun, PSMS Medan kubu Indra Sakti Harahap tidak bergeming. Mereka bertekad, PSMS tetap berlatihh di Stadion Kebun Bunga. Sekum PSMS Versi Indra Sakti Harahap, Martius Latuperissa mengatakan bahwa PSMS yang saat ini berlatih di Stadion Kebun Bunga di bawah koordinasi pelatih Suimin Diharja tetap menggunakan venue tersebut kendati ada PSMS lain.
Ditegaskannya, pihaknya juga telah mempersiapkan gugatan kepada wali kota Medan yang diduga telah membuat PSMS hancur dengan memberikan izin untuk membuat PSMS yang lain. Sebenarnya, tanpa disadari atau tidak yang membuat PSMS itu hancur dan menjadi dua karena ulah wali kota Medan.
Dia juga memaparkan, meskipun PSMS di bawah Ketua Umum Benny Sihotang berambisi menduduki Stadion Kebun Bunga karena home base tersebut milik Pemko Medan, pihaknya tidak memberikan begitu saja pada mereka. Masyarakat Medan saat ini mengetahui bahwa PSMS di bawah Ketua Umum Indra Sakti Harahap adalah yang sah.
"Kalau kami pelajari sepak terjang PSMS sampai dualisme terjadi, itu merupakan ulah pengurus yang bukan asli orang Medan. Untuk diketahui Indra Sakti Harahap menjadi Ketua Umum PSMS awalnya mendapat dukungan wali kota Medan dan restu dari beberapa pengurus inti PSMS musim lalu. Anehnya, setelah Indra Sakti terpilih di Hotel Candi beberapa pengurus musim lalu yang tak terpilih di kepengurusan seperti kebakaran jenggot, sehingga membuat RALB di Hotel Santika dan memilih Ketua Umum PSMS lagi," papar Martius.
Dituturkannya, seharusnya pengurus musim lalu, PSMS yang berkompetisi di ISL dan IPL merasa malu terhadap masyarakat Medan karena prestasi PSMS anjlok hingga turun kasta, belum lagi gaji pemain yang belum dibayar.
"Apa pun ceritanya kami tetap bertahan di kebun bunga sebagai home base. Jangan PSMS dijadikan ajang politik dan cari makan. Seharusnya pengurus yang tak terpilih pada kepengurusan Indra Sakti legowo, bukan memperkeruh suasana dan memberikan kesempatan kepada Indra Sakti untuk memajukan PSMS" pungkasnya.
Mirip seperti musim lalu, Perseteruan di internal PSMS berujung dualisme dengan dua tim yang satu mengikuti kompetisi yakni ISL dengan Chief Ekskutif Officer (CEO) Idris dengan home base di stadion Kebun Bunga sementara PSMS yang berlaga di IPL dengan CEO Freddy Hutabarat menggunakan beberapa lapangan sebagai venue latihan
PSMS besutan Gurning yang berada di bawah kepemimpinan Benny Sihotang dipastikan akan mengambil alih penggunaan stadion tersebut dengan persetujuan dari Wali Kota Medan, Rahudman Harahap lewat Dinas Pertamanan kota. Hal itu ditegaskan Benny yang dikonfirmasi Rabu (31/10).
"Home base sebagai penginapan dan latihan PSMS tetap di stadion Kebun Bunga. Meskipun, saat ini digunakan tim Suimin Diharja, setelah pengurus dikukuhkan, secepatnya akan melayangkan surat minta izin penggunaan stadion Kebun Bunga. Untuk menentukan siapa yang berhak menduduki stadion kebun bunga kita lihat saja PSMS mana yang diizinkan Pemko Medan" ujar Benny.
Disebutkannya, saat ini, PSMS yang diproyeksikan bernaung di kompetisi PSSI sedang mempersiapkan tim dan masih mencari figur-figur pemain profesional untuk menjadi skuad PSMS tanpa adanya penyeleksian.
Dia menambahkan, setelah pemain memenuhi kuota tim dengan 23 pemain lokal dan 3 pemain asing, maka akan segera melakukan latihan di Kebun Bunga yang ditangani pelatih Abdul Rahman Gurning dan asistennya Edi Syahputra dan Sugiar. ''Pemusatan latihan PSMS tetap dilakukan di kebun bunga, sehingga masyarakat sebagai pecinta PSMS dapat melihat secara langsung tim kesayangannya berlatih setiap harinya," tandas Benny.
Namun, PSMS Medan kubu Indra Sakti Harahap tidak bergeming. Mereka bertekad, PSMS tetap berlatihh di Stadion Kebun Bunga. Sekum PSMS Versi Indra Sakti Harahap, Martius Latuperissa mengatakan bahwa PSMS yang saat ini berlatih di Stadion Kebun Bunga di bawah koordinasi pelatih Suimin Diharja tetap menggunakan venue tersebut kendati ada PSMS lain.
Ditegaskannya, pihaknya juga telah mempersiapkan gugatan kepada wali kota Medan yang diduga telah membuat PSMS hancur dengan memberikan izin untuk membuat PSMS yang lain. Sebenarnya, tanpa disadari atau tidak yang membuat PSMS itu hancur dan menjadi dua karena ulah wali kota Medan.
Dia juga memaparkan, meskipun PSMS di bawah Ketua Umum Benny Sihotang berambisi menduduki Stadion Kebun Bunga karena home base tersebut milik Pemko Medan, pihaknya tidak memberikan begitu saja pada mereka. Masyarakat Medan saat ini mengetahui bahwa PSMS di bawah Ketua Umum Indra Sakti Harahap adalah yang sah.
"Kalau kami pelajari sepak terjang PSMS sampai dualisme terjadi, itu merupakan ulah pengurus yang bukan asli orang Medan. Untuk diketahui Indra Sakti Harahap menjadi Ketua Umum PSMS awalnya mendapat dukungan wali kota Medan dan restu dari beberapa pengurus inti PSMS musim lalu. Anehnya, setelah Indra Sakti terpilih di Hotel Candi beberapa pengurus musim lalu yang tak terpilih di kepengurusan seperti kebakaran jenggot, sehingga membuat RALB di Hotel Santika dan memilih Ketua Umum PSMS lagi," papar Martius.
Dituturkannya, seharusnya pengurus musim lalu, PSMS yang berkompetisi di ISL dan IPL merasa malu terhadap masyarakat Medan karena prestasi PSMS anjlok hingga turun kasta, belum lagi gaji pemain yang belum dibayar.
"Apa pun ceritanya kami tetap bertahan di kebun bunga sebagai home base. Jangan PSMS dijadikan ajang politik dan cari makan. Seharusnya pengurus yang tak terpilih pada kepengurusan Indra Sakti legowo, bukan memperkeruh suasana dan memberikan kesempatan kepada Indra Sakti untuk memajukan PSMS" pungkasnya.
Mirip seperti musim lalu, Perseteruan di internal PSMS berujung dualisme dengan dua tim yang satu mengikuti kompetisi yakni ISL dengan Chief Ekskutif Officer (CEO) Idris dengan home base di stadion Kebun Bunga sementara PSMS yang berlaga di IPL dengan CEO Freddy Hutabarat menggunakan beberapa lapangan sebagai venue latihan
(aww)