FPTI Jabar konsisten regenerasi atlet
Rabu, 31 Oktober 2012 - 21:21 WIB
FPTI Jabar konsisten regenerasi atlet
A
A
A
Sindonews.com - Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kab. Bandung Barat melakukan regenerasi atlet menuju Pekan Olahraga Darah (Porda) 2014. Selain dengan latihan, para atlet juga akan terus diikutkan ke berbagai kejuaraan.
Ketua Harian Pengcab FPTI KBB, Nunu Nugroho menuturkan, pihaknya akan terus melakukan regenerasi atlet panjat tebing untuk disiapkan dalam berbagai kejuaraan seperti Porda. Salah satu pembinaan yang dilakukan yaitu dengan mengikutsertakan para atlet dalam kejurda junior yang belum lama ini dilaksanakan di arena panjat Pajajaran Bandung.
"Untuk mengasah kemampuan hasil latihan kami ikut sertakan para atlet ke tiap kejuaraan seperti Kejurda kelompok umur, antara usia 7 hingga 15 tahun. Alhamdulillah beberapa atlet kita mendapat medali dalam kejuaraan ini," katanya kepada SINDO.
Menurut Nunu, kejurda itu merupakan kesiapan dan penjaringan para atlet untuk Kejurnas junior di Bali. Namun untuk atlet KBB, ajang ini juga menjadi salah satu kesiapan Porda.
"Para pemanjat tebing yang ikut Kejurda dan mendapat medali tentunya punya tiket untuk masuk Kejurnas di Bali. Tapi selain itu, dengan ajang Kejurda seperti itu kita siapkan juga atlet untuk menghadapi Porda," katanya.
Sedangkan untuk sarana latihan, Nunu menilai di KBB sempat memiliki papan panjat yang berada di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Namun karena berbahan dasar kayu, sehingga seiring waktu dan cuaca yang kadang panas dan hujan papan panjat pun menjadi lapuk dan tidak layak untuk dipakai.
"Selain di Kota Baru Parahyangan, di KBB juga ada tebing alami yang kadang digunakan untuk latihan seperti di Citatah. Para atlet juga banyak yang latihan bersama komunitas panjat tebing yang ada di Bandung," katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Herdi Hartadji menuturkan hasil kejurda yang digelar bebrapa waktu lalu, pihaknya hanya akan mengirimkan para atlet yang keluar sebagai juara I untuk mengikuti event yang lebih tinggi yaitu kejurnas di Bali.
Menurut Herdi, selain untuk kejurnas, nantinya para atlet junior ini akan terus dibina untuk menghadapi PON remaja. Mengenai perkembangan atlet panjat tebing di Jabar, Herdi mengatakan, untuk kelompok umur saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Sayang, kurangnya sarana dinding panjang membuat performanya menjadi tidak memuaskan.
Dari keseluruhan 24 Pengcab yang ada di Jabar, belum sepenuhnya memiliki sarana yang representatif. Tentunya, hal itu berpengaruh terhadap pembinaan para atlet. Tapi, meskipun demikian, pihaknya akan teerus berusaha untuk memaksimalkan pembinaan. Pasalnya, banyak sekali potensi dari para atlet yang bisa digali untuk menorehkan prestasi.
Ketua Harian Pengcab FPTI KBB, Nunu Nugroho menuturkan, pihaknya akan terus melakukan regenerasi atlet panjat tebing untuk disiapkan dalam berbagai kejuaraan seperti Porda. Salah satu pembinaan yang dilakukan yaitu dengan mengikutsertakan para atlet dalam kejurda junior yang belum lama ini dilaksanakan di arena panjat Pajajaran Bandung.
"Untuk mengasah kemampuan hasil latihan kami ikut sertakan para atlet ke tiap kejuaraan seperti Kejurda kelompok umur, antara usia 7 hingga 15 tahun. Alhamdulillah beberapa atlet kita mendapat medali dalam kejuaraan ini," katanya kepada SINDO.
Menurut Nunu, kejurda itu merupakan kesiapan dan penjaringan para atlet untuk Kejurnas junior di Bali. Namun untuk atlet KBB, ajang ini juga menjadi salah satu kesiapan Porda.
"Para pemanjat tebing yang ikut Kejurda dan mendapat medali tentunya punya tiket untuk masuk Kejurnas di Bali. Tapi selain itu, dengan ajang Kejurda seperti itu kita siapkan juga atlet untuk menghadapi Porda," katanya.
Sedangkan untuk sarana latihan, Nunu menilai di KBB sempat memiliki papan panjat yang berada di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Namun karena berbahan dasar kayu, sehingga seiring waktu dan cuaca yang kadang panas dan hujan papan panjat pun menjadi lapuk dan tidak layak untuk dipakai.
"Selain di Kota Baru Parahyangan, di KBB juga ada tebing alami yang kadang digunakan untuk latihan seperti di Citatah. Para atlet juga banyak yang latihan bersama komunitas panjat tebing yang ada di Bandung," katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Herdi Hartadji menuturkan hasil kejurda yang digelar bebrapa waktu lalu, pihaknya hanya akan mengirimkan para atlet yang keluar sebagai juara I untuk mengikuti event yang lebih tinggi yaitu kejurnas di Bali.
Menurut Herdi, selain untuk kejurnas, nantinya para atlet junior ini akan terus dibina untuk menghadapi PON remaja. Mengenai perkembangan atlet panjat tebing di Jabar, Herdi mengatakan, untuk kelompok umur saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. Sayang, kurangnya sarana dinding panjang membuat performanya menjadi tidak memuaskan.
Dari keseluruhan 24 Pengcab yang ada di Jabar, belum sepenuhnya memiliki sarana yang representatif. Tentunya, hal itu berpengaruh terhadap pembinaan para atlet. Tapi, meskipun demikian, pihaknya akan teerus berusaha untuk memaksimalkan pembinaan. Pasalnya, banyak sekali potensi dari para atlet yang bisa digali untuk menorehkan prestasi.
(aww)