Benteng Persebaya masih bongkar pasang
Kamis, 01 November 2012 - 21:35 WIB
Benteng Persebaya masih bongkar pasang
A
A
A
Sindonews.com - Gawang Persebaya IPL memang tidak kebobolan dalam dua laga ujicoba di Lapangan ITS, Kamis (1/11). Namun, justru lini belakang paling dikhawatirkan. Sinyal tim pelatih Persebaya resah dengan barisan pertahanan terlihat dengan sering mengubah komposisi maupun posisi pemain di lini belakang, terutama pada laga uji coba kedua menghadapi Indonesia Muda (IM). Dalam pertandingan ini skor berakhir dengan kemenagan Persebaya, 2-0.
Awalnya, Persebaya menurunkan duet lini belakang Fastabihul Khoirot dengan Erick Bayemi. Sedangkan di babak kedua, Persebaya memasukkan Harry Saputra menggantikan Fasta. Khusus Bayemi sebelumnya di laga melawan El Fasta juga tampil penuh. Total pemain asal Kamerun itu bermain selama dua jam.
Meski tidak kebobolan, namun asisten Pelatih Persebaya Ibnu Grahan terlihat kurang yakin dengan lini belakang. Setelah memasukan Harry Saputra mendampingi Bayemi beberapa rotasi posisi juga kerap dilakukan di lini belakang. "Kita juga sempat mencoba beberapa alternatif di lini belakang," ucapnya.
Di pertandingan pertama melawan El Faza, Bayemi juga sempat diduetkan dengan Revellino. Selain itu Revelino juga bermain dengan Harry Saputra maupun pemain lama Jefri Prasetyo. Sayangnya, karena lawan yang dihadapi terlalu lemah, formasi terbaik di lini belakang belum bisa diketahui.
Yang pasti, Ibnu terlihat kurang puas dengan penampilan Bayemi. Mantan pemain Persidafon ini sebenarnya lolos seleksi tahap kedua dengan catatan punya fisik bagus. Namun hasil tes Vo2 max ternyata juga dibawa standart pemain asing. "Soal Bayemi saya tidak mau komentar dulu, " ucapnya.
Problem besar Persebaya musim depan, nampaknya memang ada di lini belakang setelah Otavio Dutra enggan bergabung kembali. Pemain asal Brasil ini lebih memilih berkiprah di Liga Singapura. Selain itu, pemain belakang lainya Khomad Suharto juga sudah didepak meski musim lalu kerap menjadi pemain inti mendampingi Dutra.
Awalnya, Persebaya menurunkan duet lini belakang Fastabihul Khoirot dengan Erick Bayemi. Sedangkan di babak kedua, Persebaya memasukkan Harry Saputra menggantikan Fasta. Khusus Bayemi sebelumnya di laga melawan El Fasta juga tampil penuh. Total pemain asal Kamerun itu bermain selama dua jam.
Meski tidak kebobolan, namun asisten Pelatih Persebaya Ibnu Grahan terlihat kurang yakin dengan lini belakang. Setelah memasukan Harry Saputra mendampingi Bayemi beberapa rotasi posisi juga kerap dilakukan di lini belakang. "Kita juga sempat mencoba beberapa alternatif di lini belakang," ucapnya.
Di pertandingan pertama melawan El Faza, Bayemi juga sempat diduetkan dengan Revellino. Selain itu Revelino juga bermain dengan Harry Saputra maupun pemain lama Jefri Prasetyo. Sayangnya, karena lawan yang dihadapi terlalu lemah, formasi terbaik di lini belakang belum bisa diketahui.
Yang pasti, Ibnu terlihat kurang puas dengan penampilan Bayemi. Mantan pemain Persidafon ini sebenarnya lolos seleksi tahap kedua dengan catatan punya fisik bagus. Namun hasil tes Vo2 max ternyata juga dibawa standart pemain asing. "Soal Bayemi saya tidak mau komentar dulu, " ucapnya.
Problem besar Persebaya musim depan, nampaknya memang ada di lini belakang setelah Otavio Dutra enggan bergabung kembali. Pemain asal Brasil ini lebih memilih berkiprah di Liga Singapura. Selain itu, pemain belakang lainya Khomad Suharto juga sudah didepak meski musim lalu kerap menjadi pemain inti mendampingi Dutra.
(aww)