PSMS versi Indra tak serius, Fajar adu nasib ke Persela
Jum'at, 02 November 2012 - 20:40 WIB
PSMS versi Indra tak serius, Fajar adu nasib ke Persela
A
A
A
Sindonews.com - Skuad bentukan pelatih PSMS Suimin Diharja semakin samar menyusul hengkangnya beberapa pemain. Setelah Saktiawan, kini gelandang Fajar Handika pun menyusul pergi dan memilih Persela Lamongan sebagai tempat pelabuhan berikutnya.
Fajar Handika menyusul nama-nama seperti Irwanto, Jecky Pasarela, Saktiawan Sinaga untuk beranjak dari tim klub PSMS kepemimpinan Indra Sakti Harahap. Namun, saat Saktiawan, Jecky Pasarela dan Irwanto menyeberang ke PSMS pimpinan Benny Harianto Sihotang, mantan gelandang PSPS Pekanbaru itu memilih ikut seleksi di Persela.
Fajar memutuskan bertolak ke Lamongan untuk bergabung dengan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir yang sudah memulai pembentukan tim di bawah kepemimpinan arsitek anyar, Gomes De Oliviera. ''Ini saya sudah sampai Lamongan. Saya bertolak kemarin (Kamis). Katanya mau dilihat dulu dua hari di sini. Baru negosiasi,” katanya saat dihubungi dari Medan kemarin.
Kekecewaan terhadap kepengurusan Indra Sakti Harahap, terutama saat pertemuan di Gedung Matan, Selasa (30/10) malam lalu saat pemain berharap mendapatkan panjar yang diharapkan, akhirnya hampa.
''Mau bagaimana lagi, kami sudah toleransi. Mereka (pengurus) seperti tidak serius. Cukup mengecewakan. Kemarin itu yang kami pikir bertemu untuk pencairan panjar tapi apa yang ada hanya cakap-cakap saja. Apalagi, sejak negosiasi di J.W Marriott saya memang sudah diajak ke Persela. Jadi saya putuskan pergi,” kata mantan pemain PSPS itu.
Pemain awalnya berharap pengurus akan mencairkan panjar 25 persen dari harga kontrak sesuai hasil kesepakatan masing-masing. Namun Indra belum menyanggupi lantaran pihaknya belum bisa masuk ke wilayah kontrak karena belum jelasnya kepastian bermain di kompetisi garapan
PT Liga Indonesia.
''Awalnya kami minta 25 persen. Tapi karena Pak Indra belum mau jadinya kami minta 10-15 persen saja. Tapi nyatanya pengurus hanya bisa memberikan tanda jadi dan jumlahnya sangat kecil,"
kata pemain yang mengawali karir profesionalnya di PSDS ini.
Kekecewaan pemain berusia 23 tahun ini semakin nyata karena proses pemberian tanda jadi diwakilkan oleh salah seorang pengurus Heru. "Padahal setelah malam itu saya masih tunggu besoknya. Tapi saya gak tahu seperti apa sorenya karena memang waktu itu tidak datang latihan. Jadi saya pikir pak Indra yang memberikan kepada pemain sekaligus mungkin bisa ngobrol. Tapi malah bang Heru yang memberikan kepada pemain. Itupun waktu itu jumpanya di Bandara Polonia karena waktu itu saya memang ke sana," ungkapnya.
Fajar tak menutup diri untuk kembali ke Medan. Jika saja proses di Lamongan juga tak berujung kontrak. Bukan ke PSMS versi Indra namun menyeberang ke PSMS versi Benny. Pemain berposisi gelandang jangkar itu merupakan salah satu pemain andalan Abdulrahman
Gurning (pelatih PSMS versi kepemimpinan Benny) di PSPS.
"Kalau prosesnya di sini pun lama saya mungkin juga balik ke PSMS-nya Pak Benny. Lagipula saya sudah izin dengan Bang Gurning. Kalau pun tidak juga ada tawaran dari Pelita Bandung Raya. Mereka kan juga lagi butuh pemain baru. Sudah ada tawaran meskipun belum ada tindak lanjut," jelasnya.
Sebelumnya Ketua Umum PSMS, Indra Sakti Harahap tak bisa berbuat banyak untuk menahan pemain. Jika belum ada kepastian dari PT Liga Indonesia, dirinya belum mau mengontrak pemain.
"Seperti yang sudah saya jelaskan kepada pemain ini belum ada keputusan bermain di kompetisi manapun. Berdasar apa kontraknya? Malah jadinya manipulasi. Harusnya ini bisa saja tidak saya jelaskan kepada pemain. Tapi saya coba transparan. Kalau memang pemain tidak mengerti ya apa boleh buat. Tentu mencari pemain lain," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Persela Lamongan, Muji Santoso membenarkan kehadiran Fajar Andika ke Persela. "Ada yg lapor, katanya Fajar Andika datang tadi malam. Tapi saya belum cek ke lapangan," ujarnya ketika dikonfirmasi lewat layanan blackberry messenger (bbm) kemarin.
Dia menyatakan, Persela sudah memulai seleksi pemain sejak Senin (29/10) lalu kendati memang pihaknya tidak menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk seleksi. "Waktunya tidak ditentukan mutlak. Kalo memang sudah lengkap ya selesai," ucapnya.
Fajar Handika menyusul nama-nama seperti Irwanto, Jecky Pasarela, Saktiawan Sinaga untuk beranjak dari tim klub PSMS kepemimpinan Indra Sakti Harahap. Namun, saat Saktiawan, Jecky Pasarela dan Irwanto menyeberang ke PSMS pimpinan Benny Harianto Sihotang, mantan gelandang PSPS Pekanbaru itu memilih ikut seleksi di Persela.
Fajar memutuskan bertolak ke Lamongan untuk bergabung dengan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir yang sudah memulai pembentukan tim di bawah kepemimpinan arsitek anyar, Gomes De Oliviera. ''Ini saya sudah sampai Lamongan. Saya bertolak kemarin (Kamis). Katanya mau dilihat dulu dua hari di sini. Baru negosiasi,” katanya saat dihubungi dari Medan kemarin.
Kekecewaan terhadap kepengurusan Indra Sakti Harahap, terutama saat pertemuan di Gedung Matan, Selasa (30/10) malam lalu saat pemain berharap mendapatkan panjar yang diharapkan, akhirnya hampa.
''Mau bagaimana lagi, kami sudah toleransi. Mereka (pengurus) seperti tidak serius. Cukup mengecewakan. Kemarin itu yang kami pikir bertemu untuk pencairan panjar tapi apa yang ada hanya cakap-cakap saja. Apalagi, sejak negosiasi di J.W Marriott saya memang sudah diajak ke Persela. Jadi saya putuskan pergi,” kata mantan pemain PSPS itu.
Pemain awalnya berharap pengurus akan mencairkan panjar 25 persen dari harga kontrak sesuai hasil kesepakatan masing-masing. Namun Indra belum menyanggupi lantaran pihaknya belum bisa masuk ke wilayah kontrak karena belum jelasnya kepastian bermain di kompetisi garapan
PT Liga Indonesia.
''Awalnya kami minta 25 persen. Tapi karena Pak Indra belum mau jadinya kami minta 10-15 persen saja. Tapi nyatanya pengurus hanya bisa memberikan tanda jadi dan jumlahnya sangat kecil,"
kata pemain yang mengawali karir profesionalnya di PSDS ini.
Kekecewaan pemain berusia 23 tahun ini semakin nyata karena proses pemberian tanda jadi diwakilkan oleh salah seorang pengurus Heru. "Padahal setelah malam itu saya masih tunggu besoknya. Tapi saya gak tahu seperti apa sorenya karena memang waktu itu tidak datang latihan. Jadi saya pikir pak Indra yang memberikan kepada pemain sekaligus mungkin bisa ngobrol. Tapi malah bang Heru yang memberikan kepada pemain. Itupun waktu itu jumpanya di Bandara Polonia karena waktu itu saya memang ke sana," ungkapnya.
Fajar tak menutup diri untuk kembali ke Medan. Jika saja proses di Lamongan juga tak berujung kontrak. Bukan ke PSMS versi Indra namun menyeberang ke PSMS versi Benny. Pemain berposisi gelandang jangkar itu merupakan salah satu pemain andalan Abdulrahman
Gurning (pelatih PSMS versi kepemimpinan Benny) di PSPS.
"Kalau prosesnya di sini pun lama saya mungkin juga balik ke PSMS-nya Pak Benny. Lagipula saya sudah izin dengan Bang Gurning. Kalau pun tidak juga ada tawaran dari Pelita Bandung Raya. Mereka kan juga lagi butuh pemain baru. Sudah ada tawaran meskipun belum ada tindak lanjut," jelasnya.
Sebelumnya Ketua Umum PSMS, Indra Sakti Harahap tak bisa berbuat banyak untuk menahan pemain. Jika belum ada kepastian dari PT Liga Indonesia, dirinya belum mau mengontrak pemain.
"Seperti yang sudah saya jelaskan kepada pemain ini belum ada keputusan bermain di kompetisi manapun. Berdasar apa kontraknya? Malah jadinya manipulasi. Harusnya ini bisa saja tidak saya jelaskan kepada pemain. Tapi saya coba transparan. Kalau memang pemain tidak mengerti ya apa boleh buat. Tentu mencari pemain lain," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Persela Lamongan, Muji Santoso membenarkan kehadiran Fajar Andika ke Persela. "Ada yg lapor, katanya Fajar Andika datang tadi malam. Tapi saya belum cek ke lapangan," ujarnya ketika dikonfirmasi lewat layanan blackberry messenger (bbm) kemarin.
Dia menyatakan, Persela sudah memulai seleksi pemain sejak Senin (29/10) lalu kendati memang pihaknya tidak menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk seleksi. "Waktunya tidak ditentukan mutlak. Kalo memang sudah lengkap ya selesai," ucapnya.
(aww)