Mendali pertama untuk Bobotoh sejati
Senin, 05 November 2012 - 12:10 WIB
Mendali pertama untuk Bobotoh sejati
A
A
A
Sindonews.com - Diantara pengurus teras PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB), Komisaris PT. PBB sekaligus Manajer Persib, Umuh Muchtar adalah salah satu sosok Bobotoh sejati. Pengabdian dan pengorbanan Umuh, baik tenaga, pikiran maupun materi untuk Persib sangatlah besar.
Karena itu, meski hanya sebuah gelar juara Celebes Championship. Tapi Umuh merayakan keberhasilan tersebut dengan suka cita. Gelar ini seolah menjadi awal dari mimpinya membawa Persib juara sebagai pengurus teras. “Ini bisa sedikit mengobati kerinduan Bobobotoh,” ungkapnya.
Kalungan medali juara yang melingkar di lehernya cukup membuat wajah Umuh berseri-seri, mengurangi penat dan lelah yang selama ini ia rasakan sejak jadi pengurus Persib. “Mudah-mudahan ini menjadi gelar yang bisa mengangkat motivasi pemain menghadapi Indonesia Super League (ISL) musim depan,” imbuhnya.
Kebahagian Umuh dan jutaan Bobotoh Persib lainnya tentu akan semakin lengkap jika Maung Bandung tidak hanya sekadar sukses menyingkirkan Sriwijaya FC di final Celebes Championship 2012. Juga sukses menggeser status juara yang disandang Sriwijaya musim lalu. “Mudah-mudahan dan dengan keyakinan serta motivasi, doa dan kerja keras, Insya Allah kita bisa juara musim depan,” tegasnya.
Latar belakang Umuh sebagai penggila Maung Bandung ini juga yang akhirnya membawa dia dipercaya menjadi pengurus Persib. Umuh pertama kali duduk di jajaran Manajerial Persib sebagai Wakil Manajer mendampingi Manajer, Jaja Sutarja jelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2008/2009.
Sebagai Bobotoh, sejak era kompetisi Perserikatan Umuh sudah dikenal loyal mengikuti ke manapun Maung Bandung bertanding. Ia jadi salah satu saksi sejarah ketika menyaksikan langsung keberhasilan Persib menjurai Perserikatan tahun 1986.
Saking besarnya harapan untuk melihat Persib kembali meraih gelar juara. Umuh rela bersusah payah mempertahankan eksistensi Persib ketika klub yang sudah berusia 79 tahun ini, terancam tidak bisa ikut kompetisi ISL musim 2009/2010 akibat aturan yang melarang klub menggunakan anggaran pemerintah.
Upaya yang dilakukan Umuh jadi cikal bakal berdirinya PT. PBB sebagai perusahaan pengelola Persib sekaligus badan hukum klub. Upaya Umuh tidak sia-sia sebab sejumlah pengusaha berhasil di gandeng dan menjadikan Maung Bandung sebagai salah satu dengan kondisi keuangan paling sehat.
Karena itu, meski hanya sebuah gelar juara Celebes Championship. Tapi Umuh merayakan keberhasilan tersebut dengan suka cita. Gelar ini seolah menjadi awal dari mimpinya membawa Persib juara sebagai pengurus teras. “Ini bisa sedikit mengobati kerinduan Bobobotoh,” ungkapnya.
Kalungan medali juara yang melingkar di lehernya cukup membuat wajah Umuh berseri-seri, mengurangi penat dan lelah yang selama ini ia rasakan sejak jadi pengurus Persib. “Mudah-mudahan ini menjadi gelar yang bisa mengangkat motivasi pemain menghadapi Indonesia Super League (ISL) musim depan,” imbuhnya.
Kebahagian Umuh dan jutaan Bobotoh Persib lainnya tentu akan semakin lengkap jika Maung Bandung tidak hanya sekadar sukses menyingkirkan Sriwijaya FC di final Celebes Championship 2012. Juga sukses menggeser status juara yang disandang Sriwijaya musim lalu. “Mudah-mudahan dan dengan keyakinan serta motivasi, doa dan kerja keras, Insya Allah kita bisa juara musim depan,” tegasnya.
Latar belakang Umuh sebagai penggila Maung Bandung ini juga yang akhirnya membawa dia dipercaya menjadi pengurus Persib. Umuh pertama kali duduk di jajaran Manajerial Persib sebagai Wakil Manajer mendampingi Manajer, Jaja Sutarja jelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2008/2009.
Sebagai Bobotoh, sejak era kompetisi Perserikatan Umuh sudah dikenal loyal mengikuti ke manapun Maung Bandung bertanding. Ia jadi salah satu saksi sejarah ketika menyaksikan langsung keberhasilan Persib menjurai Perserikatan tahun 1986.
Saking besarnya harapan untuk melihat Persib kembali meraih gelar juara. Umuh rela bersusah payah mempertahankan eksistensi Persib ketika klub yang sudah berusia 79 tahun ini, terancam tidak bisa ikut kompetisi ISL musim 2009/2010 akibat aturan yang melarang klub menggunakan anggaran pemerintah.
Upaya yang dilakukan Umuh jadi cikal bakal berdirinya PT. PBB sebagai perusahaan pengelola Persib sekaligus badan hukum klub. Upaya Umuh tidak sia-sia sebab sejumlah pengusaha berhasil di gandeng dan menjadikan Maung Bandung sebagai salah satu dengan kondisi keuangan paling sehat.
(wbs)