Serukan lepas pemain ISL ke Timnas
Senin, 05 November 2012 - 23:50 WIB
Serukan lepas pemain ISL ke Timnas
A
A
A
Sindonews.com - PSSI meminta Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) untuk mengikuti instruksi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Hal itu terkait surat resmi Menpora kepada KPSI, terkait imbauan menyerahkan pemain ke tim nasional (timnas).
Timnas Garuda mamang masih diliputi berbagai masalah, jelang keikutsertaan Indonesia di ajang Piala AFF, 24 November - 22 Desember. Adapun permasalahan utama yang sampai saat ini membelit timnas Garuda adalah belum bergabungnya ke- 35 pemain yang telah didaftarkan PSSI ke AFF. Dari 35 nama yang ada, enam pemain di antaranya berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Sejauh ini, timnas memang baru kedatangan satu pemain ISL yaitu Bambang 'Bepe' Pamungkas dari Persija Jakarta. Sementara lima lainnya yaitu Patrich Wanggai (Persipura Jayapura), Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Firman Utina dan I Made Wirawan (Persib Bandung) sampai sejauh ini belum juga memenuhi panggilan tersebut.
Melalui surat bernomor 2050 MENPORA/11/2012 tentang pelepasan pemain untuk mengikuti kejuaraan Piala AFF di Malaysia dan Thailand, Menpora meminta KPSI untuk membantu proses pemanggilan tersebut. Adanya imbauan tersebut pun disambut dengan baik oleh ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin.
"Saya mengajak mereka untuk bersama membangun sepak bola Indonesia ke depan. Salah satu langkahnya dengan memberikan izin para pemain untuk bisa memperkuat timnas," ungkap Djohar, saat dihubungi wartawan, Senin (5/11).
Untuk mendapatkan timnas yang solid, sebenarnya sudah ada beberapa cara yang dilakukan. Dan salah satunya adalah, dengan dibentuknya tim Joint Committee (JC) oleh PSSI, KPSI, dan PT Liga Indonesia (PT Liga) atas prakarsa Task Force bentukan AFC dan FIFA. Tapi sayang, sampai saat ini, kinerja JC sendiri belum sama sekali mengahasilkan satu keputusan apapun.
PSSI dan KPSI seolah masih memiliki keyakinan sendiri. PSSI misalnya, sempat tidak menyetujui saran yang diajukan KPSI terkait penyatuan timnas. Saat itu, PSSI menolak niat KPSI untuk menempatkan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala, sedangkan Nil Maizar duduk sebagai asisten pelatih. Setelah tidak didapatkannya kata sepakat, sampai detik ini pun rencana penyatuan timnas tidak lagi didapat.
''Sebenarnya kalau mereka sudah menyepakati kesepakatan yang ada di MOU dari awal, maka Menpora tidak perlu lagi mengirimkan surat. Saya harap mereka segera sadar dan memikirkan kepentingan Indonesia di Piala AFF. Kami selalu terbuka bagi para pesepakbola terbaik bangsa
untuk memperkuat timnas,” imbuh Djohar.
Sementara itu, surat yang ditanda tandatangani langsung oleh Menpora, Andi Alfian Mallarangeng, sudah diterima KPSI. Hal itu pun diamini acting Sekertaris Jendral (Sekjen) KPSI, Tigor Shalomboboy. Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PT Liga ini menerangkan, jika kemarin, surat tersebut masih dipelajari.
"Suratnya sudah diterima oleh staff kami. Kami baru lihat hari ini Djohar sudah dimosi tidak percaya oleh anggotanya dan tidak diakui oleh anggotanya sampai terjadi KLB (Kongres Luar Biasa). Kami memiliki ketua umum, dan ketua umum PSSI KLB yang nantinya akan memutuskan balasan surat ini," jelas Tigor.
Dikonfirmasi soal adanya surat resmi yang dilayangkan oleh Menpora, KPSI berjanji akan membawa masalah tersebut kedalam rapat Komite Eksekutif (Exco) KPSI, 10 November mendatang. Setelah adanya putusan bersama yang lahir dalam rapat Exco KPSI nanti, baru KPSI akan menjelaskan apa sikap mereka terkait surat resmi yang disampaikan Menpora.
"Memang surat itu benar-benar imbauan untuk kami, maka kami akan merespons surat tersebut melalui pembahasan rapat Exco yang akan kami laksanakan tanggal 10 November nanti. Setelah itu baru akan ada keputusan," tegas ketua KPSI, La Nyalla M Mattalitti.
Timnas Garuda mamang masih diliputi berbagai masalah, jelang keikutsertaan Indonesia di ajang Piala AFF, 24 November - 22 Desember. Adapun permasalahan utama yang sampai saat ini membelit timnas Garuda adalah belum bergabungnya ke- 35 pemain yang telah didaftarkan PSSI ke AFF. Dari 35 nama yang ada, enam pemain di antaranya berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).
Sejauh ini, timnas memang baru kedatangan satu pemain ISL yaitu Bambang 'Bepe' Pamungkas dari Persija Jakarta. Sementara lima lainnya yaitu Patrich Wanggai (Persipura Jayapura), Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Firman Utina dan I Made Wirawan (Persib Bandung) sampai sejauh ini belum juga memenuhi panggilan tersebut.
Melalui surat bernomor 2050 MENPORA/11/2012 tentang pelepasan pemain untuk mengikuti kejuaraan Piala AFF di Malaysia dan Thailand, Menpora meminta KPSI untuk membantu proses pemanggilan tersebut. Adanya imbauan tersebut pun disambut dengan baik oleh ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin.
"Saya mengajak mereka untuk bersama membangun sepak bola Indonesia ke depan. Salah satu langkahnya dengan memberikan izin para pemain untuk bisa memperkuat timnas," ungkap Djohar, saat dihubungi wartawan, Senin (5/11).
Untuk mendapatkan timnas yang solid, sebenarnya sudah ada beberapa cara yang dilakukan. Dan salah satunya adalah, dengan dibentuknya tim Joint Committee (JC) oleh PSSI, KPSI, dan PT Liga Indonesia (PT Liga) atas prakarsa Task Force bentukan AFC dan FIFA. Tapi sayang, sampai saat ini, kinerja JC sendiri belum sama sekali mengahasilkan satu keputusan apapun.
PSSI dan KPSI seolah masih memiliki keyakinan sendiri. PSSI misalnya, sempat tidak menyetujui saran yang diajukan KPSI terkait penyatuan timnas. Saat itu, PSSI menolak niat KPSI untuk menempatkan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala, sedangkan Nil Maizar duduk sebagai asisten pelatih. Setelah tidak didapatkannya kata sepakat, sampai detik ini pun rencana penyatuan timnas tidak lagi didapat.
''Sebenarnya kalau mereka sudah menyepakati kesepakatan yang ada di MOU dari awal, maka Menpora tidak perlu lagi mengirimkan surat. Saya harap mereka segera sadar dan memikirkan kepentingan Indonesia di Piala AFF. Kami selalu terbuka bagi para pesepakbola terbaik bangsa
untuk memperkuat timnas,” imbuh Djohar.
Sementara itu, surat yang ditanda tandatangani langsung oleh Menpora, Andi Alfian Mallarangeng, sudah diterima KPSI. Hal itu pun diamini acting Sekertaris Jendral (Sekjen) KPSI, Tigor Shalomboboy. Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PT Liga ini menerangkan, jika kemarin, surat tersebut masih dipelajari.
"Suratnya sudah diterima oleh staff kami. Kami baru lihat hari ini Djohar sudah dimosi tidak percaya oleh anggotanya dan tidak diakui oleh anggotanya sampai terjadi KLB (Kongres Luar Biasa). Kami memiliki ketua umum, dan ketua umum PSSI KLB yang nantinya akan memutuskan balasan surat ini," jelas Tigor.
Dikonfirmasi soal adanya surat resmi yang dilayangkan oleh Menpora, KPSI berjanji akan membawa masalah tersebut kedalam rapat Komite Eksekutif (Exco) KPSI, 10 November mendatang. Setelah adanya putusan bersama yang lahir dalam rapat Exco KPSI nanti, baru KPSI akan menjelaskan apa sikap mereka terkait surat resmi yang disampaikan Menpora.
"Memang surat itu benar-benar imbauan untuk kami, maka kami akan merespons surat tersebut melalui pembahasan rapat Exco yang akan kami laksanakan tanggal 10 November nanti. Setelah itu baru akan ada keputusan," tegas ketua KPSI, La Nyalla M Mattalitti.
(aww)