Klub desak Muscab untuk persatukan Persis
Selasa, 06 November 2012 - 18:43 WIB
Klub desak Muscab untuk persatukan Persis
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 26 klub internal di bawah naungan Persis Solo mendesak agar secepatnya digelar musyawarah cabang (muscab) PSSI Surakarta. Desakan ini bertujuan agar proses penyatuan duo kubu Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan Liga Indonesia (Liga) segera terwujud.
Koordinator Bidang Umum Persis Solo Totok Supriyanto mengakui, baru-baru ini klub internal Persis melakukan pertemuan yang intinya segera digelar muscab. Salah satu agenda dalam muscab tersebut adalah pergantian pengurus Persis.
"Kami bisa memaklumi karena memang masa bakti pengurus Persis sudah habis. Seharusnya muscab dan pergantian pengurus dilakukan sekitar Januari, jadi sudah mundur hampir setahun," katanya, kemarin.
Dia menilai, proses reunifikasi atau penyatuan duo Persis sampai saat ini urung terwujud dikarenakan kelambanan kepengurusan Persis saat ini. Sehingga, dengan adanya regenerasi pengurus Persis, diharapkan punya semangat yang membara dalam penyatuan kembali tim kebanggan publik Solo. "Dalam muscab nanti, arahnya menang pergantian pengurus. Pengurus yang baru itu nantinya mengemban tugas penyatuan Persis," tegasnya.
Manager Persis versi Liga ini tidak menampik dalam muscab nantinya bakal terjadi perombakan besar-besaran di jajaran pengurus Persis. Selain mengemban penyatuan Persis, pengurus yang baru juga akan menentukan ke mana tim berjuluk Laskar Sambernyawa akan memilih kompetisi, apakah di bawah naungan PT LPIS atau PT Liga.
Seputar reunifikasi duo Persis, Manager Persis versi Liga ini mengakui, sejauh ini belum ada langkah konkret yang mengarah ke sana. "Secara informal belum bertemu untuk reunifikasi Persis. Namun secara tersirat, baik Persis LPIS maupun Persis LI sudah sepakat bahwa musim depan Persis hanya satu dan mengikuti satu kompetisi saja, tidak seperti musim sebelumnya," paparnya.
Lebih lanjut Toto mengakui, munculnya dualisme Persis pada musim lalu dikarenakan jajarab pengurus PSSI Surakarta dan pengurus Persis kurang solid. Padahal, jika tetap satu maka Persis jauh lebih maju. Dukungan suporter juga solid, tidak terpecah. "Harapan kami, nanti muncul hasil terbaik, yakni Persis kembali bersatu," ungkapnya.
Koordinator Klub Internal Persis Tedy AS mengaku gerah dengan situasi di tubuh Persis yang sampai saat yang tidak kunjung ada kejelasan. Dengan keadaan belum jelasnya proses penyatuan Persis, maka kemungkinan musim depan Persis tetap terbelah menjadi dua. "Masa depan Persis harus segera ditentukan," tegasnya.
Koordinator Bidang Umum Persis Solo Totok Supriyanto mengakui, baru-baru ini klub internal Persis melakukan pertemuan yang intinya segera digelar muscab. Salah satu agenda dalam muscab tersebut adalah pergantian pengurus Persis.
"Kami bisa memaklumi karena memang masa bakti pengurus Persis sudah habis. Seharusnya muscab dan pergantian pengurus dilakukan sekitar Januari, jadi sudah mundur hampir setahun," katanya, kemarin.
Dia menilai, proses reunifikasi atau penyatuan duo Persis sampai saat ini urung terwujud dikarenakan kelambanan kepengurusan Persis saat ini. Sehingga, dengan adanya regenerasi pengurus Persis, diharapkan punya semangat yang membara dalam penyatuan kembali tim kebanggan publik Solo. "Dalam muscab nanti, arahnya menang pergantian pengurus. Pengurus yang baru itu nantinya mengemban tugas penyatuan Persis," tegasnya.
Manager Persis versi Liga ini tidak menampik dalam muscab nantinya bakal terjadi perombakan besar-besaran di jajaran pengurus Persis. Selain mengemban penyatuan Persis, pengurus yang baru juga akan menentukan ke mana tim berjuluk Laskar Sambernyawa akan memilih kompetisi, apakah di bawah naungan PT LPIS atau PT Liga.
Seputar reunifikasi duo Persis, Manager Persis versi Liga ini mengakui, sejauh ini belum ada langkah konkret yang mengarah ke sana. "Secara informal belum bertemu untuk reunifikasi Persis. Namun secara tersirat, baik Persis LPIS maupun Persis LI sudah sepakat bahwa musim depan Persis hanya satu dan mengikuti satu kompetisi saja, tidak seperti musim sebelumnya," paparnya.
Lebih lanjut Toto mengakui, munculnya dualisme Persis pada musim lalu dikarenakan jajarab pengurus PSSI Surakarta dan pengurus Persis kurang solid. Padahal, jika tetap satu maka Persis jauh lebih maju. Dukungan suporter juga solid, tidak terpecah. "Harapan kami, nanti muncul hasil terbaik, yakni Persis kembali bersatu," ungkapnya.
Koordinator Klub Internal Persis Tedy AS mengaku gerah dengan situasi di tubuh Persis yang sampai saat yang tidak kunjung ada kejelasan. Dengan keadaan belum jelasnya proses penyatuan Persis, maka kemungkinan musim depan Persis tetap terbelah menjadi dua. "Masa depan Persis harus segera ditentukan," tegasnya.
(aww)