KPSI akui PSMS versi Indra Sakti
Selasa, 06 November 2012 - 20:14 WIB
KPSI akui PSMS versi Indra Sakti
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan versi Indra Sakti Harahap memastikan diri untuk berkompetisi di Divisi Utama besutan PT Liga Indonesia (LI). Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang memayungi PT LI pun menyambut baik keputusan tersebut.
Hal itu disampaikan CEO PSMS versi ISL musim lalu, Idris ketika diwawancarai. Menurutnya, sebagai salah satu pejuang berdirinya KPSI, dirinya menyambut baik dan mendukung langkah Indra Sakti itu. ”Saya adalah salah seorang pejuang KPSI. Dan memang di KPSI itu harus ada tim. Dan ternyata tim yang mau ke KPSI adalah yang dipimpin Indra Sakti,” ujarnya.
Sejak awal, salah seorang anggota KPSI bidang kompetisi itu menyatakan, KPSI sudah menanti klub-klub yang ada untuk berkompetisi di lembaga pimpinan La Nyalla Mattalitti itu. ''Secara pribadi juga, saya selaku orang KPSI, menunggu klub yang mau berkompetisi. Dan komitmen itu disampaikan PSMS Indra Sakti,” katanya.
Lantas bagaimana dengan PSMS Benny Sihotang? Benny sebelumnya mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan dampak negatif dan positif dua kompetisi tersebut sebelum menentukan berlabuh ke salah satunya.
Dirut PD Pasar Kota Medan ini juga mengklaim PT LI di bawah KPSI tetap memberikan sinyal positif kepada pihaknya yang mempertimbangkan Divisi Utama PT LI sebagai ajang kompetisi yang diikuti musim ini. Namun, Idris mengklaim hal berbeda.
Eks sekretaris umum PSMS ini menegaskan, pernyataan Benny Sihotang agar PSMS pimpinannya berkompetisi di PSSI saat RALB PSMS di Hotel Santika Minggu (21/10) lalu.
''Dengan pernyataan Benny Sihotang saat RALB lalu, jelas, dia memilih PSMS ke PSSI. Perkara dia akhirnya mempertimbangkannya, hal itu tidak diinginkan KPSI. KPSI butuh sikap yang jelas, PSSI KPSI menerima orang yang punya sikap jelas. Kalau tidak punya sikap, dia tidak akan dilayani,” ungkap pria berdarah Aceh itu.
Dengan begitu, peluang PSMS Benny Sihotang ke kompetisi KPSI sudah tertutup? Menurut IDris, sikap Benny yang plin-plan menjadi penyebabnya. “Bahwa kami membutuhkan orang-orang yang punya sikap t. Bagi kami, sikap Benny sudah jelas, bahwa dia, sesuai dengan pernyataan di akan ke PSSI Djohar Arifin,” sebut Idris lagi.
Pria yang mengaku sejak lama menginginkan mundur dari PSMS dan tidak ingin kembai masuk ke kepengurusan PSMS manapun ini menyatakan, pihak Indra Sakti harus segera menyerahkan berkas-berkas administrasi ke PT LI untuk selanjutnya disahkan.
''Segera daftar saja ke KPSI karena memang sudah tahu yang punya komitmen itu PSMS Indra Sakti. Supaya dia segera menyelesaikan administrasi menyangkut panpel, manajer tim, semuanya, setelah komplet, antarkan, lantaran waktu semakin menipis,” ungkapnya.
Soal kemungkinan Idris bakal merapat ke PSMS Indra Sakti, Idris menegaskan dirinya saat ini fokus di KPSI dan tidak berambisi masuk ke dalam kepengurusan PSMS yang mana pun. ''Kalau saya tidak ingin berkecimpung lagi. Saya tidak ingin jadi pengurus PSMS. Dari jauh-jauh hari saya sudah pastikan itu. Tidak ada kepentingan di PSMS lagi,” ungkapnya.
Hal itu disampaikan CEO PSMS versi ISL musim lalu, Idris ketika diwawancarai. Menurutnya, sebagai salah satu pejuang berdirinya KPSI, dirinya menyambut baik dan mendukung langkah Indra Sakti itu. ”Saya adalah salah seorang pejuang KPSI. Dan memang di KPSI itu harus ada tim. Dan ternyata tim yang mau ke KPSI adalah yang dipimpin Indra Sakti,” ujarnya.
Sejak awal, salah seorang anggota KPSI bidang kompetisi itu menyatakan, KPSI sudah menanti klub-klub yang ada untuk berkompetisi di lembaga pimpinan La Nyalla Mattalitti itu. ''Secara pribadi juga, saya selaku orang KPSI, menunggu klub yang mau berkompetisi. Dan komitmen itu disampaikan PSMS Indra Sakti,” katanya.
Lantas bagaimana dengan PSMS Benny Sihotang? Benny sebelumnya mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan dampak negatif dan positif dua kompetisi tersebut sebelum menentukan berlabuh ke salah satunya.
Dirut PD Pasar Kota Medan ini juga mengklaim PT LI di bawah KPSI tetap memberikan sinyal positif kepada pihaknya yang mempertimbangkan Divisi Utama PT LI sebagai ajang kompetisi yang diikuti musim ini. Namun, Idris mengklaim hal berbeda.
Eks sekretaris umum PSMS ini menegaskan, pernyataan Benny Sihotang agar PSMS pimpinannya berkompetisi di PSSI saat RALB PSMS di Hotel Santika Minggu (21/10) lalu.
''Dengan pernyataan Benny Sihotang saat RALB lalu, jelas, dia memilih PSMS ke PSSI. Perkara dia akhirnya mempertimbangkannya, hal itu tidak diinginkan KPSI. KPSI butuh sikap yang jelas, PSSI KPSI menerima orang yang punya sikap jelas. Kalau tidak punya sikap, dia tidak akan dilayani,” ungkap pria berdarah Aceh itu.
Dengan begitu, peluang PSMS Benny Sihotang ke kompetisi KPSI sudah tertutup? Menurut IDris, sikap Benny yang plin-plan menjadi penyebabnya. “Bahwa kami membutuhkan orang-orang yang punya sikap t. Bagi kami, sikap Benny sudah jelas, bahwa dia, sesuai dengan pernyataan di akan ke PSSI Djohar Arifin,” sebut Idris lagi.
Pria yang mengaku sejak lama menginginkan mundur dari PSMS dan tidak ingin kembai masuk ke kepengurusan PSMS manapun ini menyatakan, pihak Indra Sakti harus segera menyerahkan berkas-berkas administrasi ke PT LI untuk selanjutnya disahkan.
''Segera daftar saja ke KPSI karena memang sudah tahu yang punya komitmen itu PSMS Indra Sakti. Supaya dia segera menyelesaikan administrasi menyangkut panpel, manajer tim, semuanya, setelah komplet, antarkan, lantaran waktu semakin menipis,” ungkapnya.
Soal kemungkinan Idris bakal merapat ke PSMS Indra Sakti, Idris menegaskan dirinya saat ini fokus di KPSI dan tidak berambisi masuk ke dalam kepengurusan PSMS yang mana pun. ''Kalau saya tidak ingin berkecimpung lagi. Saya tidak ingin jadi pengurus PSMS. Dari jauh-jauh hari saya sudah pastikan itu. Tidak ada kepentingan di PSMS lagi,” ungkapnya.
(aww)