Reunifikasi duo Persis terancam batal
Rabu, 07 November 2012 - 14:49 WIB
Reunifikasi duo Persis terancam batal
A
A
A
Sindonews.com - Rumor reunifikasi atau penyatuan kembali dua Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan Liga Indonesia (Liga) seolah tidak ada hentinya. Belum ada kepastian kembali bersatu, namun sejumlah pengurus sudah mewacanakan agar Persis ikut berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (PT LI). Pernyataan tersebut berpotensi membuat proses penyatuan Persis gagal alias musim depan masih terjadi dualisme Persis.
Hal itu mengemuka pada saat digelar pra Musyarawah Cabang (Muscab) PSSI Surakarta belum lama ini. Dalam agenda itu, manajemen Persis versi LPIS tidak dilibatkan. Ini yang menjadi ‘kesempatan’ sejumlah pengurus PSSI Surakarta menggiring opini klub internal Persis agar musim depan klub Laskar Sambernyawa berlaga di kompetisi yang dikelola PT LI.
Manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi, mengakui, sebenarnya tidak mempersoalkan Persis LPIS tidak dilibatkan dalam pra Muscab tersebut. “Saya tidak masalah tidak diundang dalam pertemuan itu. Namun disayangkan dalam pra Muscab yang dibicarakan justru menggiring Persis berlaga di kompetisi yang mana. Seharusnya yang dibicarakan adalah pergantian pengurus yang nantinya mengemban tanggung jawab Persis ke depan,” katanya, Rabu (7/11/2012).
Dia menilai, terlalu dini mengarahkan agar Persis didaftarkan sebagai kontestan di kompetisi yang dioperatori PT LI. Saat ini, kata dia, sebaiknya merancang agar reunifikasi bisa terwujud. "Proses penyatuan duo Persis saja belum terwujud, kok sudah mengarahkan mengikuti kompetisi di bawah PT LI. Itu pernyataan yang terburu-buru. Itu justru malah membuat reunifikasi bisa gagal," ujarnya.
Menurut dia, sebaiknya semua elemen duo Persis menahan diri dulu dalam mengemukakan wacana. Dia menganggap pihak yang mengelurakan pernyataan agar Persis berkompetisi di bawah PT LI tidak sesuai dengan semangat reunifikasi duo Persis. "Sebaiknya semua elemen duo Persis mengeluarkan ide-ide yang konstruktif demi bersatunya dua Persis. Mengeluarkan pernyataan Persis harus ikut kompetisi A atau B saat ini tidak relevan. Kecuali kalau duo Pesis sudah resmi bersatu, ndak masalah mengeluarkan pernyataan ikut kompetisi ini atau itu," jelasnya.
Dia mengakui, dua kompetisi di Indonesia sudah diakui oleh PSSI sebagai kompetisi yang legal. Ini berbeda dengan musim lalu, satu kompetisi dianggap legal dan satunya dianggap ilegal. Namun, pada akhirnya federasi sepak bola sedunia atau FIFA nantinya hanya mengakui satu kompetisi saja, meski PSSI mengakui dua kompetisi. “Akhir November nanti, baru diketahui kompetisi mana yang diakui oleh FIFA. Kita kan juga belum tahu, dua kompetisi mana yang akan diakui FIFA, apakah PT LPIS atau PT Liga,” papar pengusaha transportasi ini.
Menurutnya, apa pun hasilnya sebaiknya Persis mengikuti kompetisi yang diakui FIFA tersebut. Jika nanti LPIS ternyata tidak diakui FIFA, Persis LPIS siap menerimanya. “Intinya agar Persis yang baru nanti ikut di kompetisi yang diakui FIFA,” tegasnya.
Hal itu mengemuka pada saat digelar pra Musyarawah Cabang (Muscab) PSSI Surakarta belum lama ini. Dalam agenda itu, manajemen Persis versi LPIS tidak dilibatkan. Ini yang menjadi ‘kesempatan’ sejumlah pengurus PSSI Surakarta menggiring opini klub internal Persis agar musim depan klub Laskar Sambernyawa berlaga di kompetisi yang dikelola PT LI.
Manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi, mengakui, sebenarnya tidak mempersoalkan Persis LPIS tidak dilibatkan dalam pra Muscab tersebut. “Saya tidak masalah tidak diundang dalam pertemuan itu. Namun disayangkan dalam pra Muscab yang dibicarakan justru menggiring Persis berlaga di kompetisi yang mana. Seharusnya yang dibicarakan adalah pergantian pengurus yang nantinya mengemban tanggung jawab Persis ke depan,” katanya, Rabu (7/11/2012).
Dia menilai, terlalu dini mengarahkan agar Persis didaftarkan sebagai kontestan di kompetisi yang dioperatori PT LI. Saat ini, kata dia, sebaiknya merancang agar reunifikasi bisa terwujud. "Proses penyatuan duo Persis saja belum terwujud, kok sudah mengarahkan mengikuti kompetisi di bawah PT LI. Itu pernyataan yang terburu-buru. Itu justru malah membuat reunifikasi bisa gagal," ujarnya.
Menurut dia, sebaiknya semua elemen duo Persis menahan diri dulu dalam mengemukakan wacana. Dia menganggap pihak yang mengelurakan pernyataan agar Persis berkompetisi di bawah PT LI tidak sesuai dengan semangat reunifikasi duo Persis. "Sebaiknya semua elemen duo Persis mengeluarkan ide-ide yang konstruktif demi bersatunya dua Persis. Mengeluarkan pernyataan Persis harus ikut kompetisi A atau B saat ini tidak relevan. Kecuali kalau duo Pesis sudah resmi bersatu, ndak masalah mengeluarkan pernyataan ikut kompetisi ini atau itu," jelasnya.
Dia mengakui, dua kompetisi di Indonesia sudah diakui oleh PSSI sebagai kompetisi yang legal. Ini berbeda dengan musim lalu, satu kompetisi dianggap legal dan satunya dianggap ilegal. Namun, pada akhirnya federasi sepak bola sedunia atau FIFA nantinya hanya mengakui satu kompetisi saja, meski PSSI mengakui dua kompetisi. “Akhir November nanti, baru diketahui kompetisi mana yang diakui oleh FIFA. Kita kan juga belum tahu, dua kompetisi mana yang akan diakui FIFA, apakah PT LPIS atau PT Liga,” papar pengusaha transportasi ini.
Menurutnya, apa pun hasilnya sebaiknya Persis mengikuti kompetisi yang diakui FIFA tersebut. Jika nanti LPIS ternyata tidak diakui FIFA, Persis LPIS siap menerimanya. “Intinya agar Persis yang baru nanti ikut di kompetisi yang diakui FIFA,” tegasnya.
(nug)