Jabar tarik pulang atlet asal Pasundan
Rabu, 07 November 2012 - 19:47 WIB
Jabar tarik pulang atlet asal Pasundan
A
A
A
Sindonews.com - KONI Jawa Barat akan terus memanggil pulang atlet-atlet perantau asal Pasundan yang saat ini bergabung dengan provinsi lain dalam rangka persiapan menjelang PON XIX/2016.
"Program memanggil kembali atlet Jabar yang kemarin di PON membela daerah lain sangat beralasan, mereka sejak dini dibina Jabar jadi tidak ada yang salah bila mereka kembali dan berprestasi untuk kampung halamannya," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat, Azis Syarif.
Menurutnya, program itu bukan praktik pembajakan atlet, pasalnya atlet yang dipanggil adalah asal Jabar dan bahkan berdomisili atau tingga serta bekerja di Jawa Barat. Azis menuturkan, KONI Jabar menyambut baik atlet Jabar yang ingin kembali bergabung dan membela Jawa Barat, dan sudah semestinya mereka memberikan prestasi untuk daerahnya.
Azis berharap, cabor lain juga bisa terbuka terkait masalah ini. Sebab tidak menutup kemungkinan di cabor lain juga terjadi kasus yang sama dimana ada atlet Jabar yang dalam PON memperkuat provinsi lain. "Bisa jadi ada atlet Jabar yang memperkuat provinsi lain. Makanya kita minta mereka terbuka hingga kita bisa menarik dan membina mereka lagi," tegasnya.
Sementara itu , dua pembalap sepeda yang dalam PON XVIII Riau memperkuat provinsi lain, sudah menyatakan tekadnya untuk kembali ke Jabar. Dengan harapan, pada PON XIX 2016 mendatang, mereka bisa memperkuat Jabar. Niatan tersebut langsung diutarakan mereka ketika datang ke KONI Jabar bersama pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jabar.
Kedua pembalap itu adalah Aiman yang pada PON Riau memperkuat Nanggroe Aceh Darussalam dan Abdul Soleh (Jambi). Bahkan dalam PON Riau ini, Abdul berhasil merebut perunggu setelah kalah oleh 2 pembalap Jabar lainnya. Sementara Aiman sendiri, kini sudah mendapat tawaran dari DKI Jakarta.
Menurut Wakil Komisi Usia Dini, Pengda ISSI Jabar, Wawan Budiman menuturkan, dirinya sengaja membawa kedua atlet sepeda asal Jabar yang memperkuat provinsi lain dalam PON lalu, sebab ada keinginan kedua atlet tersebut dalam PON mendatang bisa membela Jabar.
"Dengan membawa langsung ke hadapan Ketua KONI, mereka bisa menuturkan keinginannya. Kita ingin memberikan yang terbaik bagi Jabar dan ingin menunjukan sepeda Jabar bisa menjadi terbaik di ajang nasional bahkan internasional," katanya.
Menurut Wawan, KONI Jabar sangat mendukung keinginan kedua atlet untuk kembali memperkuat tanah kelahirannya di PON mendatang. Bahkan KONI sudah meminta mereka berhenti latihan di provinsi yang diperkuatnya dalam PON Riau. Kedua atlet ini dinilai sangat berpotensi, mereka merupakan regenerasi pengganti Tonton yang dalam PON Riau kemungkinan tidak bisa memperkuat Jabar.
Lebih lanjut Wawan menuturkan, portensi atlet sepeda di Jabar sangat bagus. "Potensi atlet cukup bagus. Apalagi di Jabar ada trek untuk latihan. Makanya untuk kesiapan PON mendatang kita terus melakukan pembibitan," katanya.
Menurut Wawan, kemungkinan besar nomor yang dipertandingkan di PON XIX ada 15 nomor. Jabar juga sudah punya alet untuk 15 nomor itu yang sekarang tinggal diseleksi dan difokuskan berlatih.
"Saya rasa dengan mengintensifkan latihan dalam 3 tahun kedepan, kita mampu berbicara banyak dalam PON kedepan. Kita juga berencana mendatangkan pelatih dari Australia," pungkasnya.
"Program memanggil kembali atlet Jabar yang kemarin di PON membela daerah lain sangat beralasan, mereka sejak dini dibina Jabar jadi tidak ada yang salah bila mereka kembali dan berprestasi untuk kampung halamannya," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat, Azis Syarif.
Menurutnya, program itu bukan praktik pembajakan atlet, pasalnya atlet yang dipanggil adalah asal Jabar dan bahkan berdomisili atau tingga serta bekerja di Jawa Barat. Azis menuturkan, KONI Jabar menyambut baik atlet Jabar yang ingin kembali bergabung dan membela Jawa Barat, dan sudah semestinya mereka memberikan prestasi untuk daerahnya.
Azis berharap, cabor lain juga bisa terbuka terkait masalah ini. Sebab tidak menutup kemungkinan di cabor lain juga terjadi kasus yang sama dimana ada atlet Jabar yang dalam PON memperkuat provinsi lain. "Bisa jadi ada atlet Jabar yang memperkuat provinsi lain. Makanya kita minta mereka terbuka hingga kita bisa menarik dan membina mereka lagi," tegasnya.
Sementara itu , dua pembalap sepeda yang dalam PON XVIII Riau memperkuat provinsi lain, sudah menyatakan tekadnya untuk kembali ke Jabar. Dengan harapan, pada PON XIX 2016 mendatang, mereka bisa memperkuat Jabar. Niatan tersebut langsung diutarakan mereka ketika datang ke KONI Jabar bersama pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jabar.
Kedua pembalap itu adalah Aiman yang pada PON Riau memperkuat Nanggroe Aceh Darussalam dan Abdul Soleh (Jambi). Bahkan dalam PON Riau ini, Abdul berhasil merebut perunggu setelah kalah oleh 2 pembalap Jabar lainnya. Sementara Aiman sendiri, kini sudah mendapat tawaran dari DKI Jakarta.
Menurut Wakil Komisi Usia Dini, Pengda ISSI Jabar, Wawan Budiman menuturkan, dirinya sengaja membawa kedua atlet sepeda asal Jabar yang memperkuat provinsi lain dalam PON lalu, sebab ada keinginan kedua atlet tersebut dalam PON mendatang bisa membela Jabar.
"Dengan membawa langsung ke hadapan Ketua KONI, mereka bisa menuturkan keinginannya. Kita ingin memberikan yang terbaik bagi Jabar dan ingin menunjukan sepeda Jabar bisa menjadi terbaik di ajang nasional bahkan internasional," katanya.
Menurut Wawan, KONI Jabar sangat mendukung keinginan kedua atlet untuk kembali memperkuat tanah kelahirannya di PON mendatang. Bahkan KONI sudah meminta mereka berhenti latihan di provinsi yang diperkuatnya dalam PON Riau. Kedua atlet ini dinilai sangat berpotensi, mereka merupakan regenerasi pengganti Tonton yang dalam PON Riau kemungkinan tidak bisa memperkuat Jabar.
Lebih lanjut Wawan menuturkan, portensi atlet sepeda di Jabar sangat bagus. "Potensi atlet cukup bagus. Apalagi di Jabar ada trek untuk latihan. Makanya untuk kesiapan PON mendatang kita terus melakukan pembibitan," katanya.
Menurut Wawan, kemungkinan besar nomor yang dipertandingkan di PON XIX ada 15 nomor. Jabar juga sudah punya alet untuk 15 nomor itu yang sekarang tinggal diseleksi dan difokuskan berlatih.
"Saya rasa dengan mengintensifkan latihan dalam 3 tahun kedepan, kita mampu berbicara banyak dalam PON kedepan. Kita juga berencana mendatangkan pelatih dari Australia," pungkasnya.
(aww)