Sriwijaya FC masih butuh Ponaryo
Rabu, 07 November 2012 - 21:50 WIB
Sriwijaya FC masih butuh Ponaryo
A
A
A
Sindonews.com - Sriwijaya FC sepertinya masih menginginkan figur Ponaryo Astaman untuk mengisi lubang di lapangan tengah. Bukan hanya itu, jiwa leadership yang dimiliki pemain senior Tim Nasional itu, membuat koordinasi antar lini tim berjalan maksimal.
Pasca ditinggal pemain yang identik dengan nomor punggung 11 itu, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini belum menemukan tipikal pemain yang sama secara kualitas dan sikap, mirip seperti Ponaryo. "Kalau untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ponaryo, kita sudah ada. Bisa Jufrianto atau Imanuel Padwa. Tapi akan lebih baik jika ada Ponaryo dan berharap dia bisa bersama kita lagi," ungkap pelatih kepala SFC, Kas Hartadi.
Kas Hartadi menilai, peran seorang Ponaryo didalam lapangan selama 2x45 menit, sangat besar. Mantan pemain Persija tersebut tidak hanya pekerja keras dan petarung, namun dia juga sebagai penyeimbang permainan tim. "Mental yang dimiliki Ponaryo sangat bagus, dia juga pemain yang disegani lawan. Apalagi, dia kadang menjadi penentu kemenangan saat pemain depan kesulitan membuat gol, " ujarnya.
Seandainya SFC memang tak mendapatkan kembali jasa Ponaryo dan pemain yang selalu menjabat kapten itu telah menemukan tim baru, maka Kas Hartadi tetap akan memaksimalkan tenaga yang ada saat ini.
"Ya kalau memang kita tak memiliki dia lagi, saya telah siapkan beberapa pemain selain Jufrianto dan Padwa untuk posisi itu. Tinggal memaksimalkan skill mereka agar lebih tenang dan lugas saat bermain 2x45 menit," tambahnya.
Direktur Teknik SFC, Hendri Zainuddin sendiri mengatakan sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dengan Ponaryo Astaman. Hanya saja, yang terjadi selama ini adalah tidak adanya komunikasi antara klub dan yang bersangkutan.
"Kalau memang Ponaryo ingin tetap bersama SFC, kita juga siap. Tapi mungkin dia ingin mencari pengalaman baru dengan klub lain. Manajemen membuka komunikasi dengan pemain mana pun, kalau tim menilai ponaryo bagus, itu bisa di komunikasikan lagi, " ucapnya.
Ponaryo sendiri sudah sangat akrab dengan publik sepakbola Sumsel. Pasalnya, sejak datang ke Palembang dan merumput bersama WongKito selama tiga musim, dirinya selalu mendapatkan tempat utama. Baik itu di bawah kepelatihan Rahmad Darmawan, kemudian beralih ke tangan Ivan Venkov Kolev, hingga ke pelatih Kas Hartadi. Selama bersama SFC, Ponaryo selalu menjadi panutan pemain-pemain muda dan disegani sesama pemain lain.
Pasca ditinggal pemain yang identik dengan nomor punggung 11 itu, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini belum menemukan tipikal pemain yang sama secara kualitas dan sikap, mirip seperti Ponaryo. "Kalau untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ponaryo, kita sudah ada. Bisa Jufrianto atau Imanuel Padwa. Tapi akan lebih baik jika ada Ponaryo dan berharap dia bisa bersama kita lagi," ungkap pelatih kepala SFC, Kas Hartadi.
Kas Hartadi menilai, peran seorang Ponaryo didalam lapangan selama 2x45 menit, sangat besar. Mantan pemain Persija tersebut tidak hanya pekerja keras dan petarung, namun dia juga sebagai penyeimbang permainan tim. "Mental yang dimiliki Ponaryo sangat bagus, dia juga pemain yang disegani lawan. Apalagi, dia kadang menjadi penentu kemenangan saat pemain depan kesulitan membuat gol, " ujarnya.
Seandainya SFC memang tak mendapatkan kembali jasa Ponaryo dan pemain yang selalu menjabat kapten itu telah menemukan tim baru, maka Kas Hartadi tetap akan memaksimalkan tenaga yang ada saat ini.
"Ya kalau memang kita tak memiliki dia lagi, saya telah siapkan beberapa pemain selain Jufrianto dan Padwa untuk posisi itu. Tinggal memaksimalkan skill mereka agar lebih tenang dan lugas saat bermain 2x45 menit," tambahnya.
Direktur Teknik SFC, Hendri Zainuddin sendiri mengatakan sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dengan Ponaryo Astaman. Hanya saja, yang terjadi selama ini adalah tidak adanya komunikasi antara klub dan yang bersangkutan.
"Kalau memang Ponaryo ingin tetap bersama SFC, kita juga siap. Tapi mungkin dia ingin mencari pengalaman baru dengan klub lain. Manajemen membuka komunikasi dengan pemain mana pun, kalau tim menilai ponaryo bagus, itu bisa di komunikasikan lagi, " ucapnya.
Ponaryo sendiri sudah sangat akrab dengan publik sepakbola Sumsel. Pasalnya, sejak datang ke Palembang dan merumput bersama WongKito selama tiga musim, dirinya selalu mendapatkan tempat utama. Baik itu di bawah kepelatihan Rahmad Darmawan, kemudian beralih ke tangan Ivan Venkov Kolev, hingga ke pelatih Kas Hartadi. Selama bersama SFC, Ponaryo selalu menjadi panutan pemain-pemain muda dan disegani sesama pemain lain.
(aww)