Benny-Indra bicara penyatuan PSMS
Rabu, 07 November 2012 - 22:10 WIB
Benny-Indra bicara penyatuan PSMS
A
A
A
Sindonews.com - Dualisme kepengurusan PSMS Medan kembali mendapatkan angin segar penyatuan. Dua kubu yang berseberangan, mnjadwalkan pertemuan sebagai upaya rekonsiliasi, Jumat (9/11) di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU) yang digagas oleh suporter, SMeCK Hooligans.
Sempat bertemu untuk mewacanakan hal yang sama sebelum RALB yang akhirnya menetapkan Benny Sihotang sebagai ketum pada RALB di Hotel Santika Dyandra. Namun, pembicaraan kandas. Masing-masing kepengurusan PSMS akhirnya tetap berjalan. Lantas kali ini, apa yang mendasari rekonsiliasi tersebut kembali digelar?
"Penyatuan itu merupakan langkah yang baik untuk PSMS, lantas kenapa enggak? Memang kan PSMS ini sebaiknya harus satu. Apa lagi sebelumnya, RALB mereka (kubu Benny Sihotang) itu sebagai upaya melakukan konsolidasi, walau tidak kesampaian," ujar Indra.
Indra mengakui, penyatuan tersebut bakal sulit jika tidak memiliki pola penyatuan yang efektif. "Kami coba bagaimana pola penyatuannya yang efektif. Ada perdebatan tentunya seperti pada tahapan wacana, turunan teknisnya seperti apa. Bisa saja dibentuk seperti presidium. Tapi memang belum bisa digambarkan seperti apa," katanya lagi.
Begitu juga dengan pembagian jabatan nantinya. Tentunya. Penyatuan akan berimbas kepada pembagian jabatan yang tentunya berdampak kepada masing-masing kubu PSMS. "Sampai sejauh pembagian jabatan belum tahu. Tapi untuk PSMS kami akan lakukan apa pun," ucapnya.
Namun, seperti apa pun kondisinya nanti, Indra menegaskan, pihaknya tetap meneruskan pembenahan di internal PSMS yang dipimpinnya. "Manajemen tetap jalan. Internal dibangun sesuai dengan waktunya. Sudah akan mendaftarkan tim ke Liga Indonesia. Semua sudah dikerjakan. Kalau tidak ada rekonsiliasi, ini akan terus maju," ucap ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Medan itu.
Menurut Indra, rekonsiliasi tersebut bisa saja memunculkan beberapa opsi, seperti satu kepengurusan, namun memiliki dua tim. "Kita lihat dulu bagaimana, satu tim kah, atau tetap dua. Karena kompetisi dua bisa saja PSMS mengikuti kedua-duanya, bisa saja hanya satu," ungkap Indra.
Upaya rekonsiliasi tersebut merupakan agenda yang direncanakan salah satu kelompok suporter PSMS. Namun, Benny Sihotang yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut, belum bisa menjawab.
"Saya belum bisa jawab karena belum ada undangannya. Secara lisan, saya sudah bicara dengan pihak suporter itu. Saya belum lihat konsep dari mereka, tentunya di pertemuan itu, konsep penyatuannya seperti apa harus jelas. Seperti apa Plan A yang mereka berikan, seperti apa plan B-nya? Soalnya pertanggungjawabannya harus secara akademis," ujarnya.
Dia mengkhawatirkan, pertemuan terseut malah menjadi tanpa penyelesaian alias debat kusir. "Jangan jadi debat kusir. Yang diundang itu seharusnya bukan saya. Saya belum bisa saya jawab. Belum ada konkret konsep dari mereka. Besok kami ada rapat dengan pengurus. Saya tinggalkan daripada debat kusir," ungkapnya.
Pihaknya menyambut baik upaya penyatuan PSMS tersebut, dan akan dibicarakan pada rapat perdana kepengurusan PSMS yang dipimpinnya hari ini di Mes PSMS, Komplek Stadion Kebun Bunga. "Kalau mau disatukan, ayo. Caranya bagaimana. Yang jelas, besok akan dibahas di rapat. Kalau kesepakatan pengurus bilang A, kami akan laksanakan," pungkasnya.
Sempat bertemu untuk mewacanakan hal yang sama sebelum RALB yang akhirnya menetapkan Benny Sihotang sebagai ketum pada RALB di Hotel Santika Dyandra. Namun, pembicaraan kandas. Masing-masing kepengurusan PSMS akhirnya tetap berjalan. Lantas kali ini, apa yang mendasari rekonsiliasi tersebut kembali digelar?
"Penyatuan itu merupakan langkah yang baik untuk PSMS, lantas kenapa enggak? Memang kan PSMS ini sebaiknya harus satu. Apa lagi sebelumnya, RALB mereka (kubu Benny Sihotang) itu sebagai upaya melakukan konsolidasi, walau tidak kesampaian," ujar Indra.
Indra mengakui, penyatuan tersebut bakal sulit jika tidak memiliki pola penyatuan yang efektif. "Kami coba bagaimana pola penyatuannya yang efektif. Ada perdebatan tentunya seperti pada tahapan wacana, turunan teknisnya seperti apa. Bisa saja dibentuk seperti presidium. Tapi memang belum bisa digambarkan seperti apa," katanya lagi.
Begitu juga dengan pembagian jabatan nantinya. Tentunya. Penyatuan akan berimbas kepada pembagian jabatan yang tentunya berdampak kepada masing-masing kubu PSMS. "Sampai sejauh pembagian jabatan belum tahu. Tapi untuk PSMS kami akan lakukan apa pun," ucapnya.
Namun, seperti apa pun kondisinya nanti, Indra menegaskan, pihaknya tetap meneruskan pembenahan di internal PSMS yang dipimpinnya. "Manajemen tetap jalan. Internal dibangun sesuai dengan waktunya. Sudah akan mendaftarkan tim ke Liga Indonesia. Semua sudah dikerjakan. Kalau tidak ada rekonsiliasi, ini akan terus maju," ucap ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Medan itu.
Menurut Indra, rekonsiliasi tersebut bisa saja memunculkan beberapa opsi, seperti satu kepengurusan, namun memiliki dua tim. "Kita lihat dulu bagaimana, satu tim kah, atau tetap dua. Karena kompetisi dua bisa saja PSMS mengikuti kedua-duanya, bisa saja hanya satu," ungkap Indra.
Upaya rekonsiliasi tersebut merupakan agenda yang direncanakan salah satu kelompok suporter PSMS. Namun, Benny Sihotang yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut, belum bisa menjawab.
"Saya belum bisa jawab karena belum ada undangannya. Secara lisan, saya sudah bicara dengan pihak suporter itu. Saya belum lihat konsep dari mereka, tentunya di pertemuan itu, konsep penyatuannya seperti apa harus jelas. Seperti apa Plan A yang mereka berikan, seperti apa plan B-nya? Soalnya pertanggungjawabannya harus secara akademis," ujarnya.
Dia mengkhawatirkan, pertemuan terseut malah menjadi tanpa penyelesaian alias debat kusir. "Jangan jadi debat kusir. Yang diundang itu seharusnya bukan saya. Saya belum bisa saya jawab. Belum ada konkret konsep dari mereka. Besok kami ada rapat dengan pengurus. Saya tinggalkan daripada debat kusir," ungkapnya.
Pihaknya menyambut baik upaya penyatuan PSMS tersebut, dan akan dibicarakan pada rapat perdana kepengurusan PSMS yang dipimpinnya hari ini di Mes PSMS, Komplek Stadion Kebun Bunga. "Kalau mau disatukan, ayo. Caranya bagaimana. Yang jelas, besok akan dibahas di rapat. Kalau kesepakatan pengurus bilang A, kami akan laksanakan," pungkasnya.
(aww)