Hanafing kapok tangani PSIM
Kamis, 08 November 2012 - 16:08 WIB
Hanafing kapok tangani PSIM
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Pelatih PSIM Yogyakarta, Hanafing mengaku kapok manukangi tim berjuluk Laskar Mataram itu. Haknya sebagai pelatih musim lalu masih belum terbayarkan hingga saat ini.
"Masih ada sisa gaji 4,5 bulan yang belum dibayarkan. Saya tidak tahu mau dibayar atau tidak, saya juga tidak ingin menuntut. Tapi tentu saya pikir-pikir untuk kembali lagi," kata Hanafing, Kamis (8/11/2012).
Hanafing menjelaskan, secara pribadi sebenarnya dia paham betul dengan krisis finansial yang dialami tim kebanggaan Brajamusti ini. Dia juga maklum ketika akhirnya tim memberlakukan rasionalisasi gaji untuk pemain yang berjuang hingga ke delapan besar Divisi Utama.
Namun dia menyayangkan tidak adanya komunikasi dari manajemen terkait sisa gajinya. Dia sendiri mengaku sungkan menanyakan nasib gajinya itu kepada manajemen. "Mungkin manajemen lupa atau bagaimana, saya tidak tahu. Belum pernah ada yang menghubungi saya," terangnya.
Dia berharap ada komunikasi dari manajemen agar mendapat kepastian. Dia juga tidak terlalu yakin haknya itu akan terlunasi. "Paling tidak ada komunikasi lah. Jangan hanya diam saja. Kita kan juga butuh kepastian dari manajemen," pungkasnya.
4,5 bulan gaji Hanafing semakin tidak jelas karena manajemen angkat tangan. Bahkan gaji Hanafing tidak masuk dalam daftar tunggakan manajemen. Apalagi PT NPI yang sebelumnya bertanggung jawab atas gaji pelatih sudah lepas tangan.
"Masih ada sisa gaji 4,5 bulan yang belum dibayarkan. Saya tidak tahu mau dibayar atau tidak, saya juga tidak ingin menuntut. Tapi tentu saya pikir-pikir untuk kembali lagi," kata Hanafing, Kamis (8/11/2012).
Hanafing menjelaskan, secara pribadi sebenarnya dia paham betul dengan krisis finansial yang dialami tim kebanggaan Brajamusti ini. Dia juga maklum ketika akhirnya tim memberlakukan rasionalisasi gaji untuk pemain yang berjuang hingga ke delapan besar Divisi Utama.
Namun dia menyayangkan tidak adanya komunikasi dari manajemen terkait sisa gajinya. Dia sendiri mengaku sungkan menanyakan nasib gajinya itu kepada manajemen. "Mungkin manajemen lupa atau bagaimana, saya tidak tahu. Belum pernah ada yang menghubungi saya," terangnya.
Dia berharap ada komunikasi dari manajemen agar mendapat kepastian. Dia juga tidak terlalu yakin haknya itu akan terlunasi. "Paling tidak ada komunikasi lah. Jangan hanya diam saja. Kita kan juga butuh kepastian dari manajemen," pungkasnya.
4,5 bulan gaji Hanafing semakin tidak jelas karena manajemen angkat tangan. Bahkan gaji Hanafing tidak masuk dalam daftar tunggakan manajemen. Apalagi PT NPI yang sebelumnya bertanggung jawab atas gaji pelatih sudah lepas tangan.
(wbs)