Busyet, kabinet PSMS Benny diisi 109 pengurus
Kamis, 08 November 2012 - 19:39 WIB
Busyet, kabinet PSMS Benny diisi 109 pengurus
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum PSMS Medan versi Benny Harianto Sihotang membuktikan ucapannya soal gemuknya kepengurusan PSMS Medan yang dipimpinnya. Namun, jumlah pengurus PSMS periode 2012-2016 tersebut cukup menohok, yakni 109 orang.
Itu pun belum termasuk dewan Pembina yang diisi 10 orang, serta sekretaris dewan pembina yang memasukkan 14 nama. Kepengurusan itu diumumkan kemarin pada rapat perdana pengurus di Sekretariat PSMS Medan, Kompleks Stadion Kebun Bunga Medan. Kepengurusan yang sudah ditetapkan tersebut akan dikukuhkan pecan depan.
Tidak itu saja, selain jumlah ketua yang mencapai 15 orang mendampingi Freddy Hutabarat, ada tujuh sekretaris dilibatkan bersama sekretaris umum PSMS Iswanda Nanda Ramli. Selain itu, terdapat 12 bidang kepengurusan yang rata-rata diisi oleh 10 orang di tiap bidang.
Benny Sihotang mengaku, jumlah kepengurusan yang dia bentuk bersama Iswanda Ramli, Lukman Hakim, Suryanto Herman dan Wibisono tersebut sangat gemuk. Namun menurutnya, jumlah pengurus tersebut membuktikan bahwa PSMS Medan merupakan milik masyarakat. Selain itu, kondisi tersebut diharapkannya menjadikan atomsfer di masyarakat, bahwa PSMS kepemimpinannya saat ini bersifat transparan.
''Saya akui gemuk memang, tapi ini membuktikan bahwa PSMS MEdan itu milik masyarakat Medan. Kami ingin menciptakan di kepengurusan ini keterbukaan. Seterbuka mungkin buat seluruh kalangan, agar merasa memilik PSMS ini.Tidak ada one man show di sini, keputusan diambil bersama,” ujarnya.
Jumlah pengurus PSMS tersebut jauh lebih besar dari kepengurusan PSMS Medan masa kepemimpinan Dzulmi Eldin yang selanjutnya diambil alih Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Saat, itu sekitar 50 pengurus terlibat. Namun, kali ini, hanya 20 persen nama pengurus lama yang dilibatkan, sedangkan 80 persen diisi wajah-wajah baru.
Muka-muka lama yang terlibat di antaranya tetap memegang jabatan cukup penting, seperti Freddy Hutabarat, Julius Raja, Ongku Zulfin Nasution, Doly S Siregar.Iswanda Nanda Ramli yang di kepengurusan sebelumnya merupakan bendahara umum, didapuk menjadi sekretaris umum. Sedangkan Azam Nasution tetap berkecimpung di urusan kompetisi sebagai ketua bidang kompetisi, begitu juga dengan Suryanto Herman yang kembali mengisi ketua bidang teknik.
Benny mengatakan, kepengurusan yang saat ini ada tidak hanya sekedar “nompang nama”, namun juga akan sumbangan moril maupun materil. ''Cukup banyak orang-orang yang mau masuk dalam kepengurusan ini. Itu membuktikan keinginan masing-masing untuk bahu-membahu memajukan PSMS ini,” ungkapnya.
Benny menyatakan, setelah terbentuk, kepengurusan akan dikukuhkan oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap pecan depan. “Pengukuhan kepengurusan akan dilakukan pecan depan oleh pak wali,” ucapnya.
Azzam Nasution berharap, kepengurusan yang gemuk tersebut membuat PSMS juga gemuk dalam prestasi dan tidak absen dalam kegiatan memajukan klub. ''Semua pengurus yang ada harus menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. Kepengurusan yang gemuk, berarti PSMS juga harus memiliki prestasi yang gemuk,” katanya.
Iswanda Nanda Ramli berharap, seluruh kepengurusan mampu menciptakan kinerja yang sinergis untuk memajukan PSMS Medan menjadi nomor satu, sesuai target kepengurusan, PSMS Hanya akan tampil di Divisi Utama musim ini.
Itu pun belum termasuk dewan Pembina yang diisi 10 orang, serta sekretaris dewan pembina yang memasukkan 14 nama. Kepengurusan itu diumumkan kemarin pada rapat perdana pengurus di Sekretariat PSMS Medan, Kompleks Stadion Kebun Bunga Medan. Kepengurusan yang sudah ditetapkan tersebut akan dikukuhkan pecan depan.
Tidak itu saja, selain jumlah ketua yang mencapai 15 orang mendampingi Freddy Hutabarat, ada tujuh sekretaris dilibatkan bersama sekretaris umum PSMS Iswanda Nanda Ramli. Selain itu, terdapat 12 bidang kepengurusan yang rata-rata diisi oleh 10 orang di tiap bidang.
Benny Sihotang mengaku, jumlah kepengurusan yang dia bentuk bersama Iswanda Ramli, Lukman Hakim, Suryanto Herman dan Wibisono tersebut sangat gemuk. Namun menurutnya, jumlah pengurus tersebut membuktikan bahwa PSMS Medan merupakan milik masyarakat. Selain itu, kondisi tersebut diharapkannya menjadikan atomsfer di masyarakat, bahwa PSMS kepemimpinannya saat ini bersifat transparan.
''Saya akui gemuk memang, tapi ini membuktikan bahwa PSMS MEdan itu milik masyarakat Medan. Kami ingin menciptakan di kepengurusan ini keterbukaan. Seterbuka mungkin buat seluruh kalangan, agar merasa memilik PSMS ini.Tidak ada one man show di sini, keputusan diambil bersama,” ujarnya.
Jumlah pengurus PSMS tersebut jauh lebih besar dari kepengurusan PSMS Medan masa kepemimpinan Dzulmi Eldin yang selanjutnya diambil alih Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Saat, itu sekitar 50 pengurus terlibat. Namun, kali ini, hanya 20 persen nama pengurus lama yang dilibatkan, sedangkan 80 persen diisi wajah-wajah baru.
Muka-muka lama yang terlibat di antaranya tetap memegang jabatan cukup penting, seperti Freddy Hutabarat, Julius Raja, Ongku Zulfin Nasution, Doly S Siregar.Iswanda Nanda Ramli yang di kepengurusan sebelumnya merupakan bendahara umum, didapuk menjadi sekretaris umum. Sedangkan Azam Nasution tetap berkecimpung di urusan kompetisi sebagai ketua bidang kompetisi, begitu juga dengan Suryanto Herman yang kembali mengisi ketua bidang teknik.
Benny mengatakan, kepengurusan yang saat ini ada tidak hanya sekedar “nompang nama”, namun juga akan sumbangan moril maupun materil. ''Cukup banyak orang-orang yang mau masuk dalam kepengurusan ini. Itu membuktikan keinginan masing-masing untuk bahu-membahu memajukan PSMS ini,” ungkapnya.
Benny menyatakan, setelah terbentuk, kepengurusan akan dikukuhkan oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap pecan depan. “Pengukuhan kepengurusan akan dilakukan pecan depan oleh pak wali,” ucapnya.
Azzam Nasution berharap, kepengurusan yang gemuk tersebut membuat PSMS juga gemuk dalam prestasi dan tidak absen dalam kegiatan memajukan klub. ''Semua pengurus yang ada harus menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. Kepengurusan yang gemuk, berarti PSMS juga harus memiliki prestasi yang gemuk,” katanya.
Iswanda Nanda Ramli berharap, seluruh kepengurusan mampu menciptakan kinerja yang sinergis untuk memajukan PSMS Medan menjadi nomor satu, sesuai target kepengurusan, PSMS Hanya akan tampil di Divisi Utama musim ini.
(aww)