Surabaya gagal tuan rumah Asian Games 2019
Kamis, 08 November 2012 - 20:35 WIB
Surabaya gagal tuan rumah Asian Games 2019
A
A
A
Sindonews.com - Pupus sudah harapan Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2019. Dari hasil biding tuan rumah Asian Games 2019 di Makau, Kamis (8/11), Olympic Council of Asia (OCA) secara resmi mengumunkan Vietnam menjadi tuan rumah ajang multievent olahraga terbesar di Benua Asia.
Indonesia yang mencalonkan Surabaya gagal memenangi hak sebagai tuan rumah Asian Games 2019, setelah dikalahkan Hanoi, ibukota Vietnam. Padahal, Hanoi menjadi satu-satunya pesaing Surabaya setelah Dubai keluar sebagai kandidat karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.
Di luar dugaan Indonesia yang sempat didukung negara-negara Islam di Asia justru kalah telak. Dari total 43 negara peserta, Surabaya hanya memperoleh dukungan 14 negara. Sedangkan Hanoi mendapatkan dukungan 29 suara. "Yang menjadi tuan rumah Asian Games 2019 adalah Hanoi," kata Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad al Sabah saat mengumumkan hasil pemilihan.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah ibukota Vietnam diputuskan menjadi tuan rumah Asian Games 2019. "Jelas kami sangat sedih dan kecewa. Tapi kami harus bisa menerima hasil ini,” ujarnya.
Maklum dengan kegagalan ini, Indonesia harus berpuasa lebih lama lagi untuk bisa menjadi tuan rumah multieven olahraga paling bergengsi di Asia ini. Sebab, Indonesia sudah 52 tahun lamanya tidak pernah lagi menjadi tuan rumah sejak terakhir kali pada tahun 1962.
Sebelumnya, Indonesia mengajukan Surabaya sebagai pusat kegiatan Asian Games dengan didukung dua daerah lainya, Sidoarjo dan Gresik. Berbagai fasilitas baik venue dan sarana pendukung bakal dibangun, termasuk acara pembukaan yang akan digelar di tepi jembatan Suramadu. Sayang, ide pertama kali opening ceremony di luar stadion itu tidak mampu memikat banyak negara peserta.
Kendati kalah, Indonesia mendapatkan jatah menjadi tuan rumah Asian Youth Games yang digelar 2021 mendatang. "Sesuai hasil kesepakatan sebelum pemilihan, negara yang kalah otomatis menjadi tuan rumah Asian Youth Games 2021, " ujar Rita Subowo.
Indonesia yang mencalonkan Surabaya gagal memenangi hak sebagai tuan rumah Asian Games 2019, setelah dikalahkan Hanoi, ibukota Vietnam. Padahal, Hanoi menjadi satu-satunya pesaing Surabaya setelah Dubai keluar sebagai kandidat karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.
Di luar dugaan Indonesia yang sempat didukung negara-negara Islam di Asia justru kalah telak. Dari total 43 negara peserta, Surabaya hanya memperoleh dukungan 14 negara. Sedangkan Hanoi mendapatkan dukungan 29 suara. "Yang menjadi tuan rumah Asian Games 2019 adalah Hanoi," kata Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad al Sabah saat mengumumkan hasil pemilihan.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah ibukota Vietnam diputuskan menjadi tuan rumah Asian Games 2019. "Jelas kami sangat sedih dan kecewa. Tapi kami harus bisa menerima hasil ini,” ujarnya.
Maklum dengan kegagalan ini, Indonesia harus berpuasa lebih lama lagi untuk bisa menjadi tuan rumah multieven olahraga paling bergengsi di Asia ini. Sebab, Indonesia sudah 52 tahun lamanya tidak pernah lagi menjadi tuan rumah sejak terakhir kali pada tahun 1962.
Sebelumnya, Indonesia mengajukan Surabaya sebagai pusat kegiatan Asian Games dengan didukung dua daerah lainya, Sidoarjo dan Gresik. Berbagai fasilitas baik venue dan sarana pendukung bakal dibangun, termasuk acara pembukaan yang akan digelar di tepi jembatan Suramadu. Sayang, ide pertama kali opening ceremony di luar stadion itu tidak mampu memikat banyak negara peserta.
Kendati kalah, Indonesia mendapatkan jatah menjadi tuan rumah Asian Youth Games yang digelar 2021 mendatang. "Sesuai hasil kesepakatan sebelum pemilihan, negara yang kalah otomatis menjadi tuan rumah Asian Youth Games 2021, " ujar Rita Subowo.
(aww)