Terpuruk, Lakers tak mau panik
Jum'at, 09 November 2012 - 00:45 WIB
Terpuruk, Lakers tak mau panik
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Eksekutif Los Angeles Lakers, Jim Buss, menyatakan dukungannya terhadap pelatih Mike Brown, yang baru mengantarkan satu kemenangan dari lima kali game di awal kompetisi NBA musim ini.
Buss mengaku bahwa ia kecewa dengan rekor bertanding Lakers yang mengejutkan dalam memulai musim meskipun roster-nya bertabur bintang. Namun, ia juga menuturkan bahwa ia masih belum panik dan membuat beberapa perubahan. "Kami tidak memulai 0-3 (kalah-menang) untuk kali pertamanya sejak kami memiliki tim ini. Tidak peduli apa, anda harus sadar. Itu bukan berarti perubahan akan segera terjadi. Itu hanya menandakan bahwa anda harus lebih segera sadar," ujar presiden eksekutif terlama itu, saat diwawancarai ESPN, Kamis (8/11).
Pelatih Lakers, Mike Brown sudah berada di kursi panas sejak Lakers menderita kekalahan di awal musim mereka menghadapi Dallas Mavericks, yang tampil tanpa pemain bintang Dirk Nowitzki. Para penggemar dan pengamat percaya bahwa di tahun kedua kepemimpinannya pelatih Lakers tidak mampu bekerja dan memanfaatkan para pemain bintang seperti Kobe Bryant, Dwight Howard, Steve Nash, dan Pau Gasol.
Meskipun publik banyak yang menggugat posisi Brown, namun Buss masih tetap memercayai sang pelatih. "Saya tidak mempunyai masalah dengan Mike Brown sama sekali. Dia hanya bekerja terlalu keras dan dia banyak pengetahuan untuk mengakhiri ini dengan kebahagiaan," katanya.
Sama seperti Buss, salah satu bintang Lakers, Bryant, juga mengatakan kepada para pengamat untuk menutup mulut mereka minggu lalu dan mari membiarkan tim menyesuaikan diri dengan skema ofensif yang baru. Namun, superstar berusia 34 tahun itu tampak marah setelah menderita kekalahan 95-86 dari Utah Jazz pada Rabu malam waktu setempat (7/11).
Di sisi lain, Howard juga mengaku merasa frustrasi dengan hasil empat pertandingan pertama mereka, namun senada dengan Buss, untuk saat ini tidak perlu ada yang panik. "Kita tidak perlu panik atau merasa memperoleh tekanan yang berat pada diri kami ini di awal musim. Kami tahu bahwa setiap orang berharap sesuatu yang besar dari kami, tapi itu membutuhkan waktu."
Saat ini, Lakers terpuruk sebagai juru kunci di klasemen Wilayah Barat dengan rekor 1-4, itu untuk kalah pertama tim menuai hasil yang terburuk sejak musim 1993-1994.
Buss mengaku bahwa ia kecewa dengan rekor bertanding Lakers yang mengejutkan dalam memulai musim meskipun roster-nya bertabur bintang. Namun, ia juga menuturkan bahwa ia masih belum panik dan membuat beberapa perubahan. "Kami tidak memulai 0-3 (kalah-menang) untuk kali pertamanya sejak kami memiliki tim ini. Tidak peduli apa, anda harus sadar. Itu bukan berarti perubahan akan segera terjadi. Itu hanya menandakan bahwa anda harus lebih segera sadar," ujar presiden eksekutif terlama itu, saat diwawancarai ESPN, Kamis (8/11).
Pelatih Lakers, Mike Brown sudah berada di kursi panas sejak Lakers menderita kekalahan di awal musim mereka menghadapi Dallas Mavericks, yang tampil tanpa pemain bintang Dirk Nowitzki. Para penggemar dan pengamat percaya bahwa di tahun kedua kepemimpinannya pelatih Lakers tidak mampu bekerja dan memanfaatkan para pemain bintang seperti Kobe Bryant, Dwight Howard, Steve Nash, dan Pau Gasol.
Meskipun publik banyak yang menggugat posisi Brown, namun Buss masih tetap memercayai sang pelatih. "Saya tidak mempunyai masalah dengan Mike Brown sama sekali. Dia hanya bekerja terlalu keras dan dia banyak pengetahuan untuk mengakhiri ini dengan kebahagiaan," katanya.
Sama seperti Buss, salah satu bintang Lakers, Bryant, juga mengatakan kepada para pengamat untuk menutup mulut mereka minggu lalu dan mari membiarkan tim menyesuaikan diri dengan skema ofensif yang baru. Namun, superstar berusia 34 tahun itu tampak marah setelah menderita kekalahan 95-86 dari Utah Jazz pada Rabu malam waktu setempat (7/11).
Di sisi lain, Howard juga mengaku merasa frustrasi dengan hasil empat pertandingan pertama mereka, namun senada dengan Buss, untuk saat ini tidak perlu ada yang panik. "Kita tidak perlu panik atau merasa memperoleh tekanan yang berat pada diri kami ini di awal musim. Kami tahu bahwa setiap orang berharap sesuatu yang besar dari kami, tapi itu membutuhkan waktu."
Saat ini, Lakers terpuruk sebagai juru kunci di klasemen Wilayah Barat dengan rekor 1-4, itu untuk kalah pertama tim menuai hasil yang terburuk sejak musim 1993-1994.
(nug)