Wali Kota harus 'damaikan' Duo Persis
Jum'at, 09 November 2012 - 15:54 WIB
Wali Kota harus 'damaikan' Duo Persis
A
A
A
Sindonews.com - Wali Kota Solo FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo diminta turun tangan menyelesaikan gonjang ganjing duo Persis Solo yang semakin tidak menentu. Jika orang nomor satu di Kota Solo itu tidak segera bertindak, proses reunifikasi atau penyatuan kembali duo Persis tidak akan selesai tahun ini alias musim depan dualisme tim kebanggaan publik Solo masih berlanjut.
Dua managemen sebenarnya punya semangat ingin kembali menyatukan Persis. Namun, rekonsiliasi masih sebatas keinginan, belum ada tindakan konkret. Justru kubu Persis versi Liga Indonesia (PT Liga) yang menggiring agar Laskar Sambernyawa berkompetisi di bawah naungan PT Liga sangat berpotensi menggagalkan proses rekonsiliasi itu.
Menanggapi hal itu, Manager Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Joni Sofyan Erwandi mengakui saat ini membutuhkan sosok yang mampu berperan sebagai penengah. "Saat ini butuh seorang penengah. Orang yang paling tepat menjadi penengah, yang bisa diterima kedua pihak (duo Persis) hanya Pak Rudy," katanya, Jumat (9/11/2012).
Menurut dia, sosok Rudy dalam proses rekonsiliasi duo Persis mutlak diperlukan. Selain berkapasitas sebagai wali kota, Rudy juga sebagai Ketua Umum Persis Solo dan Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang PSSI Solo. "Pak Rudy memang pernah bilang agar Persis segera bersatu, namun kata-kata tersebut tidak bisa dilakukan oleh kedua managemen," ungkapnya.
Dia mengakui, kedua managemen ada keinginan untuk menyatukan kembali duo Persis. Namun, keduanya juga tidak bisa berbuat konkret mewujudkan keinginan tersebut. "Di luar managemen, ternyata ada pihak diduga punya keinginan agar rekonsiliasi duo Persis gagal. Makanya, peran Pak Rudy sangat dibutuhkan. Pak Rudy harus turun tangan," tegasnya.
Di bagian lain, Rudy mengatakan, dualisme Persis muncul akibat konflik PSSI maupun KPSI yang sampai detik masih berlangsung. "Konflik PSSI membuat Persis terpecah menjadi dua, satu ikut kompetisi di PT LPIS dan satunya di PT Liga. "Bahkan konflik kedua Persis makin memanas. Harus dihentikan, saya siap menjadi mediator rekonsiliasi duo Persis," kata Rudy.
Rudy meminta agar kedua kubu Persis maupun pihak lain tidak perlu mengeluarkan wacana yang kontraproduktif dengan upaya rekonsiliasi. "Kedua manajemen harus cooling down terlebih dahulu. Sebab, pernyataan keduanya dalam beberapa hari terakhir di sejumlah media massa malah berpotensi perpecahan. Saat ini jangan mengklaim dulu Persis musim depan harus ikut kompetisi PT Liga atau PT LPIS," jelasnya.
Dia mengingatkan, Persis bukan milik segelintir orang. Tim kebanggaan Kota Bengawan ini merupakan milik 26 klub internal Persis. "Jadi, keputusannya (ikut kompetisi yang mana) menunggu terbentuk pengurus baru dari hasil muscab. Sebelum terbentuk pengurus yang baru, jangan saling klaim," pintanya
Dua managemen sebenarnya punya semangat ingin kembali menyatukan Persis. Namun, rekonsiliasi masih sebatas keinginan, belum ada tindakan konkret. Justru kubu Persis versi Liga Indonesia (PT Liga) yang menggiring agar Laskar Sambernyawa berkompetisi di bawah naungan PT Liga sangat berpotensi menggagalkan proses rekonsiliasi itu.
Menanggapi hal itu, Manager Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Joni Sofyan Erwandi mengakui saat ini membutuhkan sosok yang mampu berperan sebagai penengah. "Saat ini butuh seorang penengah. Orang yang paling tepat menjadi penengah, yang bisa diterima kedua pihak (duo Persis) hanya Pak Rudy," katanya, Jumat (9/11/2012).
Menurut dia, sosok Rudy dalam proses rekonsiliasi duo Persis mutlak diperlukan. Selain berkapasitas sebagai wali kota, Rudy juga sebagai Ketua Umum Persis Solo dan Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang PSSI Solo. "Pak Rudy memang pernah bilang agar Persis segera bersatu, namun kata-kata tersebut tidak bisa dilakukan oleh kedua managemen," ungkapnya.
Dia mengakui, kedua managemen ada keinginan untuk menyatukan kembali duo Persis. Namun, keduanya juga tidak bisa berbuat konkret mewujudkan keinginan tersebut. "Di luar managemen, ternyata ada pihak diduga punya keinginan agar rekonsiliasi duo Persis gagal. Makanya, peran Pak Rudy sangat dibutuhkan. Pak Rudy harus turun tangan," tegasnya.
Di bagian lain, Rudy mengatakan, dualisme Persis muncul akibat konflik PSSI maupun KPSI yang sampai detik masih berlangsung. "Konflik PSSI membuat Persis terpecah menjadi dua, satu ikut kompetisi di PT LPIS dan satunya di PT Liga. "Bahkan konflik kedua Persis makin memanas. Harus dihentikan, saya siap menjadi mediator rekonsiliasi duo Persis," kata Rudy.
Rudy meminta agar kedua kubu Persis maupun pihak lain tidak perlu mengeluarkan wacana yang kontraproduktif dengan upaya rekonsiliasi. "Kedua manajemen harus cooling down terlebih dahulu. Sebab, pernyataan keduanya dalam beberapa hari terakhir di sejumlah media massa malah berpotensi perpecahan. Saat ini jangan mengklaim dulu Persis musim depan harus ikut kompetisi PT Liga atau PT LPIS," jelasnya.
Dia mengingatkan, Persis bukan milik segelintir orang. Tim kebanggaan Kota Bengawan ini merupakan milik 26 klub internal Persis. "Jadi, keputusannya (ikut kompetisi yang mana) menunggu terbentuk pengurus baru dari hasil muscab. Sebelum terbentuk pengurus yang baru, jangan saling klaim," pintanya
(wbs)