Waduh, pemain PSM kekurangan gizi
Jum'at, 09 November 2012 - 22:30 WIB
Waduh, pemain PSM kekurangan gizi
A
A
A
Sindonews.com - Pengguwa PSM Makassar tetap berlatih di tengah keterbatasan fasilitas, termasuk buruknya program gizi. Kondisi ini diharapkan tidak berlangsung lama demi menjaga performa pemain.
Program latihan PSM Makassar sudah berjalan kurang lebih dua pekan dan intensitasnya mulai tinggi. Misalnya, latihan fisik terus digenjot. Termasuk game, dengan durasi hampir dua jam lebih.
Pelatih PSM Petar Segrt mengatakan, dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan suplemen, gizi dan vitamin yang cukup untuk menjaga performa pemain agar tidak drop. ''Saya prihatin melihat pemain. Mereka sangat bersemangat latihan walaupun gizi dan suplemen tidak disediakan,” ucapnya.
Menurutnya, manajemen PSM harus secepatnya mencari solusi untuk mengatasi keadaan tersebut. Misalnya, mengupayakan makan bergizi termasuk vitamin. ''Saya tidak tahu persis mereka (pemain) makan apa. Namun menurut saja ini kurang baik ke stamina,” jelas dia.
Alasannya, kandungan gizi dalam makanan seorang pesepakbola harus lebih besar. Selain itu, jika disediakan klub, pola makannya juga lebih teratur. “Gizinya dapat dikontrol setiap waktu dan teratur,” katanya.
Pria berpaspor Kroasi ini menjelaskan, bukan hanya makanan. Pemain juga butuh vitamin dan suplemen lainnya. “Anda bisa lihat sendiri. Usai latihan yang ada hanya air mineral. Tidak ada suplemen,” tuturnya.
Petar menjelaskan, manajemen juga harus secepatnya memikirkan mess pemain. Bagaimana tidak, saat ini belum jelas pemain harus tinggal dimana. “Tapi saya tetap memuji kesungguhan mereka untuk berlatih,” ucap Petar.
Dia mengatakan, yang tidak kalah penting adalah kepastian kontrak pemain. Eks arsitek klub Bali Devata ini mengatakan, belum jelasnya kontrak membuatnya kesulitan menyusun program. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentukan program latihan,” sebutnya.
Menurutnya, program bisa saja berubah jika satu atau dua orang pemain hengkang dan meninggalkan PSM. “Program disusun berdasarkan kondisi ketersediaan pemain,” jelasnya.
Petar mengakui, semua nama pemain sudah diserahkan ke manajemen PSM beberapa waktu lalu. ''Manajemen yang akan menentukan berapa jumlah pemain yang dibutuhkan untuk memperkuat tim musim mendatang,” sebutnya.
Dia berharap, semua kekurangan tersebut segera dibenahi, supaya tidak menyulitkan pemain dan program pelatih juga berjalan normal. “Saya harap pemain tetap semangat dengan keterbatasan ini,” paparnya.
Media Officer (MO) PSM, Andi Widya Syadzwina mengakui, saat ini pemain berlatih dengan kondisi keterbatasan. ''Bus untuk pemain saja sampai sekarang belum ada. Mereka datang sendiri-sendiri ke lapangan,” katanya.
Menurut Wina, yang berhak menentukan dan mengabulkan permintaan pelatih tersebut adalah manajemen PSM Makassar. ''Saya tidak bisa menjawab dan bebuat banyak soal itu,” ucap dia.
Bahkan menurutnya, kepastian kontrak pemain juga belum diketahui. Sebelumnya, CEO PSM Rully Habibie pernah menjanjikan kontrak akan dirampungkan dalam waktu dekat. ''Namun sampai sekarang saya belum dapatkan informasinya lagi,” pungkasnya.
Program latihan PSM Makassar sudah berjalan kurang lebih dua pekan dan intensitasnya mulai tinggi. Misalnya, latihan fisik terus digenjot. Termasuk game, dengan durasi hampir dua jam lebih.
Pelatih PSM Petar Segrt mengatakan, dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan suplemen, gizi dan vitamin yang cukup untuk menjaga performa pemain agar tidak drop. ''Saya prihatin melihat pemain. Mereka sangat bersemangat latihan walaupun gizi dan suplemen tidak disediakan,” ucapnya.
Menurutnya, manajemen PSM harus secepatnya mencari solusi untuk mengatasi keadaan tersebut. Misalnya, mengupayakan makan bergizi termasuk vitamin. ''Saya tidak tahu persis mereka (pemain) makan apa. Namun menurut saja ini kurang baik ke stamina,” jelas dia.
Alasannya, kandungan gizi dalam makanan seorang pesepakbola harus lebih besar. Selain itu, jika disediakan klub, pola makannya juga lebih teratur. “Gizinya dapat dikontrol setiap waktu dan teratur,” katanya.
Pria berpaspor Kroasi ini menjelaskan, bukan hanya makanan. Pemain juga butuh vitamin dan suplemen lainnya. “Anda bisa lihat sendiri. Usai latihan yang ada hanya air mineral. Tidak ada suplemen,” tuturnya.
Petar menjelaskan, manajemen juga harus secepatnya memikirkan mess pemain. Bagaimana tidak, saat ini belum jelas pemain harus tinggal dimana. “Tapi saya tetap memuji kesungguhan mereka untuk berlatih,” ucap Petar.
Dia mengatakan, yang tidak kalah penting adalah kepastian kontrak pemain. Eks arsitek klub Bali Devata ini mengatakan, belum jelasnya kontrak membuatnya kesulitan menyusun program. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentukan program latihan,” sebutnya.
Menurutnya, program bisa saja berubah jika satu atau dua orang pemain hengkang dan meninggalkan PSM. “Program disusun berdasarkan kondisi ketersediaan pemain,” jelasnya.
Petar mengakui, semua nama pemain sudah diserahkan ke manajemen PSM beberapa waktu lalu. ''Manajemen yang akan menentukan berapa jumlah pemain yang dibutuhkan untuk memperkuat tim musim mendatang,” sebutnya.
Dia berharap, semua kekurangan tersebut segera dibenahi, supaya tidak menyulitkan pemain dan program pelatih juga berjalan normal. “Saya harap pemain tetap semangat dengan keterbatasan ini,” paparnya.
Media Officer (MO) PSM, Andi Widya Syadzwina mengakui, saat ini pemain berlatih dengan kondisi keterbatasan. ''Bus untuk pemain saja sampai sekarang belum ada. Mereka datang sendiri-sendiri ke lapangan,” katanya.
Menurut Wina, yang berhak menentukan dan mengabulkan permintaan pelatih tersebut adalah manajemen PSM Makassar. ''Saya tidak bisa menjawab dan bebuat banyak soal itu,” ucap dia.
Bahkan menurutnya, kepastian kontrak pemain juga belum diketahui. Sebelumnya, CEO PSM Rully Habibie pernah menjanjikan kontrak akan dirampungkan dalam waktu dekat. ''Namun sampai sekarang saya belum dapatkan informasinya lagi,” pungkasnya.
(aww)