Rudy larang duo Persis ikut laga pramusim
Sabtu, 10 November 2012 - 23:22 WIB
Rudy larang duo Persis ikut laga pramusim
A
A
A
Sindonews.com - Persis Solo tidak diperbolehkan mengikuti laga uji coba atau pramusim karena berpotensi menghambat proses reunifikasi atau penyatuan kembali duo Persis. Pemain boleh ikut bermain di laga uji coba namun tidak boleh menggunakan nama atau istitusi Persis.
Menurut Rudy, saat ini kondisi pesepakbolaan di Kota Bengawan kurang kondusif. Jika masing-masing managemen duo Persis masih mementingkan ego, keinginan publik Solo terutama Pasoepati yang ingin tim Laskar Sambernyawa kembali bersatu, sulit diwujudkan.
"Kalau duo Persis mendapat undangan mengikuti laga pramusim, jangan ikut. Jangan bawa nama Persis Solo untuk laga pramusim. Kalau ada apa-apa siapa yang bertanggung. Lihat dulu siapa yang mengundang dan siapa saja pesertanya," kata Rudy, Sabtu (10/11/2012).
Informasi yang dihimpun, PSSI berencana menggelar laga pramusim di Stadion Sultan Agung Bantul, Desember mendatang. Pramusim itu rencananya diikuti 4 tim, yakni Timnas Timor Leste, PSS Sleman, Persis Solo dan tuan Persiba Bantul. Belum diketuhai, Persis Solo yang mana yang dindang di ajang tersebut. Namun, kemungkinan adalah Persis Solo versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), bukan Persis Solo versi Liga Indonesia (Liga).
Rudy menilai, dengan mengikuti laga pramusim dengan mengatasnakan Persis Solo justru membuat rencana penyatuan duo Persis malah berantakan. Pasalnya hal ini berpotensi menimbulkan kecemburuan. "Sebaiknya undangan laga pramusim ditujukan kepada pengurus, bukan managemen," tegasnya.
Dia tidak keberatan, para pemain dari duo Persis, baik Persis LPIS maupun Persis Liga ikut laga pramusim. Namun, nama, jersey dan logo yang diusung dalam laga pramusim bukan Persis Solo. Pemain dari duo Persis Solo juga tidak dilarang membela klub lain dalam laga pramusim.
Pernyataan Rudy ini mengemuka setelah duo managemen Persis tidak kunjung duduk bersama merancang tim kebanggaan Kota Bengawan ini bersatu kembali. Sejauh ini, reunifikasi masih sebatas wacana. Namun, justru yang terjadi malah salah satu managemen saling mengeluarkan statemen yang kontraproduktif atau tidak relevan dengan rencana reunifikasi.
Mantan Ketua Umum Persis Solo ini juga meminta agar suasana persepakbolaan di Kota Solo kondusif, kedua managemen Persis bisa menahan diri mengeluarkan pernyataan. "Sama minta kedua sementara waktu coollin down dulu. Sama-sama menahan diri sampai digelarnya KLB PSSI," tegasnya
Menurut Rudy, saat ini kondisi pesepakbolaan di Kota Bengawan kurang kondusif. Jika masing-masing managemen duo Persis masih mementingkan ego, keinginan publik Solo terutama Pasoepati yang ingin tim Laskar Sambernyawa kembali bersatu, sulit diwujudkan.
"Kalau duo Persis mendapat undangan mengikuti laga pramusim, jangan ikut. Jangan bawa nama Persis Solo untuk laga pramusim. Kalau ada apa-apa siapa yang bertanggung. Lihat dulu siapa yang mengundang dan siapa saja pesertanya," kata Rudy, Sabtu (10/11/2012).
Informasi yang dihimpun, PSSI berencana menggelar laga pramusim di Stadion Sultan Agung Bantul, Desember mendatang. Pramusim itu rencananya diikuti 4 tim, yakni Timnas Timor Leste, PSS Sleman, Persis Solo dan tuan Persiba Bantul. Belum diketuhai, Persis Solo yang mana yang dindang di ajang tersebut. Namun, kemungkinan adalah Persis Solo versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), bukan Persis Solo versi Liga Indonesia (Liga).
Rudy menilai, dengan mengikuti laga pramusim dengan mengatasnakan Persis Solo justru membuat rencana penyatuan duo Persis malah berantakan. Pasalnya hal ini berpotensi menimbulkan kecemburuan. "Sebaiknya undangan laga pramusim ditujukan kepada pengurus, bukan managemen," tegasnya.
Dia tidak keberatan, para pemain dari duo Persis, baik Persis LPIS maupun Persis Liga ikut laga pramusim. Namun, nama, jersey dan logo yang diusung dalam laga pramusim bukan Persis Solo. Pemain dari duo Persis Solo juga tidak dilarang membela klub lain dalam laga pramusim.
Pernyataan Rudy ini mengemuka setelah duo managemen Persis tidak kunjung duduk bersama merancang tim kebanggaan Kota Bengawan ini bersatu kembali. Sejauh ini, reunifikasi masih sebatas wacana. Namun, justru yang terjadi malah salah satu managemen saling mengeluarkan statemen yang kontraproduktif atau tidak relevan dengan rencana reunifikasi.
Mantan Ketua Umum Persis Solo ini juga meminta agar suasana persepakbolaan di Kota Solo kondusif, kedua managemen Persis bisa menahan diri mengeluarkan pernyataan. "Sama minta kedua sementara waktu coollin down dulu. Sama-sama menahan diri sampai digelarnya KLB PSSI," tegasnya
(wbs)