Duo Persis lebih baik tak ikut kompetisi
Selasa, 13 November 2012 - 14:27 WIB
Duo Persis lebih baik tak ikut kompetisi
A
A
A
Sindonews.com - Wali kota Solo FX Hadi 'Rudy' Rudyatmo terlihat jengah dengan konflik PSSI dan KPSI yang kunjung usai. Adanya konflik tersebut membuat tim kebanggaan Kota Solo terbelah menjadi dua. Musim lalu, Laskar Sambernyawa mengikuti dua kompetisi, yakni Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan Persis versi Liga Indonesia (Liga).
Menurut Rudy, jika konflik PSSI masih berlanjut, sebaiknya Persis tidak ikut kompetisi musim depan. Sejauh ini, kata dia, PSSI maupun KPSI kurang memiliki keinginan untuk menyelesaikan konflik. Hal ini juga berimbas pada upaya reunifikasi atau penyatuan kembali duo Persis yang terancam gagal. Terlebih musim depan, dipastikan dualisme kompetisi masih berlanjut meski 2014 rencananya bakal dilebur menjadi satu kompetisi. Dari pada memperdebatkan musim depan Persis ikut kompetisi di mana, lebih baik Persis tidak ikut kompetisi.
Atas konflik PSSI dan KPSI yang berkepanjangan itu, Rudy meminta kepada Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Persis Solo lebih fokus dalam membenahi kepengurusan. "Itu (pembenahan kepengurusan pengcab) lebih mendesak dari pada memperdebatkan kompetisi mana yang bakal diikuti Persis. Jika konflik di PSSI tak kunjung tuntas, lebih baik Persis mundur dari kompetisi profesional," katanya, Selasa (13/11/2012).
Secara khusus, Ketua Umum Demisioner Persis Solo ini mengaku sangat siap menjadi mediator dalam usaha unifikasi Persis Solo. Persis akan mengikuti kompetisi yang mana, harus menunggu hasil Muscab setelah kepengurusan baru terbentuk. "Keputusannya (ikut kompetisi mana) menunggu terbentuk pengurusan baru hasil Muscab. Semua pihak jangan terburu-buru. Kalau saya perlu jadi ketua kagi tidak masalah selama tidak menjalahi aturan. Yang penting demi perbaikan organisasi (Persis) yang lebih baik," tegasnya.
Sebelumnya, Rudy juga meminta agar tidak menggunakan nama Persis dalam turnamen pramusim karena berpotensi semakin membuat runyam persepakbolaan di Kota Bengawan. Meski demikian, Rudy masih memperboleh para pemain Persis baik LPIS maupun Liga ikut turnamen pramusim selama tidak membawa-nama Persis Solo.
Dalam waktu dekat ini, Sriwijaya FC dan Arema Indonesia mengajak latih tanding dengan pemain Persis. Dua klub Indonesia Super League (ISL) ini memang saat ini sedang menjalani training center di Stadion Manahan Solo. Sriwijaya FC mengajak latih tanding dengan pemain Persis Jumat (16/11) mendatang.
Manager Persis Liga Totok Supriyanto mengakui diajak latih tanding dengan jawara ISL musim lalu. Pihaknya bersedia berlatih tanding, namun nama yang digunakan bukan Persis. Hal ini dilakukan agar tidak semakin memperkeruh suasana seputar rencana unifikasi Persis. Selain itu, tim Persis LPIS maupun LI juga sejauh ini juga belum terbentuk. "Tim Persis LPIS atau LI belum terbentuk sehingga bisa menggunakan nama Solo Allstar, atau mengambil nama salah satu klub internal Persis," katanya.
Untuk komposisi pemain dalam meladeni Sriwijaya FC, bisa diambilkan dari para pemain yang musim lalu membela duo Pesis yang berdomisili di Kota Solo dan sekitarnya. "Paling tidak ada 15-16 pemain, lengkap dengan posisi mereka masing-masing. Ini hanya membantu Sriwijaya menjadi lawan tanding, jadi bukan prestasi yang dikejar," jelasnya.
Menurut Rudy, jika konflik PSSI masih berlanjut, sebaiknya Persis tidak ikut kompetisi musim depan. Sejauh ini, kata dia, PSSI maupun KPSI kurang memiliki keinginan untuk menyelesaikan konflik. Hal ini juga berimbas pada upaya reunifikasi atau penyatuan kembali duo Persis yang terancam gagal. Terlebih musim depan, dipastikan dualisme kompetisi masih berlanjut meski 2014 rencananya bakal dilebur menjadi satu kompetisi. Dari pada memperdebatkan musim depan Persis ikut kompetisi di mana, lebih baik Persis tidak ikut kompetisi.
Atas konflik PSSI dan KPSI yang berkepanjangan itu, Rudy meminta kepada Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Persis Solo lebih fokus dalam membenahi kepengurusan. "Itu (pembenahan kepengurusan pengcab) lebih mendesak dari pada memperdebatkan kompetisi mana yang bakal diikuti Persis. Jika konflik di PSSI tak kunjung tuntas, lebih baik Persis mundur dari kompetisi profesional," katanya, Selasa (13/11/2012).
Secara khusus, Ketua Umum Demisioner Persis Solo ini mengaku sangat siap menjadi mediator dalam usaha unifikasi Persis Solo. Persis akan mengikuti kompetisi yang mana, harus menunggu hasil Muscab setelah kepengurusan baru terbentuk. "Keputusannya (ikut kompetisi mana) menunggu terbentuk pengurusan baru hasil Muscab. Semua pihak jangan terburu-buru. Kalau saya perlu jadi ketua kagi tidak masalah selama tidak menjalahi aturan. Yang penting demi perbaikan organisasi (Persis) yang lebih baik," tegasnya.
Sebelumnya, Rudy juga meminta agar tidak menggunakan nama Persis dalam turnamen pramusim karena berpotensi semakin membuat runyam persepakbolaan di Kota Bengawan. Meski demikian, Rudy masih memperboleh para pemain Persis baik LPIS maupun Liga ikut turnamen pramusim selama tidak membawa-nama Persis Solo.
Dalam waktu dekat ini, Sriwijaya FC dan Arema Indonesia mengajak latih tanding dengan pemain Persis. Dua klub Indonesia Super League (ISL) ini memang saat ini sedang menjalani training center di Stadion Manahan Solo. Sriwijaya FC mengajak latih tanding dengan pemain Persis Jumat (16/11) mendatang.
Manager Persis Liga Totok Supriyanto mengakui diajak latih tanding dengan jawara ISL musim lalu. Pihaknya bersedia berlatih tanding, namun nama yang digunakan bukan Persis. Hal ini dilakukan agar tidak semakin memperkeruh suasana seputar rencana unifikasi Persis. Selain itu, tim Persis LPIS maupun LI juga sejauh ini juga belum terbentuk. "Tim Persis LPIS atau LI belum terbentuk sehingga bisa menggunakan nama Solo Allstar, atau mengambil nama salah satu klub internal Persis," katanya.
Untuk komposisi pemain dalam meladeni Sriwijaya FC, bisa diambilkan dari para pemain yang musim lalu membela duo Pesis yang berdomisili di Kota Solo dan sekitarnya. "Paling tidak ada 15-16 pemain, lengkap dengan posisi mereka masing-masing. Ini hanya membantu Sriwijaya menjadi lawan tanding, jadi bukan prestasi yang dikejar," jelasnya.
(wbs)