PSMS besutan Suimin tarik eks pemain PON
Selasa, 13 November 2012 - 18:51 WIB
PSMS besutan Suimin tarik eks pemain PON
A
A
A
Sindonews.com - Eksodus sejumlah pemain dari PSMS yang dipimpin Indra Sakti Harahap ke PSMS kepemimpinan Benny Sihotang semakin banyak. Namun, skuad PSMS besutan pelatih pimpinan Suimin Diharja tidak kehabisan akal.
Empat mantan penggawa PON Sumut pun didatangkan. Adalah Agung Prasetyo, Aidun Sastra Utami, Zulkifli dan M.Irvan yang bergabung dengan tim besutan Suimin Diharja itu. Agung yang mengikuti sesi latihan di Stadion Kebun Bunga sejak Senin (12/11) lalu. Sementara tiga pemain lain dipastikan segera bergabung.
Kedatangan mereka pun menjadi angin segar. Pelatih PSMS, Suimin Diharja mengatakan para pemain PON ini masih berstatus pantauan. Selain mereka, juga ada dua pemain yang didatangkan dari klub lokal. "Iya, mereka akan dipantau dulu kemampuannya. Banyak pemain yang eksodus jadi kami menambah pemain dari luar. Dan ada rekomendasi pemain PON mereka sudah ikut latihan," katanya.
Suimin akan memberi waktu seminggu ke depan untuk para pemain menunjukkan performa terbaiknya di hadapan pelatih. "Seminggu ini akan kami lihat. Lagipula belum semua bergabung," tambahnya.
Sebelumnya, para pemain PON Sumut memang diharapkan hadir sejak seleksi
awal. Namun, mantan anak asuh Rudi Saari tak satu pun yang hadir sampai seleksi tahap kedua selesai. Mereka dikabarkan tengah sibuk mengurus jalur masuk ke PTPN IV untuk bekerja.
Sebenarnya, selain keempat pemain tersebut PSMS juga memanggil Safri Koto dan Hardiyantono. Namun Safri menolak. Sebelumnya dia memang mengungkapkan kengganannya karena kondisi dualisme yang melanda PSMS.
Sementara Hardiyantono sempat disebut-sebut akan digaet klub dari Ibu kota. "Safri Koto sudah kami ajak untuk latihan. Tapi dia belum mau. Kami harapkan Hardiantono juga bisa bergabung. Yang terpenting mereka ikut latihan dulu. Lagipula mereka kosong kegiatan pasca PON," kata pelatih kiper PSMS, Mardianto.
Agung Prasetyo yang akhirnya mau hadir mengikuti seleksi mengatakan dirinya ingin mengawali karir profesionalnya di PSMS. Ia tak peduli dualisme yang terjadi saat ini. "Saya diajak latihan disini dan tidak ada salahnya kalau saya bergabung. Saya ingin mengawali karir profesional ya di PSMS. Tidak peduli PSMS yang mana," kata pemain yang baru kembali memperkuat timnas U-23 di ajang Batik Cup.
Meski performanya cukup baik di Batik Cup, Agung mengaku belum mendapat tawaran dari klub manapun kecuali PSMS. "Belum ada tawaran. Baru dari PSMS inilah," tambah pemain berusia 20 tahun ini.
Sejatinya, tidak hanya PSMS versi Indra Sakti Harahap yang ingin merekrut para pemain PON Sumut. PSMS versi Benny Sihotang juga menyatakan niatnya memboyong lima pemain PON. "Kami sudah melakukan hubungan dengan beberapa pemain. Lagipula mereka kan belum pasti
direkrut PTPN IV itu. Jadi kesempatan masih terbuka," kata pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning beberapa waktu.
Empat mantan penggawa PON Sumut pun didatangkan. Adalah Agung Prasetyo, Aidun Sastra Utami, Zulkifli dan M.Irvan yang bergabung dengan tim besutan Suimin Diharja itu. Agung yang mengikuti sesi latihan di Stadion Kebun Bunga sejak Senin (12/11) lalu. Sementara tiga pemain lain dipastikan segera bergabung.
Kedatangan mereka pun menjadi angin segar. Pelatih PSMS, Suimin Diharja mengatakan para pemain PON ini masih berstatus pantauan. Selain mereka, juga ada dua pemain yang didatangkan dari klub lokal. "Iya, mereka akan dipantau dulu kemampuannya. Banyak pemain yang eksodus jadi kami menambah pemain dari luar. Dan ada rekomendasi pemain PON mereka sudah ikut latihan," katanya.
Suimin akan memberi waktu seminggu ke depan untuk para pemain menunjukkan performa terbaiknya di hadapan pelatih. "Seminggu ini akan kami lihat. Lagipula belum semua bergabung," tambahnya.
Sebelumnya, para pemain PON Sumut memang diharapkan hadir sejak seleksi
awal. Namun, mantan anak asuh Rudi Saari tak satu pun yang hadir sampai seleksi tahap kedua selesai. Mereka dikabarkan tengah sibuk mengurus jalur masuk ke PTPN IV untuk bekerja.
Sebenarnya, selain keempat pemain tersebut PSMS juga memanggil Safri Koto dan Hardiyantono. Namun Safri menolak. Sebelumnya dia memang mengungkapkan kengganannya karena kondisi dualisme yang melanda PSMS.
Sementara Hardiyantono sempat disebut-sebut akan digaet klub dari Ibu kota. "Safri Koto sudah kami ajak untuk latihan. Tapi dia belum mau. Kami harapkan Hardiantono juga bisa bergabung. Yang terpenting mereka ikut latihan dulu. Lagipula mereka kosong kegiatan pasca PON," kata pelatih kiper PSMS, Mardianto.
Agung Prasetyo yang akhirnya mau hadir mengikuti seleksi mengatakan dirinya ingin mengawali karir profesionalnya di PSMS. Ia tak peduli dualisme yang terjadi saat ini. "Saya diajak latihan disini dan tidak ada salahnya kalau saya bergabung. Saya ingin mengawali karir profesional ya di PSMS. Tidak peduli PSMS yang mana," kata pemain yang baru kembali memperkuat timnas U-23 di ajang Batik Cup.
Meski performanya cukup baik di Batik Cup, Agung mengaku belum mendapat tawaran dari klub manapun kecuali PSMS. "Belum ada tawaran. Baru dari PSMS inilah," tambah pemain berusia 20 tahun ini.
Sejatinya, tidak hanya PSMS versi Indra Sakti Harahap yang ingin merekrut para pemain PON Sumut. PSMS versi Benny Sihotang juga menyatakan niatnya memboyong lima pemain PON. "Kami sudah melakukan hubungan dengan beberapa pemain. Lagipula mereka kan belum pasti
direkrut PTPN IV itu. Jadi kesempatan masih terbuka," kata pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning beberapa waktu.
(aww)