Kontrak tiada kejelasan, pelatih PSM angkat tangan
Selasa, 13 November 2012 - 19:25 WIB
Kontrak tiada kejelasan, pelatih PSM angkat tangan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih PSM Makassar dibuat kebingungan dengan belum jelasnya kontrak pemain untuk kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013. Pria asal Kroasia tersebut mengakui, tim yang diasuhnya saat ini adalah yang terbaik. Karena kombinasi antara pemain senior dan pemain muda, produk PSM Pra Liga U-21.
Namun dia menyanyangkan jika materi tim sebaik ini, tidak bertahan lama lantaran ketidakjelasan nasib pemain. ''Saya tidak bisa memaksakan mereka bertahan,” tuturnya.
Menurut Petar, pemain berhak menentukan masa depannya saat klub belum bisa memberikan kepastian kontrak. ''Memang kami terus berlatih di saat kontrak belum jelas. Namun nampaknya pemain mulai tidak sabar,” katanya.
Eks arsitek Bali Devata ini mengatakan, jika ada klub lain yang mengincar anak-anak asuhnya, yang paling dirugikan adalah klub. ''Mereka pemain-peimain terbaik yang dimiliki,” sebutnya.
Media Officer (MO) PSM, Andi Widya Syadzwina mengatakan hingga sekarang belum menerima informasi soal kepastian nasib pemain. ''Beberapakali saya komunikasi dengan CEO Rully Habibie. Namun dia tidak memberikan jawaban soal kontrak,” sebutnya.
Menurut Wina, dia tidak bisa berbuat apa-apa soal kondisi tim saat ini lantaran bukan sebagai pengambil kebijakan. ''Saya bukan decision maker. Tanyakan ke yang berwenang,” tuturnya.
Asisten Pelatih PSM Makassar, Imran Amirullah mengakui, saat ini dia tidak punya solusi apa-apa soal ketidakjelasan kontrak. "Saya prihatin dengan kondisi ini dan tidak tahu juga harus berbuat apa," katanya.
Dia mengatakan, dengan ketidakjelasan tersebut, membuat dia dan pelatih juga tidak bisa menjalankan program latihan rutin. "Yang beginilah. Kami vakum dan tidak melakukan apa-apa," jelasnya.
Imran menjelaskan, program latihan yang sempat berjalan beberapa hari lalu, karena permintaan pemain yang sudah cukup lama tidak latihan. "Semua permintaan pemain dan mereka juga yang meminta istrahat latihan," tandasnya.
Kendati tim dalam kondisi ketidakpastian, namun dia yakin dalam waktu dekat ini akan ada jalan keluar dan masalah tersebut terpencahkan. "Kita tentu saja sama-sama berharap masalah ini lekas selesai," tuturnya.
Paling tidak harap Imran, tim yang ada saat ini masih bertahan dan tidak tercerai berai lantaran ketidakjelasan nasib mereka di klub. "Ini adalah tim masa depan dan punya potensi untuk maju," pungkasnya.
Namun dia menyanyangkan jika materi tim sebaik ini, tidak bertahan lama lantaran ketidakjelasan nasib pemain. ''Saya tidak bisa memaksakan mereka bertahan,” tuturnya.
Menurut Petar, pemain berhak menentukan masa depannya saat klub belum bisa memberikan kepastian kontrak. ''Memang kami terus berlatih di saat kontrak belum jelas. Namun nampaknya pemain mulai tidak sabar,” katanya.
Eks arsitek Bali Devata ini mengatakan, jika ada klub lain yang mengincar anak-anak asuhnya, yang paling dirugikan adalah klub. ''Mereka pemain-peimain terbaik yang dimiliki,” sebutnya.
Media Officer (MO) PSM, Andi Widya Syadzwina mengatakan hingga sekarang belum menerima informasi soal kepastian nasib pemain. ''Beberapakali saya komunikasi dengan CEO Rully Habibie. Namun dia tidak memberikan jawaban soal kontrak,” sebutnya.
Menurut Wina, dia tidak bisa berbuat apa-apa soal kondisi tim saat ini lantaran bukan sebagai pengambil kebijakan. ''Saya bukan decision maker. Tanyakan ke yang berwenang,” tuturnya.
Asisten Pelatih PSM Makassar, Imran Amirullah mengakui, saat ini dia tidak punya solusi apa-apa soal ketidakjelasan kontrak. "Saya prihatin dengan kondisi ini dan tidak tahu juga harus berbuat apa," katanya.
Dia mengatakan, dengan ketidakjelasan tersebut, membuat dia dan pelatih juga tidak bisa menjalankan program latihan rutin. "Yang beginilah. Kami vakum dan tidak melakukan apa-apa," jelasnya.
Imran menjelaskan, program latihan yang sempat berjalan beberapa hari lalu, karena permintaan pemain yang sudah cukup lama tidak latihan. "Semua permintaan pemain dan mereka juga yang meminta istrahat latihan," tandasnya.
Kendati tim dalam kondisi ketidakpastian, namun dia yakin dalam waktu dekat ini akan ada jalan keluar dan masalah tersebut terpencahkan. "Kita tentu saja sama-sama berharap masalah ini lekas selesai," tuturnya.
Paling tidak harap Imran, tim yang ada saat ini masih bertahan dan tidak tercerai berai lantaran ketidakjelasan nasib mereka di klub. "Ini adalah tim masa depan dan punya potensi untuk maju," pungkasnya.
(aww)