Sama-sama ogah mengalah, dualisme PSMS makin parah
Selasa, 13 November 2012 - 19:30 WIB
Sama-sama ogah mengalah, dualisme PSMS makin parah
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum PSMS Medan versi Benny Harianto Sihotang bergeming dengan sikapnya soal dualisme. Hingga tenggat waktu hari ini, Benny mengatakan, pihaknya tetap tidak akan mengubah sikap pasca pertemuan Mimbar Terbuka yang digelar kelompok suporter PSMS, SMeCK Hooligans Jumat (9/11) lalu.
Opsi Indra Sakti Harahap sebagai CEO tidak berubah. Pada mimbar terbuka tersebut, opsi pemilihan ulang ketua umum PSMS Medan mengemuka dari Ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis. Pihak Indra Sakti Harahap menyetujuinya, sedangkan Benny malah menawarkan jabatan CEO kepada Indra. Dikonfirmasi, Benny mengatakan, pihaknya tetap tidak mengubah opsi tersebut.
"Kami tetap membuka pintu bagi Indra Sakti Harahap. Silakan saja, PSMS ini sifatnya terbuka. Kalau memang dengan senang hati mau jabatan CEO, silakan," ujar Benny.
Pemberian kesempatan kepada Indra tersebut pula yang membuat pihaknya mengaku belum menentukan sosok seorang CEO. "Kami belum menentukan CEO siapa. Jangan sampai ketika sudah kita tentukan baru dia memutuskan bergabung. Saat ini, pintu terbuka lebar baginya," sebut Dirut PD Pasar Kota Medan itu.
Sosok ketum PSMS selama ini kerap dipergunakan sebagai perahu untuk menyukseskan misi politik. Hal itu pula yang disinyalir membuat Benny Sihotang enggan memilih opsi pemilihan ulang ketum PSMS karena khawatir jabatan tersebut hilang. Namun, Benny berpandangan lain. Menurutnya, jabatan ketum di klub profesional seperti PSMS tersebut merupakan simbol.
"Perlu kita sosialisasi ke masyarakat, saat ini PSMS menuju sepak bola profesional. Sebagai klub profesional, harus terbentuk badan hukum PT yang dipimpin CEO. Seperti juga pada undangan PSSI, yang diundang itu dirut dan sekretaris, bukan ketua umum. Beda dengan klub amatir yang ketua umum itu punya peran besar. Untuk itu juga, kami akan membahas perubahan AD/ART PSMs, dan membuat fungsi ketua umum lebih aktif," ungkapnya.
Benny sempat ditanya bagaimana jika Indra Sakti Harahap menawarkan hal yang sama, yaitu memberikan jabatan CEO kepada Benny.
"Saya langsung saja, kepengurusan kami sudah terbentuk, kami akan menarik suatu kesimpulan, kami akan mengakuisisi pihak Indra Sakti. Kalau kami menggabungkan diri kami jelas kami tolak, sudah terlambat. Sebelum RALB, kami sudah menawarkan posisi ketum kepada Indra Sakti, tapi beliau menolak," sebutnya.
Indra Sakti Harahap yang dikonfirmasi soal keengganan Benny menjalankan hasil kesepakatan Mimbar Terbuka tampak kaget. Dia mengatakan hasil kesepakatan Mimbar Terbuka itu harus dijalan karena pada saat itu Benny bersedia menjalankannya.
"Harusnya hasil pertemuan itu dijalankan. Bang Benny juga saat Mimbar Terbuka sepakat untuk menyatukan PSMS Medan dengan menyerahkan kepada klub-klub. Kami tidak mau PSMS Medan ini terus menjadi dua," ucapnya.
Indra Sakti mengatakan, Benny Sihotang tidak perlu khawatir jabatan Ketua Umum akan hilang darinya. Sebab Benny Sihotang mendapatkan dukungan dari Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.
"Tidak perlu takut, bahwa Benny Sihotang adalah orang wali Kota Medan. Dengan adanya wali kota Medan di belakang dia, kan klub-klub bisa dilobi untuk memilih Benny Sihotang kembali. Kami serahkan kepada klub-klub siapa yang akan dipilihnya," tegasnya.
Dia juga menjelaskan, pasca Mimbar Umum hingga saat ini dirinya sudah memanggil klub-klub yang memilihnya untuk membahas penyatuan PSMS Medan dengan konsep diserahkan kembali kepada klub-klub. "Kami sudah ada 24 klub yang disurati dari 28 klub yang ada. Ada 40 klub di PSMS Medan, selebihnya dari pihak Benny jadi Benny yang memanggilnya agar membentuk kepengurusan yang baru," pungkasnya.
Opsi Indra Sakti Harahap sebagai CEO tidak berubah. Pada mimbar terbuka tersebut, opsi pemilihan ulang ketua umum PSMS Medan mengemuka dari Ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis. Pihak Indra Sakti Harahap menyetujuinya, sedangkan Benny malah menawarkan jabatan CEO kepada Indra. Dikonfirmasi, Benny mengatakan, pihaknya tetap tidak mengubah opsi tersebut.
"Kami tetap membuka pintu bagi Indra Sakti Harahap. Silakan saja, PSMS ini sifatnya terbuka. Kalau memang dengan senang hati mau jabatan CEO, silakan," ujar Benny.
Pemberian kesempatan kepada Indra tersebut pula yang membuat pihaknya mengaku belum menentukan sosok seorang CEO. "Kami belum menentukan CEO siapa. Jangan sampai ketika sudah kita tentukan baru dia memutuskan bergabung. Saat ini, pintu terbuka lebar baginya," sebut Dirut PD Pasar Kota Medan itu.
Sosok ketum PSMS selama ini kerap dipergunakan sebagai perahu untuk menyukseskan misi politik. Hal itu pula yang disinyalir membuat Benny Sihotang enggan memilih opsi pemilihan ulang ketum PSMS karena khawatir jabatan tersebut hilang. Namun, Benny berpandangan lain. Menurutnya, jabatan ketum di klub profesional seperti PSMS tersebut merupakan simbol.
"Perlu kita sosialisasi ke masyarakat, saat ini PSMS menuju sepak bola profesional. Sebagai klub profesional, harus terbentuk badan hukum PT yang dipimpin CEO. Seperti juga pada undangan PSSI, yang diundang itu dirut dan sekretaris, bukan ketua umum. Beda dengan klub amatir yang ketua umum itu punya peran besar. Untuk itu juga, kami akan membahas perubahan AD/ART PSMs, dan membuat fungsi ketua umum lebih aktif," ungkapnya.
Benny sempat ditanya bagaimana jika Indra Sakti Harahap menawarkan hal yang sama, yaitu memberikan jabatan CEO kepada Benny.
"Saya langsung saja, kepengurusan kami sudah terbentuk, kami akan menarik suatu kesimpulan, kami akan mengakuisisi pihak Indra Sakti. Kalau kami menggabungkan diri kami jelas kami tolak, sudah terlambat. Sebelum RALB, kami sudah menawarkan posisi ketum kepada Indra Sakti, tapi beliau menolak," sebutnya.
Indra Sakti Harahap yang dikonfirmasi soal keengganan Benny menjalankan hasil kesepakatan Mimbar Terbuka tampak kaget. Dia mengatakan hasil kesepakatan Mimbar Terbuka itu harus dijalan karena pada saat itu Benny bersedia menjalankannya.
"Harusnya hasil pertemuan itu dijalankan. Bang Benny juga saat Mimbar Terbuka sepakat untuk menyatukan PSMS Medan dengan menyerahkan kepada klub-klub. Kami tidak mau PSMS Medan ini terus menjadi dua," ucapnya.
Indra Sakti mengatakan, Benny Sihotang tidak perlu khawatir jabatan Ketua Umum akan hilang darinya. Sebab Benny Sihotang mendapatkan dukungan dari Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.
"Tidak perlu takut, bahwa Benny Sihotang adalah orang wali Kota Medan. Dengan adanya wali kota Medan di belakang dia, kan klub-klub bisa dilobi untuk memilih Benny Sihotang kembali. Kami serahkan kepada klub-klub siapa yang akan dipilihnya," tegasnya.
Dia juga menjelaskan, pasca Mimbar Umum hingga saat ini dirinya sudah memanggil klub-klub yang memilihnya untuk membahas penyatuan PSMS Medan dengan konsep diserahkan kembali kepada klub-klub. "Kami sudah ada 24 klub yang disurati dari 28 klub yang ada. Ada 40 klub di PSMS Medan, selebihnya dari pihak Benny jadi Benny yang memanggilnya agar membentuk kepengurusan yang baru," pungkasnya.
(aww)