19 November, PSMS versi Benny mendaftar
Rabu, 14 November 2012 - 21:57 WIB
19 November, PSMS versi Benny mendaftar
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan kepemimpinan Benny Sihotang disebutkan kemarin akan memutuskan kompetisi mana yang bakal diikuti musim ini. Namun, keputusan tersebut baru akan diumumkan 19 November mendatang.
Ketua Umum PSMS Medan versi Benny Sihotang mengatakan, alotnya pembahasan yang terjadi pada rapat penentuan tersebut membuat pihaknya belum memutuskan apa-apa.
"Ya, di PSMS ini kan ada orang yang mendukung PSSI dan ada yang mengarah ke KPSI. Jadi hal itu pula yang membuat pembahasannya alot. Jadi memang belum ada keputusan. Tanggal 19 (November) nanti akan kami daftarkan" ujarnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono menyebutkan, pihaknya bakal mengumumkan PSMS mana yang akan diverifikasi untuk berlaga di ranah PT LI, 19 November mendatang. Dengan begitu, pendaftaran yang akan dilakukan ppihak Benny bakal terlambat.
Namun, benny berpendapat lain. Menurutnya, 19 November merupakan tenggat waktu penerimaan berkas, bukan pengumuman pengesahan. "Belum. Itukan tanggal 19 batas waktu terakhir. Jadi kami masih punya waktu membahas liga apa yang akan dipilih," kata dirut PD Pasar Kota Medan itu.
Diakui Benny, pihaknya tidak mengetahui pasti ke mana kompetisi yang akan diikuti pihak PSMS Medan pimpinan Indra Ssakti Harahap, selain tahu dari sejumlah media cetak. Alasan itu pula yang membuat pengurus masih berunding. "Seperti yang sama-sma kita tahu, bahwa PSMS ada dua. Kamip juga belum tahu pasti beliau (Indra Sakti) masuk ke mana," katanya lagi.
Pertimbangan lain yang membuat mereka belum menentukan sikap adalah, pperkembangan antara PSSI dan KPSI yang masih melakukan konsolidasi yang memunculkan kemungkinan penyatuan liga. "Di jakarta, terus terang, PSSI juga sedang intens konsolidasi dengan KPSI. bulan 12 ada kongres PSSI. Jadi, kami akan menentukan hari senin," ucapnya.
Sebagai langkah strategis, pihaknya juga sudah mempersiapkan dua berkas pendaftaran yang salah satunya akan dipakai jika keputusan sudah dilakukan, berkas ke PSSI dan ke KPSI. "Kami sudah siapkan untuk dua berkas. Kami senin depan berangkat ke Jakarta," paparnya.
Benny mengatakan, akan ada rapat lanjutan sebelum memastikan langkah pihaknya menentukan salah satu kompetisi. Di sisi lain, dipastikan, pengukuhan kepengurusan PSMS kepemimpinan Benny mundur. Sebelumnya mahasiswa pasca sarjana Fakultas Ekonomi USU ini mengatakan, engukuhan akan dilakukan pekan ini. Namun, Benny menyatakan, pengukuhan akan digelar pekan depan.
"Minggu depan pengukuhannya. Minggu ini banyak libur. Pengukuhan sebenarnya tidak terlalu mendesak. Ketum sudah mengangkat kepengurusan, jadi pengurus sudah mulai bekerja. Soal di mana tempat pengukuhannya, masih akan dicari, begitu juga hari pelaksanaannya," pungkas Benny.
Sebelumnya, soal apakah PT LI akan mengakomodasi PSMS pihak Indra Sakti untuk berkompetisi di Divisi Utama, Indra mengaku, semuanya diserahkan ke pihak yang berwenang. Namun, dia berharap, keteguhan hati pihaknya berkompetisi di PT LI menjadi pertimbangan lain.
"Sedari awal, kami memutuskan berkompetisi di PT LI. Kami tidak mendaftar ke PT LPIS. Semua kita pulangkan ke PT LI. Tapi kalau mereka tidak mengakomodir, kami tidak main di kompetisi manapun. Kami harapkan pertimbangan," ungkapnya.
Ketua Umum PSMS Medan versi Benny Sihotang mengatakan, alotnya pembahasan yang terjadi pada rapat penentuan tersebut membuat pihaknya belum memutuskan apa-apa.
"Ya, di PSMS ini kan ada orang yang mendukung PSSI dan ada yang mengarah ke KPSI. Jadi hal itu pula yang membuat pembahasannya alot. Jadi memang belum ada keputusan. Tanggal 19 (November) nanti akan kami daftarkan" ujarnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono menyebutkan, pihaknya bakal mengumumkan PSMS mana yang akan diverifikasi untuk berlaga di ranah PT LI, 19 November mendatang. Dengan begitu, pendaftaran yang akan dilakukan ppihak Benny bakal terlambat.
Namun, benny berpendapat lain. Menurutnya, 19 November merupakan tenggat waktu penerimaan berkas, bukan pengumuman pengesahan. "Belum. Itukan tanggal 19 batas waktu terakhir. Jadi kami masih punya waktu membahas liga apa yang akan dipilih," kata dirut PD Pasar Kota Medan itu.
Diakui Benny, pihaknya tidak mengetahui pasti ke mana kompetisi yang akan diikuti pihak PSMS Medan pimpinan Indra Ssakti Harahap, selain tahu dari sejumlah media cetak. Alasan itu pula yang membuat pengurus masih berunding. "Seperti yang sama-sma kita tahu, bahwa PSMS ada dua. Kamip juga belum tahu pasti beliau (Indra Sakti) masuk ke mana," katanya lagi.
Pertimbangan lain yang membuat mereka belum menentukan sikap adalah, pperkembangan antara PSSI dan KPSI yang masih melakukan konsolidasi yang memunculkan kemungkinan penyatuan liga. "Di jakarta, terus terang, PSSI juga sedang intens konsolidasi dengan KPSI. bulan 12 ada kongres PSSI. Jadi, kami akan menentukan hari senin," ucapnya.
Sebagai langkah strategis, pihaknya juga sudah mempersiapkan dua berkas pendaftaran yang salah satunya akan dipakai jika keputusan sudah dilakukan, berkas ke PSSI dan ke KPSI. "Kami sudah siapkan untuk dua berkas. Kami senin depan berangkat ke Jakarta," paparnya.
Benny mengatakan, akan ada rapat lanjutan sebelum memastikan langkah pihaknya menentukan salah satu kompetisi. Di sisi lain, dipastikan, pengukuhan kepengurusan PSMS kepemimpinan Benny mundur. Sebelumnya mahasiswa pasca sarjana Fakultas Ekonomi USU ini mengatakan, engukuhan akan dilakukan pekan ini. Namun, Benny menyatakan, pengukuhan akan digelar pekan depan.
"Minggu depan pengukuhannya. Minggu ini banyak libur. Pengukuhan sebenarnya tidak terlalu mendesak. Ketum sudah mengangkat kepengurusan, jadi pengurus sudah mulai bekerja. Soal di mana tempat pengukuhannya, masih akan dicari, begitu juga hari pelaksanaannya," pungkas Benny.
Sebelumnya, soal apakah PT LI akan mengakomodasi PSMS pihak Indra Sakti untuk berkompetisi di Divisi Utama, Indra mengaku, semuanya diserahkan ke pihak yang berwenang. Namun, dia berharap, keteguhan hati pihaknya berkompetisi di PT LI menjadi pertimbangan lain.
"Sedari awal, kami memutuskan berkompetisi di PT LI. Kami tidak mendaftar ke PT LPIS. Semua kita pulangkan ke PT LI. Tapi kalau mereka tidak mengakomodir, kami tidak main di kompetisi manapun. Kami harapkan pertimbangan," ungkapnya.
(aww)