Pemain bingung pilih bermain di PSMS
Rabu, 14 November 2012 - 23:57 WIB
Pemain bingung pilih bermain di PSMS
A
A
A
Sindonews.com - Dualisme kepengurusan yang melanda PSMS Medan memunculkan beraneka dampak negatif. Salah satunya, pemain sepakbola tim PON Sumut masih bingung untuk memutuskan bermain di PSMS yang mana.
Salah satunya, Aidun Sastra Utami, pencetak salah satu gol ke gawang tim Papua yang mengantarkan Sumut ke Final menghadapi Kalimantan Timur meski akhirnya kalah dan meraih perak. Dirinya beserta dua pemain lain, Safril Koto dan M Irfan, menyusul Agung Prasetyo yang sudah lebih dulu mengikuti latihan bersama tim PSMS besutan pelatih Suimin Diharja.
Namun, kendati diproyeksikan bakal mengisi posisi di PSMS, Aidun mengaku belum bisa memutuskan untuk berlabuh di tim berjuluk Ayam Kinantan yang diketuai Indra Sakti Harahap tersebut. "Di PSMS cuma sekedar latihan saja. Belum ada niat untuk bergabung," ujarnya diwawancara kemarin.
Keengganannya bergabung ke PSMS diakuinya lantaran adanya dualisme kepengurusan di PSMS yang membuatnya bingung untuk memlih salah satunya. "Ya, keinginan untuk bergabung dengan PSMS ada, tapi belum tahu lagi lah. Kan PSMS sekarang belum ada yang pasti, masih ribut semua," ucapnya.
Selain itu, alasan dirinya belum mau menentukan sikap dikarenakan, wacana manajer tim sepakbola PON Sumut, Kamaluddin Harahap untuk memasukkan punggawa sepakbola PON Sumut sebagai pegawai PTPN IV. "Ya, kabarnya memang mau dimasukkan ke PTPN tapi belum ada kabar lagi," ucapnya.
Apakah jika salah satu PSMS tersebut serius ingin mengikat, Aidun bakal memilih salah satunya? Aidun kembali mengatakan belum bisa memutuskan. "Belum tahu. Yang jelas, saya masih sebatas latihan. Mungkin kawan-kawan yang lain juga seperti itu," ucapnya.
Dengan begitu, siapapun di antara kedua PSMS yang serius ingin merekrut pemain PON Sumut harus bisa meyakinkan pemain atas keseriusannya. Seperti juga PSMS keemimpinan Indra Sakti Harahap. Lambatnya proses perekrutan pemain membuat beberapa pemain incaran akhirnya eksodus ke PSMS pimpinan Benny Sihotang.
Sebelumnya, Suimin Diharja mengatakan, tim pelatih bakal memantau kemampuan punggawa PON sebelum memutuskan kelayakannya bergaung. "Ya, mereka akan dipantau dulu kemampuannya. Banyak pemain yang eksodus jadi kami menambah pemain dari luar. Dan ada rekomendasi pemain PON mereka sudah ikut latihan," katanya.
Suimin akan memberi waktu seminggu ke depan untuk para pemain menunjukkan performa terbaiknya di hadapan pelatih, sembari menantikan pemain PON lain bergabung. "Seminggu inilah kami lihat. Lagipula belum semua bergabung," ungkapnya
Salah satunya, Aidun Sastra Utami, pencetak salah satu gol ke gawang tim Papua yang mengantarkan Sumut ke Final menghadapi Kalimantan Timur meski akhirnya kalah dan meraih perak. Dirinya beserta dua pemain lain, Safril Koto dan M Irfan, menyusul Agung Prasetyo yang sudah lebih dulu mengikuti latihan bersama tim PSMS besutan pelatih Suimin Diharja.
Namun, kendati diproyeksikan bakal mengisi posisi di PSMS, Aidun mengaku belum bisa memutuskan untuk berlabuh di tim berjuluk Ayam Kinantan yang diketuai Indra Sakti Harahap tersebut. "Di PSMS cuma sekedar latihan saja. Belum ada niat untuk bergabung," ujarnya diwawancara kemarin.
Keengganannya bergabung ke PSMS diakuinya lantaran adanya dualisme kepengurusan di PSMS yang membuatnya bingung untuk memlih salah satunya. "Ya, keinginan untuk bergabung dengan PSMS ada, tapi belum tahu lagi lah. Kan PSMS sekarang belum ada yang pasti, masih ribut semua," ucapnya.
Selain itu, alasan dirinya belum mau menentukan sikap dikarenakan, wacana manajer tim sepakbola PON Sumut, Kamaluddin Harahap untuk memasukkan punggawa sepakbola PON Sumut sebagai pegawai PTPN IV. "Ya, kabarnya memang mau dimasukkan ke PTPN tapi belum ada kabar lagi," ucapnya.
Apakah jika salah satu PSMS tersebut serius ingin mengikat, Aidun bakal memilih salah satunya? Aidun kembali mengatakan belum bisa memutuskan. "Belum tahu. Yang jelas, saya masih sebatas latihan. Mungkin kawan-kawan yang lain juga seperti itu," ucapnya.
Dengan begitu, siapapun di antara kedua PSMS yang serius ingin merekrut pemain PON Sumut harus bisa meyakinkan pemain atas keseriusannya. Seperti juga PSMS keemimpinan Indra Sakti Harahap. Lambatnya proses perekrutan pemain membuat beberapa pemain incaran akhirnya eksodus ke PSMS pimpinan Benny Sihotang.
Sebelumnya, Suimin Diharja mengatakan, tim pelatih bakal memantau kemampuan punggawa PON sebelum memutuskan kelayakannya bergaung. "Ya, mereka akan dipantau dulu kemampuannya. Banyak pemain yang eksodus jadi kami menambah pemain dari luar. Dan ada rekomendasi pemain PON mereka sudah ikut latihan," katanya.
Suimin akan memberi waktu seminggu ke depan untuk para pemain menunjukkan performa terbaiknya di hadapan pelatih, sembari menantikan pemain PON lain bergabung. "Seminggu inilah kami lihat. Lagipula belum semua bergabung," ungkapnya
(aww)