Racikan mantap Van Gaal dan Loew
Jum'at, 16 November 2012 - 09:04 WIB
Racikan mantap Van Gaal dan Loew
A
A
A
Sindonews.com - Louis van Gaal dan Joachim Loew mengaku puas dengan hasil eksperimen yang mereka terapkan pada partai persahabatan,Rabu (14/11). Keduanya berharap uji coba tersebut dapat membantu tim masing-masing lolos ke Piala Dunia 2014.
Belanda dan Jerman bermain 0-0 di Amsterdam ArenA.Bagi tuan rumah, kesuksesan mencuri angka merupakan pencapaian tersendiri mengingat dua kekalahan beruntun melawan rival terbesar. De Oranje—julukan Belanda—ditaklukkan Jerman 1-2 di Piala Eropa 2012 dan 0-3 pada friendly,November 2011. Van Gaal mengambil beberapa keputusan berani pada pertandingan ini.
Menyusul cederanya Robin van Persie,dia memutuskan menyimpan Klaas-Jan Huntelaar di bangku cadangan.Sebagai striker murni, mantan nakhoda Bayern Muenchen tersebut mendahulukan Dirk Kuyt. Kebijakan tersebut berisiko menumpulkan serangan Belanda.Itu terbukti lewat kegagalan mereka menciptakan gol.Namun, Van Gaal ingin mengetahui kapasitas Kuyt menjadi ujung tombak tim jika Van Persie atau Huntelaar sama-sama berhalangan.
Digeser ke kanan semasa memperkuat Liverpool,Kuyt kembali mengisi lini depan bersama Fenerbahce.Taktik ini mengembalikan tingkat kesuburannya kembali seperti semasa kala masih membangun reputasi di Feyenoord Rotterdam.Terbukti, Kuyt sudah mencetak sembilan gol dari 18 penampilan di level klub musim ini.
“Saya mengedepankan Kuyt berdasarkan produktivitasnya di Fenerbahce.Saya melihat gayanya cocok untuk mengganggu sektor belakang Jerman.Dia lebih aktif bergerak ketimbang Huntelaar,”papar Van Gaal,dikutip De Telegraaf.“Kuyt melakukan tugasnya dengan baik.Saya harap Huntelaar mengerti keputusan ini.Keseluruhan,kami bermain cukup baik,”sambung nakhoda berusia 61 tahun tersebut.
Selain menyangkut striker,eksperimen Van Gaal juga mencakup debut bagi gelandang 19 tahun Marco van Ginkel.Punggawa Vitesse Arnhem ini masuk di babak kedua menggantikan Ibrahim Afellay. Seakan memiliki pikiran sama,Loew turut mengambil beberapa kebijakan berisiko. Dia tidak menurunkan striker murni. Alih-alih Loew meminta Mario Goetze dan Marco Reus bergantian menjadi puncak serangan Der Panzer,julukan Jerman. Loew mengaku puas.
Walau tidak mampu merobek gawang tuan rumah,dia melihat kombinasi Goetze-Reus menunjukkan potensinya.Loew turut memuji berkembangnya tingkat konsentrasi para pemain. Mereka tidak lagi melakukan kesalahan seperti ketika ditahan Swedia pada Kualifikasi Piala Dunia 2014,bulan lalu.Kala itu, Jerman unggul empat gol,tapi harus puas pulang mengantongi satu angka.“Ini penting melihat kecerobohan saat melawan Swedia.
Anak-anak tampil disiplin.Mereka sukses meredam Belanda,”kata Loew. Belanda dan Jerman sama-sama dalam posisi relatif aman pada penyisihan menuju Brasil.Belanda mengantongi rekor 100% kemenangan setelah melakoni empat laga di Grup D.Sementara Jerman,walau ditahan Swedia,mereka tetap memimpin tiga angka atas rivalnya itu di Grup C.
Belanda dan Jerman bermain 0-0 di Amsterdam ArenA.Bagi tuan rumah, kesuksesan mencuri angka merupakan pencapaian tersendiri mengingat dua kekalahan beruntun melawan rival terbesar. De Oranje—julukan Belanda—ditaklukkan Jerman 1-2 di Piala Eropa 2012 dan 0-3 pada friendly,November 2011. Van Gaal mengambil beberapa keputusan berani pada pertandingan ini.
Menyusul cederanya Robin van Persie,dia memutuskan menyimpan Klaas-Jan Huntelaar di bangku cadangan.Sebagai striker murni, mantan nakhoda Bayern Muenchen tersebut mendahulukan Dirk Kuyt. Kebijakan tersebut berisiko menumpulkan serangan Belanda.Itu terbukti lewat kegagalan mereka menciptakan gol.Namun, Van Gaal ingin mengetahui kapasitas Kuyt menjadi ujung tombak tim jika Van Persie atau Huntelaar sama-sama berhalangan.
Digeser ke kanan semasa memperkuat Liverpool,Kuyt kembali mengisi lini depan bersama Fenerbahce.Taktik ini mengembalikan tingkat kesuburannya kembali seperti semasa kala masih membangun reputasi di Feyenoord Rotterdam.Terbukti, Kuyt sudah mencetak sembilan gol dari 18 penampilan di level klub musim ini.
“Saya mengedepankan Kuyt berdasarkan produktivitasnya di Fenerbahce.Saya melihat gayanya cocok untuk mengganggu sektor belakang Jerman.Dia lebih aktif bergerak ketimbang Huntelaar,”papar Van Gaal,dikutip De Telegraaf.“Kuyt melakukan tugasnya dengan baik.Saya harap Huntelaar mengerti keputusan ini.Keseluruhan,kami bermain cukup baik,”sambung nakhoda berusia 61 tahun tersebut.
Selain menyangkut striker,eksperimen Van Gaal juga mencakup debut bagi gelandang 19 tahun Marco van Ginkel.Punggawa Vitesse Arnhem ini masuk di babak kedua menggantikan Ibrahim Afellay. Seakan memiliki pikiran sama,Loew turut mengambil beberapa kebijakan berisiko. Dia tidak menurunkan striker murni. Alih-alih Loew meminta Mario Goetze dan Marco Reus bergantian menjadi puncak serangan Der Panzer,julukan Jerman. Loew mengaku puas.
Walau tidak mampu merobek gawang tuan rumah,dia melihat kombinasi Goetze-Reus menunjukkan potensinya.Loew turut memuji berkembangnya tingkat konsentrasi para pemain. Mereka tidak lagi melakukan kesalahan seperti ketika ditahan Swedia pada Kualifikasi Piala Dunia 2014,bulan lalu.Kala itu, Jerman unggul empat gol,tapi harus puas pulang mengantongi satu angka.“Ini penting melihat kecerobohan saat melawan Swedia.
Anak-anak tampil disiplin.Mereka sukses meredam Belanda,”kata Loew. Belanda dan Jerman sama-sama dalam posisi relatif aman pada penyisihan menuju Brasil.Belanda mengantongi rekor 100% kemenangan setelah melakoni empat laga di Grup D.Sementara Jerman,walau ditahan Swedia,mereka tetap memimpin tiga angka atas rivalnya itu di Grup C.
(wbs)