Solo All-Star layak jadi skuad Persis
Jum'at, 16 November 2012 - 22:12 WIB
Solo All-Star layak jadi skuad Persis
A
A
A
Sindonews.com - Solo All-Star saat meladeni latih tanding Arema Indonesia maupun Sriwijaya FC dianggap lebih representatif sebagai kerangka tim Persis musim depan. Pasalnya, skuad Solo All-Star lebih melokal serta diisi para pemain dari duo Persis Solo, baik versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) atau Liga Indonesia (Liga).
Manajer Persis versi LI, Totok Supriyanto mengatakan, reunifikasi atau penyatuan kembali duo Persis terus dilakukan kedua belah pihak. Secara informal sudah ada kesepakatan, namun untuk mewujudkan bersatunya Laskar Sambernyawa harus menunggu Musyarawah Cabang (Muscab) PSSI Surakarta. "Kami optimistis, Persis bisa kembali disatukan," katanya, Jumat (16/11).
Sebagai persiapan menyongsong bergulirnya kompetisi musim depan, sampai saat ini memamg belum melakukan langkah-langkah konkret untuk komposisi pemain. Namun, skuad Solo All-Star dalam latih tanding kontra Arema Indonesia dan Sriwijaya bisa dianggap sebagai kerangka tim Persis musim depan. "Komposisi pemain dari dua Persis lebih merata di Solo All-Star ini," imbuhnya.
Sejumlah pemain yang dipanggil mengisi skuad Solo All-Star memang sebagian besar berasal dari duo Persis musim lalu. Dari Persis LPIS diwakili antara lain Robby Fajar, Ferry Anto, Asep Munarso, Yunet Hadiawan, Haryadi, Imam Rohmawan dan lainnya. Dari Persis Liga diwakili Andrid Wibawa, Dian Rompi, serta pelatih Agung Setyabudi. Sebenarnya Diego Mendieta dipanggil, namun berhalangan karena sedang terbaring di rumah sakit.
Selain itu, dua manajemen Persis yang punya keinginan memprioritaskan pemain lokal Solo dan sekitarnya juga terakomodasi dalam skuad Solo All-Star. Misalnya untuk kiper ada Bagus Juno yang bermain di Persitara atau Bayu mantan Persebaya Divisi Utama. Kedua pemain tersebut merupakan pemain asli Solo yang memperkuat tim lain. "Jadi di Solo All-Star ini pemainnya lebih melokal, sesuai keinginan dua Persis," ungkapnya.
Totok berharap, nama-nama yang mengisi skuad Solo All-Star ini nantinya menjadi kerangka tim Persis Solo usai bersatunya kembali tim kebanggaaan warga Kota Bengawan. Sangat disayangkan jika putra daerah yang potensial tersebut harus dibajak klub lain. "Mereka adalah aset Solo yang punya potensi lebih baik di masa depan," ujarnya.
Dia mengatakan, usai Muscab nama-nama pengisi tim Solo All-Star ini disampaikan kepada pengurus PSSI Surakarta maupun pengurus Persis yang baru. Harapannya pengurus baru mempertimbangkannya untuk diikat kontrak memperkuat Persis Solo yang baru. "Harapannya demikian, namun tergantung pada kebijakan pengurus baru," pungkasnya.
Manajer Persis versi LI, Totok Supriyanto mengatakan, reunifikasi atau penyatuan kembali duo Persis terus dilakukan kedua belah pihak. Secara informal sudah ada kesepakatan, namun untuk mewujudkan bersatunya Laskar Sambernyawa harus menunggu Musyarawah Cabang (Muscab) PSSI Surakarta. "Kami optimistis, Persis bisa kembali disatukan," katanya, Jumat (16/11).
Sebagai persiapan menyongsong bergulirnya kompetisi musim depan, sampai saat ini memamg belum melakukan langkah-langkah konkret untuk komposisi pemain. Namun, skuad Solo All-Star dalam latih tanding kontra Arema Indonesia dan Sriwijaya bisa dianggap sebagai kerangka tim Persis musim depan. "Komposisi pemain dari dua Persis lebih merata di Solo All-Star ini," imbuhnya.
Sejumlah pemain yang dipanggil mengisi skuad Solo All-Star memang sebagian besar berasal dari duo Persis musim lalu. Dari Persis LPIS diwakili antara lain Robby Fajar, Ferry Anto, Asep Munarso, Yunet Hadiawan, Haryadi, Imam Rohmawan dan lainnya. Dari Persis Liga diwakili Andrid Wibawa, Dian Rompi, serta pelatih Agung Setyabudi. Sebenarnya Diego Mendieta dipanggil, namun berhalangan karena sedang terbaring di rumah sakit.
Selain itu, dua manajemen Persis yang punya keinginan memprioritaskan pemain lokal Solo dan sekitarnya juga terakomodasi dalam skuad Solo All-Star. Misalnya untuk kiper ada Bagus Juno yang bermain di Persitara atau Bayu mantan Persebaya Divisi Utama. Kedua pemain tersebut merupakan pemain asli Solo yang memperkuat tim lain. "Jadi di Solo All-Star ini pemainnya lebih melokal, sesuai keinginan dua Persis," ungkapnya.
Totok berharap, nama-nama yang mengisi skuad Solo All-Star ini nantinya menjadi kerangka tim Persis Solo usai bersatunya kembali tim kebanggaaan warga Kota Bengawan. Sangat disayangkan jika putra daerah yang potensial tersebut harus dibajak klub lain. "Mereka adalah aset Solo yang punya potensi lebih baik di masa depan," ujarnya.
Dia mengatakan, usai Muscab nama-nama pengisi tim Solo All-Star ini disampaikan kepada pengurus PSSI Surakarta maupun pengurus Persis yang baru. Harapannya pengurus baru mempertimbangkannya untuk diikat kontrak memperkuat Persis Solo yang baru. "Harapannya demikian, namun tergantung pada kebijakan pengurus baru," pungkasnya.
(aww)