Jalan panjang menyatukan PSMS Medan
Sabtu, 17 November 2012 - 02:56 WIB
Jalan panjang menyatukan PSMS Medan
A
A
A
Sindonews.com - Satu alasan yang membuat Ketua Umum PSMS Medan versi Indra Sakti tidak mau menyingkir dari Kebun Bunga adalah belum keluarnya keputusan PT Liga Indonesia soal kepastian skuadnya bermain disana.
"Kami juga menunggu keputusan PT Liga Indonesia. Mengapa kita harus ngotot-ngototan jika belum ada kepastian. Saat ini kan masih bisa dilakukan penyesuaian waktu. Ini bukan pasukan perang. Apalagi ini olahraga. Tidak perlu emosional menanggapinya," kata Indra.
Indra juga masih menunggu itikad untuk melanjutkan niat rekonsiliasi yang sepertinya mulai adem ayem. Apalagi pihak PSMS Benny Sihotang bersikeras bahwa satu-satunya jalan rekonsiliasi adalah menawarkan Indra posisi CEO. Bukan menyerahkan lagi ke klub-klub. "Saya masih menunggu untuk penyatuan. Kalau tidak dikembalikan ke klub-klub bagaimana bisa rekonsiliasi," katanya.
Indra mengakui kini dia juga tidak yakin dengan posisinya sebagai ketua umum. Begitu juga ketidakyakinannya kepada legalitas kepengurusan Benny. "Dulu waktu saya jadi ketua dengan 27 klub saya yakin karena klub-klub hanya 40. Tapi Bang Benny juga didukung 25 klub. Jadi kami ini ketua apa? ketua lucu-lucu?. Saya tidak mau terjebak dalam kondisi yang tidak benar ini," ujarnya.
Lalu berharap dengan klub apa bukan harapan kosong? Seperti diketahui klub-klub juga banyak yang tidak jelas kepengurusannya. Beberapa saling klaim merasa benar. "Makanya harus dibentuk panitia independen yang terdiri dari masyarakat, suporter atau media maupun dari klub
sendiri. Dilakukan verifikasi klub lalu digelar musyawarah tertutup," tambahnya.
Karena itu saat ini Indra dengan tegas menolak tawaran dari Benny atas posisi CEO. "Saat ini saya minta maaf dulubelum mau melebur dengan kepengurusan mereka karena tidak yakin dengan legalitas mereka. Begitupun legalitas saya. Tapi jika nanti musyawarah klub tidak
memilih saya, saya siap tidak di posisi ketua," katanya.
Lantas bagaimana jika jalan rekonsiliasi buntu? Indra punya dua opsi. Berjalan sendiri atau malah membubarkan diri menjadi pilihan. Namun itu semua tergantung keputusan PT Liga. "Keputusan PT LI yang akan menentkan semuanya. Kalau kami tidak diterima kami siap bubar. Tapi kalau nantinya diputuskan berkompetisi di sana mau enggak mau harus jalan. Karena kan sudah ada kontraknya. Mau main dimanapun itu Medan Utara maupun Medan Selatan," pungkasnya.
Sementara, Benny Sihotang mengatakan, tim PSMS besutan Abdul Rahman Gurning dipastikan berlatih Selasa (20/11) mendatang. "Tim mulai berlatih Selasa. Kami minta kepada pihak lain untuk legowo," ucapnya.
"Kami juga menunggu keputusan PT Liga Indonesia. Mengapa kita harus ngotot-ngototan jika belum ada kepastian. Saat ini kan masih bisa dilakukan penyesuaian waktu. Ini bukan pasukan perang. Apalagi ini olahraga. Tidak perlu emosional menanggapinya," kata Indra.
Indra juga masih menunggu itikad untuk melanjutkan niat rekonsiliasi yang sepertinya mulai adem ayem. Apalagi pihak PSMS Benny Sihotang bersikeras bahwa satu-satunya jalan rekonsiliasi adalah menawarkan Indra posisi CEO. Bukan menyerahkan lagi ke klub-klub. "Saya masih menunggu untuk penyatuan. Kalau tidak dikembalikan ke klub-klub bagaimana bisa rekonsiliasi," katanya.
Indra mengakui kini dia juga tidak yakin dengan posisinya sebagai ketua umum. Begitu juga ketidakyakinannya kepada legalitas kepengurusan Benny. "Dulu waktu saya jadi ketua dengan 27 klub saya yakin karena klub-klub hanya 40. Tapi Bang Benny juga didukung 25 klub. Jadi kami ini ketua apa? ketua lucu-lucu?. Saya tidak mau terjebak dalam kondisi yang tidak benar ini," ujarnya.
Lalu berharap dengan klub apa bukan harapan kosong? Seperti diketahui klub-klub juga banyak yang tidak jelas kepengurusannya. Beberapa saling klaim merasa benar. "Makanya harus dibentuk panitia independen yang terdiri dari masyarakat, suporter atau media maupun dari klub
sendiri. Dilakukan verifikasi klub lalu digelar musyawarah tertutup," tambahnya.
Karena itu saat ini Indra dengan tegas menolak tawaran dari Benny atas posisi CEO. "Saat ini saya minta maaf dulubelum mau melebur dengan kepengurusan mereka karena tidak yakin dengan legalitas mereka. Begitupun legalitas saya. Tapi jika nanti musyawarah klub tidak
memilih saya, saya siap tidak di posisi ketua," katanya.
Lantas bagaimana jika jalan rekonsiliasi buntu? Indra punya dua opsi. Berjalan sendiri atau malah membubarkan diri menjadi pilihan. Namun itu semua tergantung keputusan PT Liga. "Keputusan PT LI yang akan menentkan semuanya. Kalau kami tidak diterima kami siap bubar. Tapi kalau nantinya diputuskan berkompetisi di sana mau enggak mau harus jalan. Karena kan sudah ada kontraknya. Mau main dimanapun itu Medan Utara maupun Medan Selatan," pungkasnya.
Sementara, Benny Sihotang mengatakan, tim PSMS besutan Abdul Rahman Gurning dipastikan berlatih Selasa (20/11) mendatang. "Tim mulai berlatih Selasa. Kami minta kepada pihak lain untuk legowo," ucapnya.
(aww)