Utak atik formasi impian Sriwijaya FC
Sabtu, 17 November 2012 - 04:34 WIB
Utak atik formasi impian Sriwijaya FC
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mulai menemukan kerangka tim. Merujuk pada dua pertandingan yang dilakoni Sriwijaya FC(SFC) pada turnamen Celebes Championship di Bandung beberapa waktu lalu, sepertinya Kas Hartadi telah mendapatkan bayangan kompisisi starting eleven.
Ferry Rotinsulu, Diogo Santos, Abdurrahman, Jufrianto, Mahyadi Panggabean, Sultan Samma, Ali Kadaafi, Aliyudin, Taufik Kasrun, Eric Weeks Lewis, dan Jerry Karpeh adalah nama-nama yang menjadi starter saat menghadapi Barito Putra. Sedangkan ketika meladeni Persib Bandung, head coach SFC Kas Hartadi, hanya menukar Aliyudin dengan Tantan.
Namun, Kas Hartadi belum berani menyatakan bahwa komposisi pemain yang diturunkannya pada dua partai tersebut, merupakan bayangan tim. Karena, masih ada pos-pos yang ditempati Jerry Karpeh di lini depan dan Aliyudin di sayap kanan, belum sesuai dengan ekspektasinya. ''Saya masih harus mencoba menempatkan pemain yang bisa mengisi posisi alternatif. Ada beberapa pemain yang bisa ditempatkan pada pos itu,” ungkap Kas Hartadi.
Seperti saat meladeni Solo All Star di lapangan Banyu Anyar, Kas Hartadi menurunkan nama-nama yang tidak berbeda jauh dengan dua pertandingan sebelumnya. Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Abdul Rahman, Ahmad Jufrianto, Immanuel Padwa, Taufik Kasrun, Ali Khadafi, Tantan, Sultan Sama, Fakhrudin dan Boakay Eddy Foday. Artinya, ada dua nama yang disimpan, yakni Aliyudin dan Jerry Karpeh, sedangkan Diogo Santos masih dalam tahap penyembuhan.
''Sekarang dia (Diogo) tinggal tahap terapy dan mengembalikan kebugaran fisik. Dia sudah bergabung pada latihan pagi sebelum bertanding, walau hanya sebatas pemanasan ringan,” jelasnya.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini menuturkan, khusus untuk Aliyudin, kalau sudah benar-benar kepepet, maka mantan pemain Persija dan Persib Bandung itu baru di posisikan sebagai striker.
''Ada Eddy Foday di depan, kita juga harus melihat apakah Foday sesuai dengan keinginan tim. Sementara Aliyudin bisa bergantian dengan Tantan untuk mengisi sayap, tapi kalau sudah kepepet ya Aliyudin kita kembalikan ke posisi dia sebenarnya,” papar kas.
Bukan hanya Aliyudin, tapi dirinya juga akan mencoba bagaimana peran seorang Taufik Kasrun. Mantan pemain Persela Lamongan yang sebelumnya di proyeksikan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Supardi di sektor bek dan sayap kanan, juga bisa dialokasikan ke stoper.
''Taufik bukan saja bisa menjaga daerah pertahanan sendiri di sisi (pinggir) lapangan. Namun dia bisa melakukan improvisasi ikut membantu serangan menyisir sisi lapangan. Kalau ditempatkan di stoper, dia mampu merebut bola atau pressing-pressing kepada pemain lawan yang coba memasuki daerah pertahanan,” ungkapnya.
Kembali Kas Hartadi menambahkan, jika pada akhirnya kabar buruk Ponaryo Astaman tidak jadi bergabung dengan Laskar Wong Kito-julukan SFC, maka figur yang pantas mengisi tempat tersebut adalah Ahmad Jufrianto.
Sementara Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, mengatakan, bahwa pelatih harus mencari ramuan khusus untuk membuat skema baru dari permainan SFC kedepan.
''Memang banyak yang komplain, bahwa untuk musim ini SFC tidak ada pemimpin di lapangan, seperti dulu ada Ponaryo Astaman. Tapi kami pikir, itu kan bisa diciptakan dan itu bukan satu hal yang prinsip. Faktor yang paling penting itu kekompakan tim, khususnya manajemen dan ofisial, kekompakan inilah yang terus kita jaga,” pungkasnya.
Ferry Rotinsulu, Diogo Santos, Abdurrahman, Jufrianto, Mahyadi Panggabean, Sultan Samma, Ali Kadaafi, Aliyudin, Taufik Kasrun, Eric Weeks Lewis, dan Jerry Karpeh adalah nama-nama yang menjadi starter saat menghadapi Barito Putra. Sedangkan ketika meladeni Persib Bandung, head coach SFC Kas Hartadi, hanya menukar Aliyudin dengan Tantan.
Namun, Kas Hartadi belum berani menyatakan bahwa komposisi pemain yang diturunkannya pada dua partai tersebut, merupakan bayangan tim. Karena, masih ada pos-pos yang ditempati Jerry Karpeh di lini depan dan Aliyudin di sayap kanan, belum sesuai dengan ekspektasinya. ''Saya masih harus mencoba menempatkan pemain yang bisa mengisi posisi alternatif. Ada beberapa pemain yang bisa ditempatkan pada pos itu,” ungkap Kas Hartadi.
Seperti saat meladeni Solo All Star di lapangan Banyu Anyar, Kas Hartadi menurunkan nama-nama yang tidak berbeda jauh dengan dua pertandingan sebelumnya. Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Abdul Rahman, Ahmad Jufrianto, Immanuel Padwa, Taufik Kasrun, Ali Khadafi, Tantan, Sultan Sama, Fakhrudin dan Boakay Eddy Foday. Artinya, ada dua nama yang disimpan, yakni Aliyudin dan Jerry Karpeh, sedangkan Diogo Santos masih dalam tahap penyembuhan.
''Sekarang dia (Diogo) tinggal tahap terapy dan mengembalikan kebugaran fisik. Dia sudah bergabung pada latihan pagi sebelum bertanding, walau hanya sebatas pemanasan ringan,” jelasnya.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini menuturkan, khusus untuk Aliyudin, kalau sudah benar-benar kepepet, maka mantan pemain Persija dan Persib Bandung itu baru di posisikan sebagai striker.
''Ada Eddy Foday di depan, kita juga harus melihat apakah Foday sesuai dengan keinginan tim. Sementara Aliyudin bisa bergantian dengan Tantan untuk mengisi sayap, tapi kalau sudah kepepet ya Aliyudin kita kembalikan ke posisi dia sebenarnya,” papar kas.
Bukan hanya Aliyudin, tapi dirinya juga akan mencoba bagaimana peran seorang Taufik Kasrun. Mantan pemain Persela Lamongan yang sebelumnya di proyeksikan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Supardi di sektor bek dan sayap kanan, juga bisa dialokasikan ke stoper.
''Taufik bukan saja bisa menjaga daerah pertahanan sendiri di sisi (pinggir) lapangan. Namun dia bisa melakukan improvisasi ikut membantu serangan menyisir sisi lapangan. Kalau ditempatkan di stoper, dia mampu merebut bola atau pressing-pressing kepada pemain lawan yang coba memasuki daerah pertahanan,” ungkapnya.
Kembali Kas Hartadi menambahkan, jika pada akhirnya kabar buruk Ponaryo Astaman tidak jadi bergabung dengan Laskar Wong Kito-julukan SFC, maka figur yang pantas mengisi tempat tersebut adalah Ahmad Jufrianto.
Sementara Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, mengatakan, bahwa pelatih harus mencari ramuan khusus untuk membuat skema baru dari permainan SFC kedepan.
''Memang banyak yang komplain, bahwa untuk musim ini SFC tidak ada pemimpin di lapangan, seperti dulu ada Ponaryo Astaman. Tapi kami pikir, itu kan bisa diciptakan dan itu bukan satu hal yang prinsip. Faktor yang paling penting itu kekompakan tim, khususnya manajemen dan ofisial, kekompakan inilah yang terus kita jaga,” pungkasnya.
(aww)