Pasoepati senang pemain duo Persis bisa tampil bareng
Minggu, 18 November 2012 - 01:14 WIB
Pasoepati senang pemain duo Persis bisa tampil bareng
A
A
A
Sindonews.com - Solo Allstar menuai kekalahan telak 1-5 dalam latih tanding melawan jawara Indonesian Super League (ISL) musim lalu, Sriwijaya FC di Stadion Manahan Solo. Namun, kekalahan tersebut tidak menyurutkan semangat tim kebanggaan publik Kota Bengawan. Pasalnya, skuad Solo Allstar yang bermaterikan para punggawa duo Persis, versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan PT Liga Indonesia (PT LI) tetap bisa mengimbangi SFC. Terlebih, komposisi pemain Solo Allstar bisa sebagai representasi 'perdamaian' duo kubu Persis LPIS dan Liga musim depan.
Fauzan, 35, salah satu anggota Pasoepati -julukan suporter setia Persis Solo- mengatakan, Solo Allstar memang kalah telak karena perbedaan strata. Sriwijaya FC sebagai kampiun ISL 2011-2012, sedangkan Solo Allstar diisi para pemain dari duo Persis yang keduanya berkiprah di Divisi Utama LPIS maupun Divisi Utama Liga. "Bukan soal hasil, tapi ada semangat untuk penyatuan kembali duo Persis. Itu yang lebih penting," katanya, Sabtu (17/11).
Menurut dia, jika para pemain duo Persis bisa tampil bareng di lapangan, mengapa justru duo manajemen Persis tidak bisa duduk bersama menyatukan kembali duo Persis. Padahal, warga Solo khususnya Pasoepati sangat menginginkan Persis Solo kembali bersatu, tidak seperti musim lalu. Para pemain pun menginginkan Laskar Sambernyawa bersatu kembali. "Semoga tampilnya para pemain dari Persis LPIS dan Persis Liga dalam Solo Allstar ini mampu membukakan jalan bagi dua managemen untuk membahas penyatuan kembali duo Persis. Kami berharap dua manajemen segera duduk bersama dan mengakhiri ego masing-masing," papar Fauzan.
Para pemain Solo Allstar yang kemarin turun menghadapi Sriwijaya FC adalah Imam Rohmawan, Yuned Hadianto Wibowo, Feri Anto, Robi Fajar, Hariyadi dan Stevano Arsela dari Persis LPIS. Sedangkan dari kubu Persis PT LI diwakili Dian Rompi, Saparno, Modestus Setiawan, Yanuar Ruspuspito dan Zuhri KD. Mereka adalah pesepakbola yang bermukim di Solo dan sekitarnya.
Selain itu, skuad Solo Allstar juga lebih melokal seperti yang diinginkan duo manajemen Persis. Sejumlah pesepakbola asal Kota Bengawan yang membela klub lain juga dipanggil mengisi Solo Allstar. Mereka antara lain Bagus Jiwo, Bayu Andra, Bayu Pradana, Akbar Riansyah dan lainnya.
Manajer Persis PT LI, Totok Supriyanto, mengatakan, skuad Solo Allstar bisa menjadi kerangka pembentukan Persis musim depan. Materi pemain sudah lengkap dari kiper sampai lini depan, dan semuanya dihuni oleh pemain dari duo Persis. Mereka berpeluang mengisi satu tim Persis musim depan. "Kerangka tim sudah ada, paling tidak tinggal memoles sekaligus menentukan pelatihnya saja," tutupnya.
Fauzan, 35, salah satu anggota Pasoepati -julukan suporter setia Persis Solo- mengatakan, Solo Allstar memang kalah telak karena perbedaan strata. Sriwijaya FC sebagai kampiun ISL 2011-2012, sedangkan Solo Allstar diisi para pemain dari duo Persis yang keduanya berkiprah di Divisi Utama LPIS maupun Divisi Utama Liga. "Bukan soal hasil, tapi ada semangat untuk penyatuan kembali duo Persis. Itu yang lebih penting," katanya, Sabtu (17/11).
Menurut dia, jika para pemain duo Persis bisa tampil bareng di lapangan, mengapa justru duo manajemen Persis tidak bisa duduk bersama menyatukan kembali duo Persis. Padahal, warga Solo khususnya Pasoepati sangat menginginkan Persis Solo kembali bersatu, tidak seperti musim lalu. Para pemain pun menginginkan Laskar Sambernyawa bersatu kembali. "Semoga tampilnya para pemain dari Persis LPIS dan Persis Liga dalam Solo Allstar ini mampu membukakan jalan bagi dua managemen untuk membahas penyatuan kembali duo Persis. Kami berharap dua manajemen segera duduk bersama dan mengakhiri ego masing-masing," papar Fauzan.
Para pemain Solo Allstar yang kemarin turun menghadapi Sriwijaya FC adalah Imam Rohmawan, Yuned Hadianto Wibowo, Feri Anto, Robi Fajar, Hariyadi dan Stevano Arsela dari Persis LPIS. Sedangkan dari kubu Persis PT LI diwakili Dian Rompi, Saparno, Modestus Setiawan, Yanuar Ruspuspito dan Zuhri KD. Mereka adalah pesepakbola yang bermukim di Solo dan sekitarnya.
Selain itu, skuad Solo Allstar juga lebih melokal seperti yang diinginkan duo manajemen Persis. Sejumlah pesepakbola asal Kota Bengawan yang membela klub lain juga dipanggil mengisi Solo Allstar. Mereka antara lain Bagus Jiwo, Bayu Andra, Bayu Pradana, Akbar Riansyah dan lainnya.
Manajer Persis PT LI, Totok Supriyanto, mengatakan, skuad Solo Allstar bisa menjadi kerangka pembentukan Persis musim depan. Materi pemain sudah lengkap dari kiper sampai lini depan, dan semuanya dihuni oleh pemain dari duo Persis. Mereka berpeluang mengisi satu tim Persis musim depan. "Kerangka tim sudah ada, paling tidak tinggal memoles sekaligus menentukan pelatihnya saja," tutupnya.
(nug)