PSSI Semarang jaring pemain pinggiran via Piala Pengcab
Minggu, 18 November 2012 - 02:17 WIB
PSSI Semarang jaring pemain pinggiran via Piala Pengcab
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 31 tim dari sekolah sepak bola (SSB) di kota Semarang dan sekitarnya, ambil bagian dalam turnamen sepakbola piala Pengcab PSSI Kota Semarang, yang digelar pada 17-18 November, di Lapangan Kandri, Gunungpati, Semarang. Turnamen yang digelar dalam rangka HUT SSB Atlas Bina Tama itu bertujuan untuk mengasah kemampuan dan untuk mengetahui hasil pembinaan masing–masing SSB, sehingga SSB bisa melakukan evaluasi untuk perbaikan.
Ketua Umum SSB Atlas Bina Tama, Daud Joko Ganafianto, mengatakan, turnamen di bawah Pengcab PSSI Kota Semarang tersebut diselenggarakan untuk yang kali ketiga dan hanya untuk pemain kelompok umur kelahiran 2001 dan 2003, dengan sistem setengah kompetisi. ”Sebenarnya pesertanya 32 namun satu tim mengundurkan diri,” tandasnya.
Dia mengaku, sengaja mengadakan turnamen di wilayah Gunungpati yang merupakan pinggiran Kota Semarang. Karena hal itu dimaksudkan untuk mempromosikan olahraga sepakbola di daerah pinggiran dan menjaring anak-anak pinggiran kota Semarang yang memiliki bakat terpendam. “Selama ini wilayah pinggiran sebenarnya memilik banyak potensi pemain bola andal, namun karena kurangnya perhatian dan pembinaan sehingga kurang bisa terarah dan tidak terakomodir,” jelasnya.
Ketua Pengcab PSSI Kota Semarang, Yoyok Mardiyo, menuturkan jika dirinya sangat mendukung adanya kejuaraan sepakbola untuk anak-anak. Pasalnya, untuk memajukan persepakbolaan di Kota Semarang harus dimulai dari sejak dini. “Dengan adanya turnamen seperti ini bisa menjadi pembinaan untuk masing-masing SSB yang terarah, dan mengasah kemampuan dan kualitas, anak-anak dan mensosialisasikan sepakbola,” katanya.
Yoyok menambahkan, pembinaan sepakbola di Kota Semarang saat ini sudah cukup baik terbukti semakin banyak tumbuh sekolah-sekolah sepakbola hampir di seluruh pelosok Semarang. Dia meminta kepada masing-masing SSB untuk benar-benar melakukan pembinaaan, secara terarah sehingga mampu menghasilkan pemain-pemain yang benar-benar potensial dan mampu menjadi pemain profesional.
Ketua Umum SSB Atlas Bina Tama, Daud Joko Ganafianto, mengatakan, turnamen di bawah Pengcab PSSI Kota Semarang tersebut diselenggarakan untuk yang kali ketiga dan hanya untuk pemain kelompok umur kelahiran 2001 dan 2003, dengan sistem setengah kompetisi. ”Sebenarnya pesertanya 32 namun satu tim mengundurkan diri,” tandasnya.
Dia mengaku, sengaja mengadakan turnamen di wilayah Gunungpati yang merupakan pinggiran Kota Semarang. Karena hal itu dimaksudkan untuk mempromosikan olahraga sepakbola di daerah pinggiran dan menjaring anak-anak pinggiran kota Semarang yang memiliki bakat terpendam. “Selama ini wilayah pinggiran sebenarnya memilik banyak potensi pemain bola andal, namun karena kurangnya perhatian dan pembinaan sehingga kurang bisa terarah dan tidak terakomodir,” jelasnya.
Ketua Pengcab PSSI Kota Semarang, Yoyok Mardiyo, menuturkan jika dirinya sangat mendukung adanya kejuaraan sepakbola untuk anak-anak. Pasalnya, untuk memajukan persepakbolaan di Kota Semarang harus dimulai dari sejak dini. “Dengan adanya turnamen seperti ini bisa menjadi pembinaan untuk masing-masing SSB yang terarah, dan mengasah kemampuan dan kualitas, anak-anak dan mensosialisasikan sepakbola,” katanya.
Yoyok menambahkan, pembinaan sepakbola di Kota Semarang saat ini sudah cukup baik terbukti semakin banyak tumbuh sekolah-sekolah sepakbola hampir di seluruh pelosok Semarang. Dia meminta kepada masing-masing SSB untuk benar-benar melakukan pembinaaan, secara terarah sehingga mampu menghasilkan pemain-pemain yang benar-benar potensial dan mampu menjadi pemain profesional.
(nug)