Menjaring Bakat Pemain Sepak Bola Melalui Indonesia Junior League
Rabu, 20 Juli 2022 - 01:01 WIB
loading...
Menjaring Bakat Pemain Sepak Bola Melalui Indonesia Junior League. Foto: IST
A
A
A
TANGERANG - Harapan besar prestasi dunia dari sepak bola sangat membutuhkan pembinaan anak usia dini sebagai pasokan hulunya. Kompetisi sepak bola anak yang berjenjang dan berkelanjutan menjadi fokus Pemerintah, komunitas sepak bola maupun sektor swasta. Indonesia Junior League (IJL) menjadi cara efektif bagi pemangku kepentingan bekerja sama mewujudkannya.
Sinergi triple helix mereka akan mengakselerasi proses peguatan fondasi serta menciptakan bibit unggul untuk masa depan sepak bola Indonesia. IJL menjadi alat efektif untuk menguji sistem pembinaan yang selama ini dilakukan. Kompetisi yang melibatkan ribuan anak-anak U-9, U-11 dan U-13 ini menjadi barometer harapan peningkatan prestasi dalam jangka panjang.
Baca Juga: PSSI Hitung Untung Rugi Timnas Indonesia Tinggalkan AFF Gabung EAFF
Salah satunya dukungan dari Aice Group yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola anak usia dini dengan melibatkan lebih dari 71 Sekolah Sepak Bola (SSB) berbagai wilayah Jabodetabek, Cimahi, Sukabumi, Cilegon, Serang hingga Cirebon. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Es Krim Sedunia pada Juli ini.
Juru Bicara Perusahaan Aice Group Sylvana Zhong menjelaskan bahwa pertandingan sepak bola anak usia dini akan memastikan penciptaan generasi emas. Stok bibit unggul yang bisa meningkatkan prestasi kancah sepak bola nasional di masa depan jadi kunci sukses Indonesia.
Kegiatan ini juga termasuk dalam program #15HariAiceBerbagiSehat di bulan Juli, produsen es krim terbesar Indonesia ini secara reguler mendukung perbaikan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai sektor. Selain dalam olahraga, Aice juga menyokong puluhan komunitas anak, kesehatan, pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan sejak 2020 lalu.
“Aice juga ingin memajukan olahraga favorit masyarakat Indonesia yaitu sepak bola. Kebangkitan sepak bola Indonesia dimulai lewat perbaikan hulu dan iklim kompetitif. Pembinaan atlet sejak usia dini ini menjadi kunci jangka panjang berkembangnya sepak bola di Indonesia. Aice mendukung IJL agar sepak bola anak Indonesia semakin maju dan berjalan kontinu,” jelas Sylvana.
Sinergi triple helix mereka akan mengakselerasi proses peguatan fondasi serta menciptakan bibit unggul untuk masa depan sepak bola Indonesia. IJL menjadi alat efektif untuk menguji sistem pembinaan yang selama ini dilakukan. Kompetisi yang melibatkan ribuan anak-anak U-9, U-11 dan U-13 ini menjadi barometer harapan peningkatan prestasi dalam jangka panjang.
Baca Juga: PSSI Hitung Untung Rugi Timnas Indonesia Tinggalkan AFF Gabung EAFF
Salah satunya dukungan dari Aice Group yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola anak usia dini dengan melibatkan lebih dari 71 Sekolah Sepak Bola (SSB) berbagai wilayah Jabodetabek, Cimahi, Sukabumi, Cilegon, Serang hingga Cirebon. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Es Krim Sedunia pada Juli ini.
Juru Bicara Perusahaan Aice Group Sylvana Zhong menjelaskan bahwa pertandingan sepak bola anak usia dini akan memastikan penciptaan generasi emas. Stok bibit unggul yang bisa meningkatkan prestasi kancah sepak bola nasional di masa depan jadi kunci sukses Indonesia.
Kegiatan ini juga termasuk dalam program #15HariAiceBerbagiSehat di bulan Juli, produsen es krim terbesar Indonesia ini secara reguler mendukung perbaikan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai sektor. Selain dalam olahraga, Aice juga menyokong puluhan komunitas anak, kesehatan, pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan sejak 2020 lalu.
“Aice juga ingin memajukan olahraga favorit masyarakat Indonesia yaitu sepak bola. Kebangkitan sepak bola Indonesia dimulai lewat perbaikan hulu dan iklim kompetitif. Pembinaan atlet sejak usia dini ini menjadi kunci jangka panjang berkembangnya sepak bola di Indonesia. Aice mendukung IJL agar sepak bola anak Indonesia semakin maju dan berjalan kontinu,” jelas Sylvana.
Lihat Juga :