Atlet Bandung diperintangkan mudik
Minggu, 18 November 2012 - 11:00 WIB
Atlet Bandung diperintangkan mudik
A
A
A
Sindonews.com – Pengurus Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bandung berharap, para atlet asal daerah tersebut bisa kembali bergabung. Saat ini, sejumlah olahragawan di cabang atletik milik Kabupaten Bandung memilih hijrah untuk membela daerah lain.
Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) PASI Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, saat ini pihaknya sangat membutuhkan keberadaan para atlet tersebut. Selain untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga atletik Kabupaten Bandung, bergabungnya mereka juga dapat menjadi benih regenerasi atlet baru.
“Beberapa atlet cabang atletik Kabupaten Bandung memang saat ini diketahui membela Kota dan Kabupaten lain. Kami harap, mereka bisa kembali untuk membela daerah asalnya, terutama menjelang beberapa event olahraga besar yang akan dihadapi Kabupaten Bandung,” kata Uka.
Hingga kini, PASI Kabupaten Bandung mulai mengambil langkah-langkah strategis untuk memanggil mudik para atlet tersebut. Proses pengembalian atlet, ujarnya, harus dilakukan sesuai prosedur dan dengan cara yang baik. Hal itu untuk menghindari permasalahan atau konflik yang bisa saja muncul di masa mendatang.
“Kami mengumpulkan data selengkap-lengkapnya, siapa saja atlet cabang atletik Kabupaten Bandung yang membela daerah lain. Setelah inventarisasi selesai, kami mulai proses pengembalian para atlet tersebut. Semoga mereka bisa segera bergabung bersama kami untuk menghadapi Porda (Pekan Olahraga Daerah) Jawa Barat 2014,” kata Uka.
Meski begitu, tuturnya, PASI Kabupaten Bandung menyadari mereka tidak boleh hanya bertumpu pada atlet-atlet tersebut. Terlebih jika yang diincar adalah prestasi jangka panjang. Saat ini, pembinaan para atlet muda potensial juga terus diintensifkan. Mereka pun disiapkan untuk berlaga di ajang Porda yang rencananya digelar di Kabupaten Bekasi.
“Atlet yang diproyeksikan masuk kontingen atletik Kabupaten Bandung untuk Porda, saat ini sudah latihan rutin. Bahkan pembinaan mereka semakin intensif dibawah pantauan langsung tim pelatih. Selain pemusatan latihan yang terstruktur dan sistematis, kami juga menerapkan berbagai langkah nonteknis untuk mendorong para atlet untuk berprestasi,” kata Uka.
Beberapa hal yang dilakukan PASI Kabupaten Bandung untuk memotivasi atletnya adalah dengan memperhatikan faktor kesejahteraan. Uka menyebutkan, pihaknya siap memberi insentif kepada para olahragawan di cabang atletik yang memberi prestasi membanggakan. Selain itu, PASI Kabupaten Bandung juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memberi tambahan motivasi berupa beasiswa.
“Ada uang tambahan bagi atlet berprestasi, dan kami juga mengusahakan agar mereka bisa mendapatkan beasiswa dari Dinas Pendidikan. Semoga dengan langkah-langkah tersebut, para atlet bisa termotivasi untuk menyumbangkan medali emas lebih dari satu setiap orangnya,” ujar Uka. Sebelumnya, pada Porda 2010 yang digelar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung hanya bisa membawa pulang satu medali emas saja. Dia berharap raihan tersebut bisa ditingkatkan pada ajang yang sama di Kabupaten Bekasi dua tahun mendatang.
Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) PASI Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, saat ini pihaknya sangat membutuhkan keberadaan para atlet tersebut. Selain untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga atletik Kabupaten Bandung, bergabungnya mereka juga dapat menjadi benih regenerasi atlet baru.
“Beberapa atlet cabang atletik Kabupaten Bandung memang saat ini diketahui membela Kota dan Kabupaten lain. Kami harap, mereka bisa kembali untuk membela daerah asalnya, terutama menjelang beberapa event olahraga besar yang akan dihadapi Kabupaten Bandung,” kata Uka.
Hingga kini, PASI Kabupaten Bandung mulai mengambil langkah-langkah strategis untuk memanggil mudik para atlet tersebut. Proses pengembalian atlet, ujarnya, harus dilakukan sesuai prosedur dan dengan cara yang baik. Hal itu untuk menghindari permasalahan atau konflik yang bisa saja muncul di masa mendatang.
“Kami mengumpulkan data selengkap-lengkapnya, siapa saja atlet cabang atletik Kabupaten Bandung yang membela daerah lain. Setelah inventarisasi selesai, kami mulai proses pengembalian para atlet tersebut. Semoga mereka bisa segera bergabung bersama kami untuk menghadapi Porda (Pekan Olahraga Daerah) Jawa Barat 2014,” kata Uka.
Meski begitu, tuturnya, PASI Kabupaten Bandung menyadari mereka tidak boleh hanya bertumpu pada atlet-atlet tersebut. Terlebih jika yang diincar adalah prestasi jangka panjang. Saat ini, pembinaan para atlet muda potensial juga terus diintensifkan. Mereka pun disiapkan untuk berlaga di ajang Porda yang rencananya digelar di Kabupaten Bekasi.
“Atlet yang diproyeksikan masuk kontingen atletik Kabupaten Bandung untuk Porda, saat ini sudah latihan rutin. Bahkan pembinaan mereka semakin intensif dibawah pantauan langsung tim pelatih. Selain pemusatan latihan yang terstruktur dan sistematis, kami juga menerapkan berbagai langkah nonteknis untuk mendorong para atlet untuk berprestasi,” kata Uka.
Beberapa hal yang dilakukan PASI Kabupaten Bandung untuk memotivasi atletnya adalah dengan memperhatikan faktor kesejahteraan. Uka menyebutkan, pihaknya siap memberi insentif kepada para olahragawan di cabang atletik yang memberi prestasi membanggakan. Selain itu, PASI Kabupaten Bandung juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memberi tambahan motivasi berupa beasiswa.
“Ada uang tambahan bagi atlet berprestasi, dan kami juga mengusahakan agar mereka bisa mendapatkan beasiswa dari Dinas Pendidikan. Semoga dengan langkah-langkah tersebut, para atlet bisa termotivasi untuk menyumbangkan medali emas lebih dari satu setiap orangnya,” ujar Uka. Sebelumnya, pada Porda 2010 yang digelar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung hanya bisa membawa pulang satu medali emas saja. Dia berharap raihan tersebut bisa ditingkatkan pada ajang yang sama di Kabupaten Bekasi dua tahun mendatang.
(wbs)