Jajang tidak mau Persib terpaku skema 4-4-2
Selasa, 20 November 2012 - 22:16 WIB
Jajang tidak mau Persib terpaku skema 4-4-2
A
A
A
Sindonews.com - Semasa Perserikatan sampai hampir satu dekade pertama tahun 2000-an, Persib Bandung lebih identik sebagai tim yang mengagungkan pola 3-5-2. Sistem permainan sepak bola yang dianggap sudah kuno dan tidak menawarkan keseimbangan dibandingkan pola 4-4-2.
Pola atau skema 3-5-2 yang diandalkan Persib kemudian mulai mengalami perubahan di masa kepelatihan Jaya Hartono pada musim 2008/2009. Jaya mulai mengenalkan skema 4-4-2 yang kala itu kebetulan sedang digalakkan PSSI di era kepemimpinan Nurdin Halid.
Namun, penerapan pola 4-4-2 kala itu, mendapatkan kritikan tajam karena Persib justru tampil keropos. Meski lini depan Maung Bandung cukup tajam, namun hal itu tak seimbang dengan kukuhnya lini pertahanan Persib. Dua wing bek Persib yang kala itu diandalkan Jaya, Gilang Angga dan Maman Abdulrahman tidak bermain cukup stabil dalam menjaga pertahan maupun membantu serangan.
Setelah kalah dari Persija Jakarta, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena, Jaya membuat keputusan untuk mengembalikan skema 3-5-2. Dia tak memedulikan ‘imbauan’ PSSI soal pentingnya penerapan skema 4-4-2 dalam sepak bola modern. Bagi Jaya, skema permainan bersifat cocok-cocokan karena tergantung kemampuan individu pemain yang mendukung mulus atau tidaknya skema tersebut dijalankan.
Meski begitu, dalam dua musim terakhir, Persib sebenarnya mulai identik dengan skema 4-4-2. Meski secara hasil, Maung Bandung belum cukup lihai dalam menerapkannya. Namun, perlahan Persib mulai belajar untuk mulai memahami pola 4-4-2.
Termasuk musim ini, pelatih Jajang Nurjaman mencoba menerapkan skema dasar 4-4-2 yang secara fleksibel bisa berubah menjadi 4-2-3-1 atau 4-2-2-1-1. Seperti yang dilakukan Jajang pada turnamen Celebes Championship 2012, beberapa waktu lalu. Jajang sukses mengantisipasi situasi kurang bugarnya Kenji Adachihara yang diproyeksikan jadi tandem Herman Dzumafo Epandi.
Meski mengakui cenderung bakal mengandalkan pola 4-4-2, namun Jajang menegaskan ia tidak akan kaku dalam menerapkan skema permainan. Menurutnya hal itu penting untuk membuat lawan sulit membaca strategi yang diterapkannya.
''Memang dengan menggunakan pola 4-4-2, para pemain terlihat lebih baik dalam melakukan organisasi permainan. Tapi kita akan selalu mengembangkan skema permainan. Sebab, tentu tidak bisa seterusnya kita menggunakan pola ini, butuh pengembangan agar permainan kita bisa lebih variatif,” terang Jajang.
Karena alasan ini juga, Jajang mengungkapkan kenapa dirinya sering menurunkan susunan pemain inti yang berbeda dalam setiap laga uji coba Persib. ''Saya ingin memastikan semua pemain bisa mengalami perkembangan yang sama baiknya. Memang akan membuat saya ‘pusing’ karena banyaknya pilihan, tapi yang penting selama hal itu positif buat tim,” tandasnya.
Jika melihat materi pemain yang dimiliki Persib musim ini. Memungkinkan Djadjang untuk melakukan sejumlah terobosan. Bahkan memberikan peluang bagi Djadjang untuk membuat dua tim sekaligus.
Skema Permainan Persib I (4-4-1-1)
I Made Wirawan (kiper)
Supardi Nasir (bek kanan)
Abanda Herman (bek tengah)
Naser Al Sebai/Todd Howarth/Mahmoud Mansouri (bek tengah)
Tony Sucipto (bek kiri)
Asri Akbar (gelandang bertahan)
George Parfait Mbida Messi (gelandang tengah)
M. Ridwan (wing kanan)
Atep (wing kanan)
Firman Utina (playmaker)
Herman Dzumafo Epandi (striker)
Skema Permainan Persib II (4-4-2)
Shahar Ginanjar (kiper)
Aan Suparman (bek kanan)
Abanda Herman (bek tengah)
Maman Abdurahman (bek tengah)
Jajang Sukmara (bek kiri)
Hariono/Tony Sucipto (gelandang bertahan)
M. Ridwan (wing kanan)
Atep (wing kanan)
Firman Utina (playmaker)
Kenji Adachihara (striker)
Herman Dzumafo Epandi (striker)
Pola atau skema 3-5-2 yang diandalkan Persib kemudian mulai mengalami perubahan di masa kepelatihan Jaya Hartono pada musim 2008/2009. Jaya mulai mengenalkan skema 4-4-2 yang kala itu kebetulan sedang digalakkan PSSI di era kepemimpinan Nurdin Halid.
Namun, penerapan pola 4-4-2 kala itu, mendapatkan kritikan tajam karena Persib justru tampil keropos. Meski lini depan Maung Bandung cukup tajam, namun hal itu tak seimbang dengan kukuhnya lini pertahanan Persib. Dua wing bek Persib yang kala itu diandalkan Jaya, Gilang Angga dan Maman Abdulrahman tidak bermain cukup stabil dalam menjaga pertahan maupun membantu serangan.
Setelah kalah dari Persija Jakarta, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena, Jaya membuat keputusan untuk mengembalikan skema 3-5-2. Dia tak memedulikan ‘imbauan’ PSSI soal pentingnya penerapan skema 4-4-2 dalam sepak bola modern. Bagi Jaya, skema permainan bersifat cocok-cocokan karena tergantung kemampuan individu pemain yang mendukung mulus atau tidaknya skema tersebut dijalankan.
Meski begitu, dalam dua musim terakhir, Persib sebenarnya mulai identik dengan skema 4-4-2. Meski secara hasil, Maung Bandung belum cukup lihai dalam menerapkannya. Namun, perlahan Persib mulai belajar untuk mulai memahami pola 4-4-2.
Termasuk musim ini, pelatih Jajang Nurjaman mencoba menerapkan skema dasar 4-4-2 yang secara fleksibel bisa berubah menjadi 4-2-3-1 atau 4-2-2-1-1. Seperti yang dilakukan Jajang pada turnamen Celebes Championship 2012, beberapa waktu lalu. Jajang sukses mengantisipasi situasi kurang bugarnya Kenji Adachihara yang diproyeksikan jadi tandem Herman Dzumafo Epandi.
Meski mengakui cenderung bakal mengandalkan pola 4-4-2, namun Jajang menegaskan ia tidak akan kaku dalam menerapkan skema permainan. Menurutnya hal itu penting untuk membuat lawan sulit membaca strategi yang diterapkannya.
''Memang dengan menggunakan pola 4-4-2, para pemain terlihat lebih baik dalam melakukan organisasi permainan. Tapi kita akan selalu mengembangkan skema permainan. Sebab, tentu tidak bisa seterusnya kita menggunakan pola ini, butuh pengembangan agar permainan kita bisa lebih variatif,” terang Jajang.
Karena alasan ini juga, Jajang mengungkapkan kenapa dirinya sering menurunkan susunan pemain inti yang berbeda dalam setiap laga uji coba Persib. ''Saya ingin memastikan semua pemain bisa mengalami perkembangan yang sama baiknya. Memang akan membuat saya ‘pusing’ karena banyaknya pilihan, tapi yang penting selama hal itu positif buat tim,” tandasnya.
Jika melihat materi pemain yang dimiliki Persib musim ini. Memungkinkan Djadjang untuk melakukan sejumlah terobosan. Bahkan memberikan peluang bagi Djadjang untuk membuat dua tim sekaligus.
Skema Permainan Persib I (4-4-1-1)
I Made Wirawan (kiper)
Supardi Nasir (bek kanan)
Abanda Herman (bek tengah)
Naser Al Sebai/Todd Howarth/Mahmoud Mansouri (bek tengah)
Tony Sucipto (bek kiri)
Asri Akbar (gelandang bertahan)
George Parfait Mbida Messi (gelandang tengah)
M. Ridwan (wing kanan)
Atep (wing kanan)
Firman Utina (playmaker)
Herman Dzumafo Epandi (striker)
Skema Permainan Persib II (4-4-2)
Shahar Ginanjar (kiper)
Aan Suparman (bek kanan)
Abanda Herman (bek tengah)
Maman Abdurahman (bek tengah)
Jajang Sukmara (bek kiri)
Hariono/Tony Sucipto (gelandang bertahan)
M. Ridwan (wing kanan)
Atep (wing kanan)
Firman Utina (playmaker)
Kenji Adachihara (striker)
Herman Dzumafo Epandi (striker)
(aww)