80% anggaran untuk peningkatan prestasi
Kamis, 22 November 2012 - 16:29 WIB
80% anggaran untuk peningkatan prestasi
A
A
A
Sindonews.com- Kota Bandung tampak tak main-main melakukan pembinaan terhadap para atletnya. Di tahun 2013, ibu kota Jawa Barat ini meminta seluruh pengurus cabang olahraga meluangkan anggaran lebih untuk program peningkatan prestasi.
Ketua III Bidang Sarana dan Prasarana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Erry Sudrajat mengatakan, instruksi kepada semua pengurus cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Kota Bandung itu berbentuk persentase penggunaan anggaran.
“Kami minta kepada semua pengurus cabang olahraga, agar program peningkatan prestasi mendapat jatah 80% dari total anggaran yang mereka terima. Sementara 20% lainnya untuk keperluan kepengurusan. Hal ini demi semakin baiknya pembinaan atlet Kota Bandung, apa lagi tahun 2013 memang dicanangkan sebagai waktu persiapan menjelang Porda 2014,” tutur Erry di kantornya, Jalan Jakarta, Kota Bandung.
Semua cabang olahraga juga diminta menginventarisasi sarana yang kini digunakan. Hal itu terkait rencana pembenahan venue yang akan dilakukan di seluruh Jawa Barat, menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Tahun depan, KONI Kota Bandung pun memiliki program pembenahan beberapa sarana olahraga. Namun, para pengurus cabang olahraga juga diminta merancang program serupa, terutama perawatan venue.
“Saya harap pengurus cabang olahraga membuat program berkaitan dengan bidang sarana dan prasarana, agar nantinya proses inventarisasi venue juga bisa lebih mudah. Selain itu, venue dan peralatan latihan yang ada di Kota Bandung pun akan kami survei untuk memastikan keutuhan dan keterjagaan kondisinya. Sehingga pemusatan latihan menjelang Porda bisa maksimal dengan adanya sarana yang baik,” kata Erry.
Selain venue, ucap Erry, KONI Kota Bandung pun tengah mempersiapkan berbagai kelengkapan untuk pembinaan atlet menjelang Porda. Mencakup penyediaan alat latihan, akomodasi, transportasi, dan pakaian para atlet. “Ya, seperti training pack dan baju. Baik untuk atlet, pelatih, maupun staf,” ujarnya.
Terkait anggaran tahun 2013 yang akan diterima dari Pemerintah Kota Bandung, Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana meminta pengurusnya untuk tetap hati-hati. Terlebih, keuangan merupakan bidang yang paling rentan, baik dalam kepengurusan organisasi maupun pemerintahan.
“Saya minta semuanya waspada penggunaan anggaran, jangan sampai ada tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan masalah. Prestasi olahraga Indonesia saat ini sedang terpuruk, ditambah lagi banyak faktor nonteknis yang mengganggu. Seperti pembangunan venue yang tidak selesai, dan korupsi anggaran. Kemarin saja PON Riau dan Hambalat bermasalah, ujung-ujungnya proses hukum. Tolong itu dijadikan cermin bagi kita untuk tidak coba-coba,” tutur Aan di lokasi sama.
Ketua III Bidang Sarana dan Prasarana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Erry Sudrajat mengatakan, instruksi kepada semua pengurus cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Kota Bandung itu berbentuk persentase penggunaan anggaran.
“Kami minta kepada semua pengurus cabang olahraga, agar program peningkatan prestasi mendapat jatah 80% dari total anggaran yang mereka terima. Sementara 20% lainnya untuk keperluan kepengurusan. Hal ini demi semakin baiknya pembinaan atlet Kota Bandung, apa lagi tahun 2013 memang dicanangkan sebagai waktu persiapan menjelang Porda 2014,” tutur Erry di kantornya, Jalan Jakarta, Kota Bandung.
Semua cabang olahraga juga diminta menginventarisasi sarana yang kini digunakan. Hal itu terkait rencana pembenahan venue yang akan dilakukan di seluruh Jawa Barat, menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Tahun depan, KONI Kota Bandung pun memiliki program pembenahan beberapa sarana olahraga. Namun, para pengurus cabang olahraga juga diminta merancang program serupa, terutama perawatan venue.
“Saya harap pengurus cabang olahraga membuat program berkaitan dengan bidang sarana dan prasarana, agar nantinya proses inventarisasi venue juga bisa lebih mudah. Selain itu, venue dan peralatan latihan yang ada di Kota Bandung pun akan kami survei untuk memastikan keutuhan dan keterjagaan kondisinya. Sehingga pemusatan latihan menjelang Porda bisa maksimal dengan adanya sarana yang baik,” kata Erry.
Selain venue, ucap Erry, KONI Kota Bandung pun tengah mempersiapkan berbagai kelengkapan untuk pembinaan atlet menjelang Porda. Mencakup penyediaan alat latihan, akomodasi, transportasi, dan pakaian para atlet. “Ya, seperti training pack dan baju. Baik untuk atlet, pelatih, maupun staf,” ujarnya.
Terkait anggaran tahun 2013 yang akan diterima dari Pemerintah Kota Bandung, Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana meminta pengurusnya untuk tetap hati-hati. Terlebih, keuangan merupakan bidang yang paling rentan, baik dalam kepengurusan organisasi maupun pemerintahan.
“Saya minta semuanya waspada penggunaan anggaran, jangan sampai ada tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan masalah. Prestasi olahraga Indonesia saat ini sedang terpuruk, ditambah lagi banyak faktor nonteknis yang mengganggu. Seperti pembangunan venue yang tidak selesai, dan korupsi anggaran. Kemarin saja PON Riau dan Hambalat bermasalah, ujung-ujungnya proses hukum. Tolong itu dijadikan cermin bagi kita untuk tidak coba-coba,” tutur Aan di lokasi sama.
(wbs)