Miskin bintang, SFC tetap garang
Kamis, 22 November 2012 - 21:40 WIB
Miskin bintang, SFC tetap garang
A
A
A
Sindonews.com - Kekuatan Sriwijaya FC (SFC) sempat dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Itu setelah mayoritas pemain bindangnya hengkang dari Stadion Gelora Sriwijaya setelah menjuarai Indonesia Super League (ISL) musim lalu.
Namun, saat menyaksikan cara tim berjuluk Laskar Wong Kito ini meladeni Arema ISL yang notabene bertabur bintang, malah seolah SFC yang bertabur bintang. Kalah satu gol dari titik penalti dan bermain di Stadion Kanjuruhan kandang Singo Edan-julukan Arema--bukan sebuah hasil buruk.
Tapi, bagaimana teamwork dan kerja keras seluruh penggawa SFC mematikan semua gerakan Keith Kayamba Gumbs, Alberto ‘Beto’ Goncalves, Greg Nwokolo, dan pemain Arema FC lainnya, adalah strong point yang telah dihadirkan pelatih kepala SFC, Kas Hartadi.
''Memang, SFC sempat diremehkan banyak orang, karena pemain bintangnya sudah keluar. Tapi kami bisa memberikan cara bagaimana menghentikan kekuatan besar Arema di kandang sendiri. Gol mereka dari penalti dan kami sebenarnya punya dua peluang yang seharusnya jadi gol,” tegas Kas Hartadi.
Sepertinya pada musim kedua Kas Hartadi menakhodai SFC ini, dirinya benar-benar dituntut manajemen untuk berkreasi dan berfikir keras, bagaimana membangun karakter Wong Kito dengan sumber daya pemain yang 95% merupakan wajah-wajah baru. Karakter yang dimaksud adalah menjaga performa mental juara dan menciptakan bintang-bintang baru di lapangan hijau.
''Kami memang tak banyak memiliki pemain-pemain yang memiliki nama besar dan secara kualitas dia nomor satu. Tapi saya akan menjadikan pemain-pemain yang ada ini menjadi besar dan nomor satu,” tegasnya.
Menurut mantan asisten Ivan venkov Kolev ini, pilar-pilar anyar Wong Kito yang ada sekarang, cukup cepat beradaptasi dan mampu memainkan perannya sesuai dengan ekspektasi pelatih. Tapi ada beberapa nama yang diprediksinya bakal menjadi bintang saat mengenakan seragam kuning-kuning milik SFC.
''Choirul Huda dan Sultan Samma, adalah pemain yang mungkin bisa lebih bersinar bersama SFC. Tapi saya berharap semua pemain yang sekarang bersama kami, memiliki semangat untuk menghadapi apa yang dikatakan orang kepada kami,” ujarnya.
Setelah balik ke Stadion Gelora Sriwijaya Kamis sore (22/11), Kas Hartadi terus memoles anak asuhnya, agar semua pemain benar-benar memiliki karakter baru dari sebuah tim. Sekadar mengevaluasi, ucap Kas, jika anak asuhnya lebih tenang dan sabar ketika bentrok dengan Arema FC, mungkin akan ada dua gol ke gawang lawan.
''Dari apa yang di hasilkan saat menghadapi Arema, ternyata kami harus lebih meningkatkan kesabaran dan ketenangan. Karena pada turnamen pra musim Inter Island Cup nanti, kami akan menjadi salah satu tuan rumah dan sudah tentu kami harus lolos dari grup tersebut,” tandasnya lagi.
Sementara Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, menambahkan, bahwa SFC tetap akan menjadi ancaman tim-tim kontestan ISL. Memang, musim ini SFC akan lebih berat menghadapi kompetisi, tapi bukan berarti tak mampu bersaing.
''Pasti semua tim ingin mengalahkan kami, dengan materi yang 95% pemain baru, banyak yang menganggap kami sudah habis. Tapi SFC tetap memiliki mental untuk mempertahankan gelar ini,” pungkasnya
Namun, saat menyaksikan cara tim berjuluk Laskar Wong Kito ini meladeni Arema ISL yang notabene bertabur bintang, malah seolah SFC yang bertabur bintang. Kalah satu gol dari titik penalti dan bermain di Stadion Kanjuruhan kandang Singo Edan-julukan Arema--bukan sebuah hasil buruk.
Tapi, bagaimana teamwork dan kerja keras seluruh penggawa SFC mematikan semua gerakan Keith Kayamba Gumbs, Alberto ‘Beto’ Goncalves, Greg Nwokolo, dan pemain Arema FC lainnya, adalah strong point yang telah dihadirkan pelatih kepala SFC, Kas Hartadi.
''Memang, SFC sempat diremehkan banyak orang, karena pemain bintangnya sudah keluar. Tapi kami bisa memberikan cara bagaimana menghentikan kekuatan besar Arema di kandang sendiri. Gol mereka dari penalti dan kami sebenarnya punya dua peluang yang seharusnya jadi gol,” tegas Kas Hartadi.
Sepertinya pada musim kedua Kas Hartadi menakhodai SFC ini, dirinya benar-benar dituntut manajemen untuk berkreasi dan berfikir keras, bagaimana membangun karakter Wong Kito dengan sumber daya pemain yang 95% merupakan wajah-wajah baru. Karakter yang dimaksud adalah menjaga performa mental juara dan menciptakan bintang-bintang baru di lapangan hijau.
''Kami memang tak banyak memiliki pemain-pemain yang memiliki nama besar dan secara kualitas dia nomor satu. Tapi saya akan menjadikan pemain-pemain yang ada ini menjadi besar dan nomor satu,” tegasnya.
Menurut mantan asisten Ivan venkov Kolev ini, pilar-pilar anyar Wong Kito yang ada sekarang, cukup cepat beradaptasi dan mampu memainkan perannya sesuai dengan ekspektasi pelatih. Tapi ada beberapa nama yang diprediksinya bakal menjadi bintang saat mengenakan seragam kuning-kuning milik SFC.
''Choirul Huda dan Sultan Samma, adalah pemain yang mungkin bisa lebih bersinar bersama SFC. Tapi saya berharap semua pemain yang sekarang bersama kami, memiliki semangat untuk menghadapi apa yang dikatakan orang kepada kami,” ujarnya.
Setelah balik ke Stadion Gelora Sriwijaya Kamis sore (22/11), Kas Hartadi terus memoles anak asuhnya, agar semua pemain benar-benar memiliki karakter baru dari sebuah tim. Sekadar mengevaluasi, ucap Kas, jika anak asuhnya lebih tenang dan sabar ketika bentrok dengan Arema FC, mungkin akan ada dua gol ke gawang lawan.
''Dari apa yang di hasilkan saat menghadapi Arema, ternyata kami harus lebih meningkatkan kesabaran dan ketenangan. Karena pada turnamen pra musim Inter Island Cup nanti, kami akan menjadi salah satu tuan rumah dan sudah tentu kami harus lolos dari grup tersebut,” tandasnya lagi.
Sementara Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, menambahkan, bahwa SFC tetap akan menjadi ancaman tim-tim kontestan ISL. Memang, musim ini SFC akan lebih berat menghadapi kompetisi, tapi bukan berarti tak mampu bersaing.
''Pasti semua tim ingin mengalahkan kami, dengan materi yang 95% pemain baru, banyak yang menganggap kami sudah habis. Tapi SFC tetap memiliki mental untuk mempertahankan gelar ini,” pungkasnya
(aww)