Boakay dievaluasi, Along siap bergabung
Kamis, 22 November 2012 - 22:41 WIB
Boakay dievaluasi, Along siap bergabung
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) hingga Kamis (22/11) belum memastikan soal kejelasan kontrak Boakay Eddy Foday. Karena manajemen terlebih dulu akan melakukan evaluasi terhadap personal yang bersangkutan.
Menurut Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, manajemen tidak ingin terburu-buru dalam mengambil sikap, terutama untuk urusan kontrak kerja sama pemain. Karena, mereka tidak ingin kasus seperti Jerry Karpeh terulang lagi.
''Memang betul Boakay sudah main bagus dan apa kata pelatih sudah memberikan kontribusi untuk tim. Tapi kami akan evaluasi lagi, bukan soal permainannya dia (Boakay) di lapangan, tapi kami juga harus melihat bagaimana personal dia di luar lapangan atau sehari-hari,” ungkapnya.
Sekarang, sambung Augie, untuk menentukan apakah pemain tersebut akan bergabung atau tidak dengan Laskar Wong Kito-julukan SFC, manajemen juga harus ada beberapa pertimbangan dan strategi. Namun, kalau mantan bomber Persiwa Wamena itu memang benar sesuai dengan kebutuhan tim dan memiliki sikap yang bagus di luar lapangan, bukan tidak mungkin manajemen akan segera menyodorkan surat kontrak tersebut.
''Kalau sampai hari ini belum ada pembicaraan terhadap kontrak dia (Boakay). Tapi kita akan lihat, bisa jadi besok atau lusa kami akan duduk bersama membicarakan soal kontrak tersebut,” sambungnya.
Selain soal Boakay Eddy Foday, Augie menuturkan, bahwa manajeman juga telah melakukan pembicaraan dengan striker asal Singapura, Noh ‘Along’ Alamsyah. Dalam pembicaraan tersebut, ternyata mantan striker Arema Indonesia itu juga berkeinginan untuk bergabung dengan SFC. ''Kita sudah bertemu dan membicarakan soal kerjasama. Dia (Noh Alamsyah) justru berniat main dengan kita dan dia sendiri yang menyatakan seperti itu,” tukasnya.
Hanya saja, keinginan SFC dan Along untuk bekerjasama musim ini, agak terhambat. Pasalnya, Along-sapaan akrabnya masih tetap meminta kontrak satu paket dengan kompatriotnya, Riduan.
''Ini yang menjadi dilema kita, karena kalau kita mengambil satu paket, artinya kita harus membuang satu pemain asing lagi. Padahal, kita saat ini hanya membutuhkan satu pemain asing dari Asia saja,” tambahnya lagi.
Sementara itu, pelatih kepala SFC, Kas Hartadi, mengungkapkan bahwa kinerja yang telah ditunjukkan Boakay Eddy Foday pada tiga pertandingan uji coba ini sudah cukup baik dan sesuai dengan harapannya. ''Tapi untuk kontrak, saya serahkan sepenuhnya dengan manajemen. Kalau dari permainan dan sikap, dia (Boakay) telah menunjukkan keinginan besar untuk bersama SFC,” ujarnya.
Khusus untuk Noh Alamsyah sendiri, mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini juga tak menampik, bahwa bomber asal Singapura itu memiliki insting dan naluri gol yang tinggi. ''Noh Alamsyah itu termasuk striker petarung, dia mampu menciptakan gol-gol yang tidak bisa ditebak lawan,” pungkasnya.
Menurut Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, manajemen tidak ingin terburu-buru dalam mengambil sikap, terutama untuk urusan kontrak kerja sama pemain. Karena, mereka tidak ingin kasus seperti Jerry Karpeh terulang lagi.
''Memang betul Boakay sudah main bagus dan apa kata pelatih sudah memberikan kontribusi untuk tim. Tapi kami akan evaluasi lagi, bukan soal permainannya dia (Boakay) di lapangan, tapi kami juga harus melihat bagaimana personal dia di luar lapangan atau sehari-hari,” ungkapnya.
Sekarang, sambung Augie, untuk menentukan apakah pemain tersebut akan bergabung atau tidak dengan Laskar Wong Kito-julukan SFC, manajemen juga harus ada beberapa pertimbangan dan strategi. Namun, kalau mantan bomber Persiwa Wamena itu memang benar sesuai dengan kebutuhan tim dan memiliki sikap yang bagus di luar lapangan, bukan tidak mungkin manajemen akan segera menyodorkan surat kontrak tersebut.
''Kalau sampai hari ini belum ada pembicaraan terhadap kontrak dia (Boakay). Tapi kita akan lihat, bisa jadi besok atau lusa kami akan duduk bersama membicarakan soal kontrak tersebut,” sambungnya.
Selain soal Boakay Eddy Foday, Augie menuturkan, bahwa manajeman juga telah melakukan pembicaraan dengan striker asal Singapura, Noh ‘Along’ Alamsyah. Dalam pembicaraan tersebut, ternyata mantan striker Arema Indonesia itu juga berkeinginan untuk bergabung dengan SFC. ''Kita sudah bertemu dan membicarakan soal kerjasama. Dia (Noh Alamsyah) justru berniat main dengan kita dan dia sendiri yang menyatakan seperti itu,” tukasnya.
Hanya saja, keinginan SFC dan Along untuk bekerjasama musim ini, agak terhambat. Pasalnya, Along-sapaan akrabnya masih tetap meminta kontrak satu paket dengan kompatriotnya, Riduan.
''Ini yang menjadi dilema kita, karena kalau kita mengambil satu paket, artinya kita harus membuang satu pemain asing lagi. Padahal, kita saat ini hanya membutuhkan satu pemain asing dari Asia saja,” tambahnya lagi.
Sementara itu, pelatih kepala SFC, Kas Hartadi, mengungkapkan bahwa kinerja yang telah ditunjukkan Boakay Eddy Foday pada tiga pertandingan uji coba ini sudah cukup baik dan sesuai dengan harapannya. ''Tapi untuk kontrak, saya serahkan sepenuhnya dengan manajemen. Kalau dari permainan dan sikap, dia (Boakay) telah menunjukkan keinginan besar untuk bersama SFC,” ujarnya.
Khusus untuk Noh Alamsyah sendiri, mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini juga tak menampik, bahwa bomber asal Singapura itu memiliki insting dan naluri gol yang tinggi. ''Noh Alamsyah itu termasuk striker petarung, dia mampu menciptakan gol-gol yang tidak bisa ditebak lawan,” pungkasnya.
(aww)