Andik bantah jual mahal, Soler diteror SMS gelap
Kamis, 22 November 2012 - 22:51 WIB
Andik bantah jual mahal, Soler diteror SMS gelap
A
A
A
Sindonews.com - Dua pemain Andik Vermansyah dan Fernando Soler kini menyandang gelar sebagai pemain Persebaya paling rewel di Persebaya IPL. Ini lantaran sikap kedunya yang menolak tawaran nilai kontrak baru.
Dalam dunia sepak bola, tawar menawar harga kontrak antara pemain dengan klub menjelang musim baru bergulir memang sudah wajar. Namun sikap Soler dan Andik menjadi bisa
lantaran dianggap tidak punya loyalitas terhadap klub yang membesarkannya.
Maklum, hingga saat ini, hanya Andik dan Soler yang menolak melakukan teken kontrak. Padahal, menurut manajemen Persebaya semua pemain lama sudah membubuhkan tanda tangan,
termasuk dua pemain Timnas Taufiq dan kiper Endra Prasetya. Sedangkan pemain asing musim lalu, Mario Karlovic juga menerima sodoran nilai kontrak baru.
Padahal, menurut CEO Persebaya Gede Widiade maupun Pelatih Persebaya Ibnu Grahan, nilai kontrak pemain lama Persebaya sudah dinaikan rata-rata 25 persen. "Rata-rata sudah naik, tapi memang belum ada kesepakatan," ujar Ibnu Grahan, beberapa waktu lalu.
Meski belum terkuak berapa sebenarnya nilai kontrak yang diminta Andik dan Soler, namun tersiar kabar jika keduanya menaikkan harga dua kali lipat dibandingkan musim lalu. "Tidak benar jika saya minta naik 100 persen. Saya memang minta naik, tapi masih dalam batas kewajaran," bantah Andik Vermansyah.
Wajar jika pemain yang disebut "Messi Asia" itu minta harga naik. Sebab, dalam bursa transfer pemain, harga Andik memang meroket. Bahkan beberapa klub sudah berani terang-terangan menyebut angka yang ditawarkan Sebab, beberapa klub berani menghargai Andi senilai Rp 1 miliar seperti Gresik United dan Sriwijaya FC.
Ditegaskan Andik, untuk bisa menjadi bintang lapangan hijaui seperti sekarang ini bukan pekerjaan mudah, karena butuh kerja keras. "Untuk cari nama di Indonesia, atau Asia tidak mudah, " ucapnya.
Bukan hanya Andik, bahkan Fernando Soler juga membantah jika manajemen Persebaya menaikan harga kontraknya. "Memang dilihat sekilas naik tapi sedikit, tapi kalau dihitung-hitung lagi, justru malah mengalami penurunan, " ujar pemain asal Argentina ini.
Sebab, lanjut Soler, manajamen Persebaya IPL sudah tidak mau menanggung beberapa fasilitas yang musim lalu diberikan. Salah satunya, fasilitas tiket ke Argentina harus ditanggung sendiri. "Sekarang semua tiket untuk pulang ke Argentina nanti saya sendiri yang bayar. Klub tidak mau lagi," ungkapnya.
Jika dilihat dari sisi usia, rasanya juga wajar Soler rewel. Sebab, bisa jadi musim depan menjadi tahun berakhirnya mengigat sudah berusia 34 tahun. Bisa jadi mantan pemain Persis Solo itu mencari uang tambahan sebelum gantung sepatu, apalagi janji manajemen Persebaya menjajikan kursi asisten pelatih juga menguap.
Selain itu, Soler juga menunding Persebaya tidak menepati janji. Sebab, musim lalu, tepanya sebelum laga away di kandang Persiba Bantul yang dimenangkan Persebaya berkat gol tunggalnya. "Dulu bilang kalau kita menang lawan Bantul kita bisa finish peringkat dua dan gaji saya dinaikkan. Tapi sekarang? Entahlah," ujarnya pasrah.
Namun situasi itu, lanjut Soler, tidak dimengerti semua orang. Bahkan beberapa pesan pendek lewat selulernya masuk menuliskan jika dirinya tidak tahu terima kasih karena Persebaya sudah membesarkan namanya. "Ada SMS gelap seperti itu, " ujarnya.
Dalam dunia sepak bola, tawar menawar harga kontrak antara pemain dengan klub menjelang musim baru bergulir memang sudah wajar. Namun sikap Soler dan Andik menjadi bisa
lantaran dianggap tidak punya loyalitas terhadap klub yang membesarkannya.
Maklum, hingga saat ini, hanya Andik dan Soler yang menolak melakukan teken kontrak. Padahal, menurut manajemen Persebaya semua pemain lama sudah membubuhkan tanda tangan,
termasuk dua pemain Timnas Taufiq dan kiper Endra Prasetya. Sedangkan pemain asing musim lalu, Mario Karlovic juga menerima sodoran nilai kontrak baru.
Padahal, menurut CEO Persebaya Gede Widiade maupun Pelatih Persebaya Ibnu Grahan, nilai kontrak pemain lama Persebaya sudah dinaikan rata-rata 25 persen. "Rata-rata sudah naik, tapi memang belum ada kesepakatan," ujar Ibnu Grahan, beberapa waktu lalu.
Meski belum terkuak berapa sebenarnya nilai kontrak yang diminta Andik dan Soler, namun tersiar kabar jika keduanya menaikkan harga dua kali lipat dibandingkan musim lalu. "Tidak benar jika saya minta naik 100 persen. Saya memang minta naik, tapi masih dalam batas kewajaran," bantah Andik Vermansyah.
Wajar jika pemain yang disebut "Messi Asia" itu minta harga naik. Sebab, dalam bursa transfer pemain, harga Andik memang meroket. Bahkan beberapa klub sudah berani terang-terangan menyebut angka yang ditawarkan Sebab, beberapa klub berani menghargai Andi senilai Rp 1 miliar seperti Gresik United dan Sriwijaya FC.
Ditegaskan Andik, untuk bisa menjadi bintang lapangan hijaui seperti sekarang ini bukan pekerjaan mudah, karena butuh kerja keras. "Untuk cari nama di Indonesia, atau Asia tidak mudah, " ucapnya.
Bukan hanya Andik, bahkan Fernando Soler juga membantah jika manajemen Persebaya menaikan harga kontraknya. "Memang dilihat sekilas naik tapi sedikit, tapi kalau dihitung-hitung lagi, justru malah mengalami penurunan, " ujar pemain asal Argentina ini.
Sebab, lanjut Soler, manajamen Persebaya IPL sudah tidak mau menanggung beberapa fasilitas yang musim lalu diberikan. Salah satunya, fasilitas tiket ke Argentina harus ditanggung sendiri. "Sekarang semua tiket untuk pulang ke Argentina nanti saya sendiri yang bayar. Klub tidak mau lagi," ungkapnya.
Jika dilihat dari sisi usia, rasanya juga wajar Soler rewel. Sebab, bisa jadi musim depan menjadi tahun berakhirnya mengigat sudah berusia 34 tahun. Bisa jadi mantan pemain Persis Solo itu mencari uang tambahan sebelum gantung sepatu, apalagi janji manajemen Persebaya menjajikan kursi asisten pelatih juga menguap.
Selain itu, Soler juga menunding Persebaya tidak menepati janji. Sebab, musim lalu, tepanya sebelum laga away di kandang Persiba Bantul yang dimenangkan Persebaya berkat gol tunggalnya. "Dulu bilang kalau kita menang lawan Bantul kita bisa finish peringkat dua dan gaji saya dinaikkan. Tapi sekarang? Entahlah," ujarnya pasrah.
Namun situasi itu, lanjut Soler, tidak dimengerti semua orang. Bahkan beberapa pesan pendek lewat selulernya masuk menuliskan jika dirinya tidak tahu terima kasih karena Persebaya sudah membesarkan namanya. "Ada SMS gelap seperti itu, " ujarnya.
(aww)