Pemegang saham PSM tolak kenaikan anggaran
Kamis, 22 November 2012 - 23:59 WIB
Pemegang saham PSM tolak kenaikan anggaran
A
A
A
Sindonews.com - Rencana manajemen PSM Makassar menaikkan anggaran belanja klub untuk kompetisi musim 2012/2013, ditolak jajaran pemegang saham. Ketua Umum PSM Makassar Sadikin Aksa mengaku, ada sejumlah pertimbangan sehingga pemegang saham, menolak rencana kenaikan budget tim Juku Eja untuk kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013 mendatang.
Di antaranya karena PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator LPI, belum mengeluarkan jadwal liga dan manual liga. ''Sebelum kami setujui usulan kenaikan anggaran, harus tahu dulu regulasinya,” katanya.
Misalnya, menurut Sadikin, jumlah klub yang akan berpartisipasi di IPL musim 2012/2013, harus diketahui jumlahnya. ''Kalau tidak diketahui berapa klub peserta, mana bisa menyusun budget,” ucapnya.
Menurut Sadikin, karena belum jelasnya regulasi dan manual liga, pemegang saham hanya menyetujui anggaran sementara. “Untuk anggaran sementara pada musim mendatang sudah kami setujui,” jelasnya.
Namun jumlahnya, tidak lebih dan tidak kurang dari anggaran yang sudah digunakan pada musim lalu. ''Anggaran yang kami setujui sama dengan jumlah yang sudah digunakan musim sebelumnya,” tuturnya.
Sayangnya, Sadikin enggan menyebutkan total dana yang sudah dihabiskan klub berusia 97 tahun ini, pada musim lalu. ''Soal besarannya kami tidak bisa sebutkan. Karena menyangkut rahasia perusahaan dan sensitif,” kata dia.
Sadikin berjanji, jika regulasi, manual liga sudah dikeluarkan, pihaknya akan mempertimbangkan permintaan kenaikan anggaran. ''Sekarang serba tidak jelas. Makanya harus berhati-hati menggunakan anggaran,” sebutnya.
Menurutnya, untuk efektifitas penggunaan anggaran, diserahkan sepenuhnya ke pihak perusahaan di bawah komando CEO Rully Habibie. ''Kami serahkan sepenuhnya ke manajemen PSM untuk mengaturnya,” jelasnya.
Apalagi, kebijakan klub yang bersifat teknis, sepenuhnya diserahkan kepada orang-orang yang sudah ditunjuk. ''Kami tidak mau mengurusi hal-hal teknis. Itu menjadi urusan manajemen,” paparnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengakui, manajemen klub kesulitan menyusun budget pada kompetisi mendatang. ''Untuk budget harus tahu jumlah klub yang berpartisipasi di musim nanti,” katanya.
Dari situ, kemudian klub menentukan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk musim mendatang. ''Dengan ketidakpastian ini, tentunya sulit mengukur anggaran yang dibutuhkan,” sebutnya.
Dia berharap, operator liga secepatnya mengeluarkan, jadwal, manual liga supaya klub tidak kelimpungan menyusun program. “Kami mengelola dana perusahaan. Ini harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Rully menjelaskan, tantangan pemilik klub di era sepakbola modern, lebih sulit dari sebelumnya saat masih menyusun dari APBD. ''Sekarang pengelola harus lebih profesional,” pungkasnya.
Di antaranya karena PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator LPI, belum mengeluarkan jadwal liga dan manual liga. ''Sebelum kami setujui usulan kenaikan anggaran, harus tahu dulu regulasinya,” katanya.
Misalnya, menurut Sadikin, jumlah klub yang akan berpartisipasi di IPL musim 2012/2013, harus diketahui jumlahnya. ''Kalau tidak diketahui berapa klub peserta, mana bisa menyusun budget,” ucapnya.
Menurut Sadikin, karena belum jelasnya regulasi dan manual liga, pemegang saham hanya menyetujui anggaran sementara. “Untuk anggaran sementara pada musim mendatang sudah kami setujui,” jelasnya.
Namun jumlahnya, tidak lebih dan tidak kurang dari anggaran yang sudah digunakan pada musim lalu. ''Anggaran yang kami setujui sama dengan jumlah yang sudah digunakan musim sebelumnya,” tuturnya.
Sayangnya, Sadikin enggan menyebutkan total dana yang sudah dihabiskan klub berusia 97 tahun ini, pada musim lalu. ''Soal besarannya kami tidak bisa sebutkan. Karena menyangkut rahasia perusahaan dan sensitif,” kata dia.
Sadikin berjanji, jika regulasi, manual liga sudah dikeluarkan, pihaknya akan mempertimbangkan permintaan kenaikan anggaran. ''Sekarang serba tidak jelas. Makanya harus berhati-hati menggunakan anggaran,” sebutnya.
Menurutnya, untuk efektifitas penggunaan anggaran, diserahkan sepenuhnya ke pihak perusahaan di bawah komando CEO Rully Habibie. ''Kami serahkan sepenuhnya ke manajemen PSM untuk mengaturnya,” jelasnya.
Apalagi, kebijakan klub yang bersifat teknis, sepenuhnya diserahkan kepada orang-orang yang sudah ditunjuk. ''Kami tidak mau mengurusi hal-hal teknis. Itu menjadi urusan manajemen,” paparnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengakui, manajemen klub kesulitan menyusun budget pada kompetisi mendatang. ''Untuk budget harus tahu jumlah klub yang berpartisipasi di musim nanti,” katanya.
Dari situ, kemudian klub menentukan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk musim mendatang. ''Dengan ketidakpastian ini, tentunya sulit mengukur anggaran yang dibutuhkan,” sebutnya.
Dia berharap, operator liga secepatnya mengeluarkan, jadwal, manual liga supaya klub tidak kelimpungan menyusun program. “Kami mengelola dana perusahaan. Ini harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Rully menjelaskan, tantangan pemilik klub di era sepakbola modern, lebih sulit dari sebelumnya saat masih menyusun dari APBD. ''Sekarang pengelola harus lebih profesional,” pungkasnya.
(aww)