Djajang terus perbaiki kelemahan tim
Jum'at, 23 November 2012 - 13:23 WIB
Djajang terus perbaiki kelemahan tim
A
A
A
Sindonews.com – Djadjang Nurdjaman terus berkreasi untuk memastikan bahwa tim besutannya siap menghadapi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Dalam beberapa hal, Djadjang mengakui jika timnya masih perlu dibenahi.
Salah satu kelemahan yang sejauh ini masih cukup menonjol adalah kurangnya konsentrasi terutama di interval 15 menit pertama dan 15 menit terakhir. Hal itu juga terjadi ketika Persib menjalani laga uji coba melawan Akademi D’Spot, akhir pekan lalu dan Tangerang All Stars, kemarin (22/11).
Di turnamen Inter Island Cup (IIC) 2012, kualitas permainan Persib bisa dikatakan bakal benar-benar diuji. Sebab di atas kertas, Persegres Gresik United, Persepam Madura United dan Persidafon Dafonsoro lebih mapan dibandingkan Tangerang All Stars, tim dadakan yang sengaja dibentuk untuk menguji Persib. “Salah satu permasalahan kita ada di konsentrasi. Gol Tangerang All Stars menunjukkan kita masih lemah dalam hal ini. Selama masih bisa diperbaiki akan terus diminimalisir agar ini tidak kembali terulang,” terang Djadjang, Jumat (23/11).
Masalah lainnya adalah belum maksimalnya serdadu Maung Bandung dalam melakukan transisi skema permainan. Sejauh ini, Djadjang menilai pola 4-4-2 lebih mampu membuat para pemainnya tampil prima ketimbang pola lain seperti 4-3-2-1 dan 4-2-3-1 yang belakangan juga sering digunakan dan diinstruksikannya kepada anak asuhnya.
Sejak kali pertama menggelar persiapan awal September lalu. Sejauh ini, Persib total sudah menjalani 10 pertandingan uji coba pra musim, sembilan kali diantaranya berakhir dengan kemenangan dan satu lainnya berakhir dengan kekalahan. Mayoritas lawan yang dihadapi Persib merupakan tim lokal dan Divisi Utama. Hanya Sriwijaya FC yang tergolong menjadi lawan tangguh selama pra musim.
Satu-satunya kekalahan yang dialami Persib dalam beruji coba adalah ketika melawan klub Divisi Utama, Persibangga Purbalingga. Total selama uji coba termasuk di ajang Celebes Championship 2012, Persib melesakan 56 gol dan kemasukan 6 gol. Terlepas dari hasi akhir yang dicapai dalam setiap laga uji coba. Djadjang cukup senang melihat perkembangan sejumlah pemain pelapis. Karena itu, ia mengungkapkan tidak akan berhenti melakukan bongkar pasang pemain selama pra musim.
“Kita lihat Agung Pribadi cukup menunjukkan perkembangan positif, lalu Airlangga Sucipto juga tetap menunjukkan bisa tampil baik meski dalam kondisi ketika ia tidak bermain full time atau cadangan. Buat saya ini hal positif yang harus dilihat selama pra musim,” ungkap pelatih yang kerap dipanggil Djanur itu.
Karena alasan pematangan tim juga, Djadjang tak ingin membebani anak asuhnya dengan target besar di IIC 2012. Hal itu cukup mendapatkan apresiasi dari M Ridwan yang menganggap fokus perhatian Persib tetap harus tertuju ke Indonesia Super League (ISL) yang notabene merupakan kompetisi sebenarnya. “ISL tetap target utama kita. Inter Island memang penting, tapi yang harus dipisahkan dan diutamakan adalah tujuannya. Sebab di Inter Island, target kita sebenarnya lebih ke masalah pematangan kerjasama tim,” tandas Ridwan.
Salah satu kelemahan yang sejauh ini masih cukup menonjol adalah kurangnya konsentrasi terutama di interval 15 menit pertama dan 15 menit terakhir. Hal itu juga terjadi ketika Persib menjalani laga uji coba melawan Akademi D’Spot, akhir pekan lalu dan Tangerang All Stars, kemarin (22/11).
Di turnamen Inter Island Cup (IIC) 2012, kualitas permainan Persib bisa dikatakan bakal benar-benar diuji. Sebab di atas kertas, Persegres Gresik United, Persepam Madura United dan Persidafon Dafonsoro lebih mapan dibandingkan Tangerang All Stars, tim dadakan yang sengaja dibentuk untuk menguji Persib. “Salah satu permasalahan kita ada di konsentrasi. Gol Tangerang All Stars menunjukkan kita masih lemah dalam hal ini. Selama masih bisa diperbaiki akan terus diminimalisir agar ini tidak kembali terulang,” terang Djadjang, Jumat (23/11).
Masalah lainnya adalah belum maksimalnya serdadu Maung Bandung dalam melakukan transisi skema permainan. Sejauh ini, Djadjang menilai pola 4-4-2 lebih mampu membuat para pemainnya tampil prima ketimbang pola lain seperti 4-3-2-1 dan 4-2-3-1 yang belakangan juga sering digunakan dan diinstruksikannya kepada anak asuhnya.
Sejak kali pertama menggelar persiapan awal September lalu. Sejauh ini, Persib total sudah menjalani 10 pertandingan uji coba pra musim, sembilan kali diantaranya berakhir dengan kemenangan dan satu lainnya berakhir dengan kekalahan. Mayoritas lawan yang dihadapi Persib merupakan tim lokal dan Divisi Utama. Hanya Sriwijaya FC yang tergolong menjadi lawan tangguh selama pra musim.
Satu-satunya kekalahan yang dialami Persib dalam beruji coba adalah ketika melawan klub Divisi Utama, Persibangga Purbalingga. Total selama uji coba termasuk di ajang Celebes Championship 2012, Persib melesakan 56 gol dan kemasukan 6 gol. Terlepas dari hasi akhir yang dicapai dalam setiap laga uji coba. Djadjang cukup senang melihat perkembangan sejumlah pemain pelapis. Karena itu, ia mengungkapkan tidak akan berhenti melakukan bongkar pasang pemain selama pra musim.
“Kita lihat Agung Pribadi cukup menunjukkan perkembangan positif, lalu Airlangga Sucipto juga tetap menunjukkan bisa tampil baik meski dalam kondisi ketika ia tidak bermain full time atau cadangan. Buat saya ini hal positif yang harus dilihat selama pra musim,” ungkap pelatih yang kerap dipanggil Djanur itu.
Karena alasan pematangan tim juga, Djadjang tak ingin membebani anak asuhnya dengan target besar di IIC 2012. Hal itu cukup mendapatkan apresiasi dari M Ridwan yang menganggap fokus perhatian Persib tetap harus tertuju ke Indonesia Super League (ISL) yang notabene merupakan kompetisi sebenarnya. “ISL tetap target utama kita. Inter Island memang penting, tapi yang harus dipisahkan dan diutamakan adalah tujuannya. Sebab di Inter Island, target kita sebenarnya lebih ke masalah pematangan kerjasama tim,” tandas Ridwan.
(nug)